<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625</id><updated>2012-01-23T19:34:25.456-08:00</updated><category term='Seni dan Budaya'/><category term='Puisi'/><category term='Poetwit'/><category term='Prosa'/><category term='Omong Kosong'/><title type='text'>Satu luka, satu cinta, satu sisi kehidupan</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>60</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-8988023657560413798</id><published>2012-01-16T11:51:00.000-08:00</published><updated>2012-01-16T12:09:34.632-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Christmas di Sawarna</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-RM7DRz0hlKA/TxSBwY8491I/AAAAAAAAAL0/LDFE1zVEIw0/s1600/Christmas%2Bdi%2BSawarna.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-RM7DRz0hlKA/TxSBwY8491I/AAAAAAAAAL0/LDFE1zVEIw0/s320/Christmas%2Bdi%2BSawarna.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5698322096862066514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya bingung, penuh pertanyaan. Apa aku lari saja weekend ini, padahal semua begitu menumpuk, begitu penat, begitu penuh keraguan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya tanpa persiapan, hanya berbekal keimpulsifan diri tanpa memikirkan apa yang harus dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya bertanya pada seorang teman, masih muda, seharusnya aku tidak bertanya, malah terlihat bodoh dan tidak dewasa, tapi aku butuh dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya penuh keraguan, saat teman ini bilang “udah sana jalan, lo itu perlu liburan” bukan apa-apa yang diharapkan, hanya sedikit justifikasi kalau aku memang perlu berangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan awalnya pun aku sudah susah, harus pulang dulu ke bekasi, harus ambil motor dan harus telat bertemu team touring ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua tangan terasa sakit akibat mengendarai motor terlalu lama, terlalu berat dan memang ini kali pertama perjalanan jauh dengan motor lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua tangan ini serasa mati rasa, karena dinginnya udara perbukitan dan pegunungan yang dilewati malam itu, dan hanya sebentar beristirahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua tangan ini menghitam akibat debu, dan menjadi kasar karena memang tanpa sarung tangan untuk melindunginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua tangan ini serasa lemas, saat pagi itu, jam 6 pagi kita beristirahat dekat pelabuhan ratu, lemas sampai mengangkat teh panas itu pun memerlukan dua tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyum pun aku temui pagi itu, mana kala aku sampai di pantai Sawarna tepat pukul 9 pagi. Ketenangan pantai tak berpenghuni, ketenangan arus ombak tak berperahu, dan ketenangan bukit hijau tak terjamah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyum pun aku temui pagi itu, mana kala aku dan seorang teman berhasil menembus hutan hanya untuk mencari mesin ATM, yang sayangnya aku tidak bisa membayar tagihan pribadi akibat Bank ATM ini berbeda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyum pun aku temui pagi itu, mana kala aku menelponnya pagi-pagi, meski hanya untuk meminta tolong pada dirinya, tapi aku menjadi orang pertama yang mendengar suaranya pagi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyum pun aku temui pagi itu, mana kala koneksi data ponsel ini bagitu lancar, begitu mudah memberi sedikit kabar kepada seorang teman yang katanya begitu bermimpi datang ketempat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Christmas di Sawarna, kembali bermain pasir, kembali bercanda dengan ombak, kembali berlari dan sebentar berhenti hanya untuk mangamati keindahan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Christmas di Sawarna, aku menuliskan sebuah kata “Terima Kasih”, di pasir putih pantai ini, yah memang cuma untuk kamu. Semoga berkenan meski cuma kata itu yang sanggup terucap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Christmas di Sawarna, Malam itu hujan, teringat satu tahun lalu, tepat malam natal, aku, Sesa dan Juti, tak tahu arah, tersasar hanya untuk mencari makan malam terjauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Christmas di Sawarna, begitu banyak harapan aku lukiskan malam itu, kami hanya bercanda di sebuah saung kecil di bawah guyuran hujan malam Natal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Christmas di Sawarna, membawa kisah indah, lucu, bahkan ada kisah sedih dan tak terduga. Dari kehilangan alat komunikasi, menemukan pusat service motor resmi di tengah gunung, sampai harus sebentar mampir di kantor polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Christmas di Sawarna, cuma sekali tahun lalu, penutup tahun 2011, penutup semua harapan dan mimpi tahun lalu yang memang akhirnya tidak terselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Christmas di Sawarna, sayang kamu tidak ikut, seharusnya ini jadi trip pertama atau mungkin terakhir untuk kita.  