
Coba diam untuk menikmati dingin,
Apa karena manifestasi Hujan, Rintik menjadi linglung?
Hujan, biarlah Hujan dengan egonya yang bodoh,
Melewati anak benua untuk mengejar mimpi.
Coba dengarkan suara Rintik si sejoli Hujan selama ini,
"Hujan, apakah bintang masih bisa kamu lihat dari sini?" Tanya Rintik,
"Kalau memang sudah tidak bisa kamu lihat, untuk apa terus kamu cari?" tambahnya
Hujan menoleh ke arah Rintik, dan tersenyum,
"Bintang memang sudah tidak dapat terlihat dengan jelas," sebut Hujan,
"Namun, apakah jika kamu tidak dapat melihat bintang, itu berarti dia sudah tidak ada?" Tanya Hujan
Rintik terdiam sejenak, dia menoleh pada Embun yang masih mendengarkan dengan seksama sedari tadi.
Rintik bingung, dan menggelengkan kepala,
"Apakah bintang yang kamu maksud ini Burung?" Tanya Hujan
"Apakah aku salah tetap menyimpan sesuatu yang paling berharga dalam ingatan ini?" Tanya balik Hujan kepada Rintik,
Embun membisikan sesuatu kepada Rintik, "Jangan saat ini kau katakan pada Hujan, bahwa Burung sudah pergi bersama Malam tadi sore."
Bandung, 3.38 am
Jumat, 14 Agustus 2009
Jakarta Art Festival 2009 at Pacific Place “Indonesian Art Festival & 50 M Hanging Art Work Installation” August 1-31.
Seni, kadang cukup unik. Dia bisa ada dimana saja, dalam bentuk apa saja. Bahkan ketika orang lain bilang itu sampah, saya malah bilang itu indah. Seni dan isi kepala ini memang cukup abstrak.










Seni, kadang cukup unik. Dia bisa ada dimana saja, dalam bentuk apa saja. Bahkan ketika orang lain bilang itu sampah, saya malah bilang itu indah. Seni dan isi kepala ini memang cukup abstrak.










Latest Post
Jumat, 07 Agustus 2009
Tanya Rintik Kepada Hujan
Tanya Rintik Kepada Hujan


