Stasiun tugu dan kereta bisnis. Biru yang tiada habis. Apa kabar mimpi yg mulai terkikis?
Stasiun tugu dan kereta bisnis. Senyum itu dulu begitu manis. Meski lelah dengan pedagang yg sangat berisik
Stasiun tugu dan kereta bisnis. mengais tiket2 sisa yang hampir habis. Lalu kita berkata "cobalah sekali-kali kalau berani"
Stasiun tugu dan kereta bisnis, dr awal saja sudah susah, ternyata pulangnya lebih susah. Kereta bisnis lbh mirip KRL jkt-bgr bonus kursi...
Stasiun tugu dan kereta bisnis. Menuju stasiun dengan tukang ojeg alumni Moto GP, dengan lelah orang jelek itu malah punya teman calo
Stasiun tugu dan kereta bisnis. Aku kamu dan orang jelek pun sempat bingung. Pukul 6 sore masih di jalan menuju stasiun,apa kabar tiket itu?
Stasiun tugu dan kereta bisnis. Headphone ala malioboro pun hanya bertahan sementara. Malah sekarang makin menjengkelkan selalu nyangkut2
Stasiun tugu dan kereta bisnis. Satu per satu kita tidur bergantian. Yang dua pulas yang satu sibuk melihat barang2 bawaan
Stasiun tugu dan kereta bisnis, beberapa hari sebelum berangkat. Kita bertemu di kampus itu,kamu turun dr mobil,aku sibuk dengan dagangan itu
Stasiun tugu dan kereta bisnis. Ini kali pertama aku kerumah mu. Naik vespa tua, dan sempat mampir minum jahe hangat di alun2 pagi itu
Stasiun tugu dan kereta bisnis. Mimpi itu masih tertata rapih di kotak kertas oleh2 kita. Masih aku simpan rapat2 meski sobek2 saat perjalanan
Stasiun tugu dan kereta bisnis. Ini memang kali pertama aku pergi kerumahmu, lalu apa ini juga jadi yang terakhir?
Stasiun tugu dan kereta bisnis, sampai di sini cerita ttg perjalanan itu, sampai di sini, di stasiun Senen rel kereta ini pun habis
Stasiun tugu dan kereta bisnis. Biar saja aku cuap2 di sini. Mumpung belum malu hidup dengan masa lalu
Stasiun tugu dan kereta bisnis. Waktu itu lebih indah di bandingkan stasiun Gare De Lyon dan TGV kelas bisnis...
@jonokool
Angkringan Fatmawati 26 Oct 2011
foto: pemanisbuatan.wordpress.com
Jumat, 11 November 2011
~ 0 komentar: ~
Posting Komentar