Trip yang mungkin hanya kamu dan aku yang tahu bagaimana setiap peristiwa yang terjadi pada kita selalu menimbulkan jawaban klise “everything happens for a reason”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatmawati, 17 Jan 12. 2.30 am&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-8988023657560413798?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/8988023657560413798/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=8988023657560413798' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/8988023657560413798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/8988023657560413798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2012/01/christmas-di-sawarna.html' title='Christmas di Sawarna'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-RM7DRz0hlKA/TxSBwY8491I/AAAAAAAAAL0/LDFE1zVEIw0/s72-c/Christmas%2Bdi%2BSawarna.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-2277161616282619764</id><published>2012-01-04T07:51:00.000-08:00</published><updated>2012-01-04T07:54:33.230-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Prosa'/><title type='text'>Bola Wol dan Kamu.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-JisDtWPM-z8/TwR2KrPyGvI/AAAAAAAAALo/MO7DmiBP8uc/s1600/Apricot.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-JisDtWPM-z8/TwR2KrPyGvI/AAAAAAAAALo/MO7DmiBP8uc/s320/Apricot.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5693805754682841842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berguling-guling dari satu sudut kesudut yang lain. Bingung, sempat berhenti sebentar lalu berputar tak tentu arah. Tidak beraturan, kadang pelan sekali berputar, tiba-tiba kencang seperti akan datang kiamat saja. Tidak jelas maunya apa, sebagian diriku seperti tercerai-berai akibat dorongannya. Tangannya yang mencengkram kuat benar-benar seperti tak mau lelah mempermainkanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau diperhatikan seleuruh tubuh ini mulai sedikit lecet karena benturan-benturan tadi. Sedikit, apa yah? Mungkin banyak orang bilang tidak sinkron dengan posisi sebelumnya. Bayangkan saja hampir satu jam lebih aku berputar kian kemari, bentur kanan bentur kiri. Siapa yang sanggup bertahan pada kondisi seperti ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian tadi sebenarnya tidak terlalu rumit, dan cenderung sepele. Aku terjatuh dari meja itu, siang hari, tidak lebih dari pukul 2 siang. Entah apa yang membuat diriku terjatuh, sama sekali tidak ingat. Tapi, terakhir yang aku dengar sebelum aku terjatuh adalah suara keras dari ujung meja makan. Ada sedikit getaran lalu tiba-tiba sudah di bawah meja dengan posisi sedikit berdekatan dengan kaki kursi yang tepat berada di depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit membenahi diri dan agak menyender dengan kaki kursi itu, agak terengah-engah dan kaget. Sakit sekali ternyata tarjatuh dari meja gumamku dalam hati. Melihat sekeling begitu sepi, hening, sedikit bingung, kemana perginya suara tadi. Suara yang membuat aku tersungkur di lantai dingin ini. Suara yang sebentar sekali terdengar memekakan telinga lalu pergi tanpa pamit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, aku ingat, aku terpental beberapa kali, seperti yang aku ceritakan di atas. Semuanya begitu tiba-tiba, hantaman demi hantaman ini terus berulang-ulang. Sama sekali tidak memberi ruang bagiku untuk sekadar berlindung, apalagi beristirahat. Benar, aku masih ingat dengan jelas, dia itu mahluk kurus, tinggi, entah kenapa sebenarnya dia itu tidak begitu menyeramkan. Namun kelakuannya itu menjengkelkan, mendorongku terus menerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suaranya pelan, seperti sedang memelas, sama sekali merasa tak berdosa, dan lagi-lagi mendorongku kian kemari. Tak jelas apa maunya, seakan matanya begitu kosong, sama sekali tak bisa kubaca. Tapi ada sedikit kebingungan di raut wajahnya, bingung akan diriku, bingung akan mahkluk (atau mungkin dia pikir aku benda) aneh yang tidak mengerti harus bagaimana menghadapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu dua kali dia menyerangku, tanpa ragu-ragu, beberapa menit kemudian menatapku dengan seksama. Suara pelannya seperti bertanya siapa aku? Apa mauku, lalu kemana ada di sini? Suara pelannya seakan hendak berbicara dengan bahasa yang sama sekali tidak bisa aku mengerti. Tangannya mulai menyentuh tubuhku pelan beberapa kali, lalu tangan satunya yang lebih kuat mendorongku, menarikku, mendorongku lagi dan menahanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasa dipermainkan olehnya, seperti sebuah layangan yang dengan sekuat tenaga diterbangkan, lalu ditarik lagi lalu dilepas lagi (sebenarnya tidak benar-benar dilepas, karena masih ada sehelai benang  yang mengikatnya). Aku merasa muak lama kelamaan, mengikuti permainannya, lelah mengikuti apa maunya, dan benar-benar bosan melihat wajah lugunya yang seakan-akan tak berdosa mempermainkanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menit demi menit emosi ini kian terkumpul, mulai memuncak dan tanpa sadar aku berteriak, “Apa maunya kamu sih?!” meski hanya di dalam hati. Meski amarah sudah berkumpul di raut wajah ini, dengan keringat serta alis mata yang mulai meruncing. Seluruh tubuhku mulai gemetar, serasa emosi ini sudah merata di seluruh aliran darah ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, tiba-tiba wajahnya begitu memelas, tepat setelah mendorongku terus-menerus selama beberapa menit (hampir muntah rasanya, seperti mabuk laut di atas kapal tongkang). Wajah ini begitu… ah bingung aku menjelaskannya. Kalau mau dijelaskan (dengan terpaksa) mungkin begini perumpamaannya, seperti panci panas sisa memasak Indomie, tiba-tiba diguyur air dingin. Hilang semua emosi sebesar gunung tadi hanya karena wajahnya, hanya karena dia berhenti sesaat dan membelaiku dengan ramah. Hilang karena dia tanpa suara seakan memberikan tatapan hangat yang begitu menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hitungan menit, dia kembali lagi seperti monster tanpa ampun memutarku kesana kemari, tanpa ampun membekapku dan memukulku dengan tangan kurusnya itu. Dan beberapa menit kemudian, seperti sedang beristirahat, dia berhenti. Rasanya dia seperti Aphrodite cantik yang memperhatikanku siang malam. Bagaikan kupu-kupu cantik yang hinggap dipundakku bersama pola indah di sayapnya. Bagai air di tengah gurun yang meski fatamorgana begitu menyenangkan melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul, kamu, memang hanya kamu (saat ini), selalu mempermainkanku namun berkali-kali aku justru makin pasrah kepada dirimu. Betul kamu, tolong,! Aku sudah begitu bahagia dengan permainanmu, sekarang biarkan aku membenahi diri sebentar, lalu kita bermain lagi. Saat benang di seluruh tubuhku sudah aku rapikan kembali. Saat gulungan punggung ku tidak kusut lagi. Saat kamu pun sudah tidak terlalu lelah dengan lompatan-lompatan impulsifmu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Beberapa menit lagi mungkin bukan kamu yang memulai permainan ini, tapi aku yang akan menggelinding kearahmu (dengan sengaja) untuk sekadar mencari perhatianmun,” jelas gulungan bola wol kepada kucing sambil tersenyum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatmawati, 4 Jan 12&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-2277161616282619764?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/2277161616282619764/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=2277161616282619764' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/2277161616282619764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/2277161616282619764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2012/01/bola-wol-dan-kamu.html' title='Bola Wol dan Kamu.'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-JisDtWPM-z8/TwR2KrPyGvI/AAAAAAAAALo/MO7DmiBP8uc/s72-c/Apricot.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-8736134583013469645</id><published>2012-01-03T09:03:00.000-08:00</published><updated>2012-01-03T09:30:55.060-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Lalu dan Yah.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-3gxh24rSXOc/TwM1QUNzY0I/AAAAAAAAALc/WHw76VYBIbU/s1600/487369278.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-3gxh24rSXOc/TwM1QUNzY0I/AAAAAAAAALc/WHw76VYBIbU/s320/487369278.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5693452908347220802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, buat apa ada kursi di situ? &lt;br /&gt;Yah, di samping jendela penuh cahaya,&lt;br /&gt;Lalu, buat apa ada lamunan di situ?&lt;br /&gt;Yah, di samping gelas kosong dari plastik&lt;br /&gt;Lalu, mau apa dengan kepala ini?&lt;br /&gt;Yah, di samping mata kosong dan sayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bisa berdamai tidak dengan waktu itu,&lt;br /&gt;Yah, lebih baik melamun di sini daripada berdamai…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatmawati, 3 Jan 12&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-8736134583013469645?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/8736134583013469645/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=8736134583013469645' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/8736134583013469645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/8736134583013469645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2012/01/lalu-dan-yah.html' title='Lalu dan Yah.'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-3gxh24rSXOc/TwM1QUNzY0I/AAAAAAAAALc/WHw76VYBIbU/s72-c/487369278.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-5097533553459068811</id><published>2011-12-31T00:15:00.000-08:00</published><updated>2012-01-02T20:43:24.353-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Omong Kosong'/><title type='text'>Novel tentang Mimpi 2011</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-ycbR_xu0Kxg/Tv7FF2IMUsI/AAAAAAAAALQ/5wU2gojD0vc/s1600/journey.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-ycbR_xu0Kxg/Tv7FF2IMUsI/AAAAAAAAALQ/5wU2gojD0vc/s320/journey.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5692203683262780098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gw suka ngomong ugly truth, jadi lo siap-siap yah,” jelas seorang teman (yang baru kenal) sambil memberikan kartu klasik dengan simbol-simbol aneh. Dan ternyata, menurut sejarahnya kartu ini sudah dikenal sejak 3000 SM, sinting! Saya terdiam, bingung, cemas, dan benar-benar terjadi ke awkward an di sini. “Kamu ceritakan apa yang mau kamu tanyakan, “ tambah teman ini. Memang sebelumnya saya sudah melihat bagaimana teman sebelumnya di “baca” olehnya, yah, hanya melalui kartu dan reaksi wajahnya semua sudah dapat terbaca begitu detil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum saya memilih kartu, semua pertanyaan itu harus diceritakan dulu seperti teman tadi. “Kamu tahu semua masalahmu, kamu sebenarnya sudah tahu dan kamu sebenarnya sudah cukup siap,” imbuhnya. Gila! Sebelum bertemu dia, saya begitu ceria sekali, setelah dia sebutkan kata-kata terakhir itu, hening seperti menyapa sekencang-kencangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Refleksi, masa lalu semua diputar kembali dikepala ini, makin jelas seperti menonton film lawas yang seharusnya sudah disimpan rapih di laci yang terkunci rapat. “Siyalan, gw ga mau bahas ini, gw tau ini basi, gw tau ini anj*ng, gw cuma mau lihat ke depan bukan ke belakang lagi!” teriak saya dalam hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sorry yah, tapi kebacanya seperti ini, tapi setidaknya lo dah siap kok,” tambah teman tadi seru teman itu, entah dia jujur atau hanya sebatas menghibur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garis waktu memang tak selamanya mulus, garis waktu seakan bisa lompat tinggi sekali, atau bahkan jatuh dalam sekali. Refleksi garis waktu pertama terjadi semalam, dimana saya diingatkan kembali tentang masa itu. Dan memang berat, namun itu hanya sebuah pelajaran dari hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang teman atau siapa saya lupa semalam juga mentwit sesuatu. “Sesuatu yang salah saja bisa menjadi pelajaran, apalagi sesuatu yang baik?” Twits ini menjadi sebuah tamparan refleksi saya hari ini. Refleksi yang sebelumnya selalu melulu meratapi kegagalan, padahal kegagalan itu terkadang sangat diperlukan untuk memperbaiki dan memberikan kita kritik tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu benar-benar berputar konstan, tidak pernah lebih cepat atau bahkan lebih lambat. Satu jam tetap 60 menit, dan tetap 1 menit 60 detik, semuanya sudah berjalan sebagaimana mestinya. Dan kalau tidak berjalan sebagaimana mestinya berarti kiamat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini, 2011 bagi saya benar-benar sebuah novel yang rumit dan penuh cerita, dengan alur yang tidak jelas. Dimulai dengan beberapa peristiwa yang cukup menguras isi kepala ini, dimana saya harus pindah kantor, pertama kali melihat rumah jogja itu, lalu pindah kost, kemudian belajar memutuskan masa depan apakah sanggup mencicil sebuah tempat hunian masa depan atau tidak, dan diakhiri dengan pupusnya mimpi akan sebuah pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sawarna menjadi ethnic runaway paling melegakan setelah semua deretan rekam jejak langkah 2011 yang benar-benar, kalau saya bisa bilang “GILA”. Belum tentu 2012 saya bisa mengalami ini semua, belum tentu bertemu cerita yang sama, belum tentu sakitnya seperti ini (mudah-mudahan tidak sesakit ini), belum tentu teriaknya sekencang ini (mudah-mudahan tidak cepat kehabisan suara), belum tentu tawanya selebar ini (mudah-mudahan tidak cepat kering ini mulut).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini begitu sempurna, tidak cuma senang terus, tapi ada sedih, ada tangis, ada amarah semuanya menjadi sebuah novel yang kalau bisa saya beri judul “ Novel tentang Mimpi”. Kenapa mimpi, karena memang ini seperti mimpi, kadang mimpi tidak selamanya bagus (tidak semua mimpi itu basah ☺ ), ada mimpi buruk, ada senang, ada apa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2012 sebentar lagi, masih banyak mimpi-mimpi yang belum terlaksana di “Novel tentang Mimpi” tapi semuanya bisa kita dapatkan selama kita mau berusaha. Apapun yang terjadi tidak menjadi sebuah hambatan di tahun 2012. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin sempat berencana ingin membuat film pendek bersama beberapa teman, saya memang sama sekali buta akan dunia film, tapi bagaimanapun juga saya harus bisa. Lalu ada keinginan untuk membuat sebuah kafe, dimana kafe itu tidak terlalu besar tapi benar-benar menjadi tempat paling nyaman kedua setelah rumah. Dan keinginan besar yang lain pun ingin memiliki sebuah perkebunan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau diteruskan “Novel tentang Mimpi” ini seharusnya tidak cuma keluar 1 edisi, ini bisa menjadi seumur hidup edisi, setiap tahun harus terbit, setiap tahun akan ada cerita baru, yang terkadang tidak cuma cacian melulu, tapi ada kisah-kisah inspiratif tentang hidup, meski hanya dalam pandangan saya sendiri. Novel yang saya harap bisa muncul 1000 edisi dan masih bercerita tentang mimpi dengan ceritanya masing-masing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatmawati, 31 Dec 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto: tessifathia.wordpress.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-5097533553459068811?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/5097533553459068811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=5097533553459068811' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/5097533553459068811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/5097533553459068811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2011/12/novel-tentang-mimpi-2011.html' title='Novel tentang Mimpi 2011'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-ycbR_xu0Kxg/Tv7FF2IMUsI/AAAAAAAAALQ/5wU2gojD0vc/s72-c/journey.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-575327474829062677</id><published>2011-12-11T09:40:00.000-08:00</published><updated>2012-01-02T20:44:02.022-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Prosa'/><title type='text'>I'm trying not to go insane</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-a2qocBJQ8z0/TuTrlJ7fhNI/AAAAAAAAALA/ZnMj45TyQJ8/s1600/4857.48804316.the-cranberries-hl-2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 180px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-a2qocBJQ8z0/TuTrlJ7fhNI/AAAAAAAAALA/ZnMj45TyQJ8/s320/4857.48804316.the-cranberries-hl-2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5684927653201544402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dingin pagi benar-benar terasa hari ini, suara burung terdengar jelas entah dari pepohonan di sekitar komplek besar itu atau dari tetangga yang memang memiliki beberapa burung. Ini kali pertama aku bangun di sini, dan tidur di ruang sempit ini. Beberapa barang pun belum sempat aku tata rapih, namun setidaknya tidak ada yang tertinggal dari rumah. Ini kali pertama aku ngekost saat bekerja, yah 2009 dimulainya kehidupan anak kost setelah 2 tahun aku tinggal di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini sungguh indah, kata orang saat-saat paling dingin itu bukan dini hari, malah pagi-pagi saat embun mulai berubah sedikit menjadi air. Saat matahri hanya sedikit mengintip dari balik awan di belahan timur. Saat orang-orang selesai sholat subuh di masjid. Saat tukang koran asik memilah-milah jatah langganan mereka atau malah sudah mulai melempar koran-koran di rumah-rumah dengan sepedanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara alaram yang ternyata bukan dari jam waker malah membangunkan ku, zaman telah berubah, alaram handphone itu yang membangunkanku. Sempat berusaha menarik selimut lagi dan bersembunyi dari dingin bersamanya. Namun rasa dingin ditambah rasa yang berbeda pagi ini membuatku bangun dan berdiri. Aku masih ingat, gerakan pertam ku pagi itu adalah melihat keluar, di balkon, melihat anjing-anjing besar sedang berlarian bersama pemiliknya. Ternyata pemiliknya adalah bule-bule cantik yang tinggal di rumah-rumah besar di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini adalah hari pertama aku bekerja di kantor baru, dengan berbagai pertimbangan akhirnya aku memutuskan untuk ngekost di Kemang. Kemang, memang memiliki sejuta daya tarik yang membuatku yakin aku harus tinggal di sini, dan juga karena tidak terlalu jauh dengan kantorku. Hari pertama, tentu saja tidak boleh terlambat dan sangat akrab dengan suasana pagi, meski sebenarnya aku bukan orang yang suka dengan (bangun) pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari pertama bekerja terasa begitu lancar, aku banyak bertemu dengan teman-teman yang usianya tidak begitu jauh. Awalnya memang tidak mudah bercengkrama dengan mereka, karena memang aku bukan tipikal orang yang mudah bergaul. Namun lambat laun semuanya berubah, bahkan tidak hanya saat bekerja kami bertemu, di luar jam kantor, hari lubur, sampai weekend kami sempatkan untuk bertemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sempat berpikir bahwa masa ini seperti masa yang pernah aku rasakan ketika duduk di bangku kuliah. Begitu akrab, begitu indah, ada tawa, ada emosi, ada tangis ada luka, ada pelukan, ada teriakan. Semua bercampur menjadi semesta baru, saling berharmonisasi begitu indah di saat itu. Meski seiring jalannya waktu, people come and go from this office, kami masih sering bertemu dan memang harus dipaksakan satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sering berkumpul di Bremer, salah satu tempat favorit saat itu. Bremer merupakan tempat seperti kafe, namun dengan suasana open air serta meja-meja kayu dan lilin, membuat kami semakin akrab bercerita tentang hidup, mimpi, dan apa saja yang bisa diceritakan.  “Terkadang hidup itu seperti minuman ini, kombinasi bitter and sweet tercampur dan nggak mungkin bisa dipisahkan” cetus Fatte, wanita berambut panjang, agak manja dan putri seorang ilmuwan terkenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga Alice, sama seperti diriku yang memiliki bintang sagitarius. Temanku ini perlu waktu cukup lama untuk bercerita tentang “sebagian” sisi hidupnya. “Mungkin gw cerita cuma sedikit aja di sini, sebagian aja, karena gw belum bisa cerita semuanya dulu…”, itu biasanya kata-kata yang biasa dia ucapkan sebelum bercerita. Ada pula Yuppy, dia teman yang sudah aku kenal sejak bangku sekolah, dan bahkan sama-sama kuliah di tempat yang sama. Yuppy begitu perhatian dengan penampilannya, dia agak keras, bahkan di antara kami tidak ada yang pernah berani melawannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jessica, nama terakhir ini tidak hanya teman, sahabat, mimpi, sebuah cerita, benang merah, atau apalah yang bisa aku samakan dengan setengah sisi hidup ini untuknya. Sama seperti teman-temanku yang lain, dia wanita yang ceria, bersemangat, terkadang bila tertawa juga lumayan keras. Aku masih ingat, setiap kita ketempat ini, Jessica selalu memesan Poke Green tea kesukaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring jalannya waktu aku semakin dekat dengan Jessica, kami sering pergi bersama, sehabis pulang kantor atau pun saat weekend. Kami sempat merahasiakan kisah ini ke Fatte, Alice, dan Yuppy tapi akhirnya kami bercerita juga. Ternyata mereka tidak marah atau tidak suka dan malah mendukung kami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu berates-ratus lembar kertas atau halaman yang harus kutulis mengenai kisahku dengan Jessica. Kisah yang begitu indah, kompleks, kadang membuat kita menyerah dan esoknya mulai berjuang kembali. Kisah yang tidak akan pernah mudah untuk dilupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jessica dan aku telah lama berpisah, seiring dengan pindahnya kami dengan kantor itu. Aku pindah ke bilangan Permata Hijau, dan dia pun pindah ke Jakarta Selatan. Sempat kami bertemu dan berkomunikasi namun tidak bertahan lama. Ada begitu masalah yang membuat kami memutuskan untuk tidak bersama lagi. Masalah sederhana yang di mata kami berdua terlalu sulit untuk dipecahkan. Masalah biasa yang sama sekali belum pernah kami temui. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lambat laun, kami tidak pernah berhubungan satu sama lain. Fatte dan Alice masih beberapa kali bertemu dengan ku, sementara Yuppy satu kantor dengan Jessica. Ada rasa ingin bertemu dan berkumpul di Bremer lagi, tidak hanya dengan Jessica, namun berkumpul seperti dulu bersama Alice, Yuppy atau Fatte, tapi semuanya sudah berubah, tidak semudah waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bertemu dengan pagi lagi Sabtu ini. Fatmawati menjadi saksi bisu hilangnya mimpi itu. Sampai hari ini aku masih belum mengerti kenapa aku begitu sulit untuk lepas dari masalah ini. Kisah itu terlalu jelas di rekaman kepala ini. Terlalu keras di kuping ini untuk berulang kali di dengarkan. &lt;br /&gt;Pagi ini aku mendengarkan kembali bait tiap bait lirik lagu sebuah band yang dulu mentas di ajang festival musik rock tahun lalu. Aku dan Jessica begitu antusias menyaksikan penampilan mereka. Dan benar, itu adalah kali terakhir aku menyaksikan sebuah konser musik bersamanya, kali terakhir aku melompat tertawa dan berteriak di lapangan berpasir itu bersamanya. Festival yang begitu identik dengan aku dan dirinya. Cranberries, nama band yang tampil saat itu, aku memegangnya erat dan tak pernah berpikir untuk melepaskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;I'm still remembering the day I gave my life away. &lt;br /&gt;I'm still remembering the time you said you'd be mine. &lt;br /&gt;Yesterday was cold and bare, because you were not there. &lt;br /&gt;Yesterday was cold, my story has been told. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I need your affection all the way. &lt;br /&gt;The world has changed or I've changed in a way. &lt;br /&gt;I try to remain, I'm trying not to go insane. &lt;br /&gt;I need your affection all the way, the way. &lt;br /&gt;Get away  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“I'm still remembering”, Cranberries&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar, pagi ini, seperti sepenggal bait lirik lagu itu I'm trying not to go insane. Kegilaan pagi ini terus aku tekan. Kegilaan dingin ini terus aku sembunyikan. Kegilaan kepala ini terus aku tutupi dengan senyum yang tersisa. Tuhan, tolong aku untuk tidak menjadi gila, segila rasa ini kepada mimpi yang sudah tak tersisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatmawati, 12.12.11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;foto: Lovelytoday.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-575327474829062677?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/575327474829062677/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=575327474829062677' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/575327474829062677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/575327474829062677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2011/12/im-trying-not-to-go-insane.html' title='I&apos;m trying not to go insane'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-a2qocBJQ8z0/TuTrlJ7fhNI/AAAAAAAAALA/ZnMj45TyQJ8/s72-c/4857.48804316.the-cranberries-hl-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-472357679471706053</id><published>2011-11-19T21:20:00.001-08:00</published><updated>2012-01-02T20:44:37.484-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poetwit'/><title type='text'>Yah, Snickers Itu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/--gMmKK3fEO8/TtI3Vgy4soI/AAAAAAAAAK0/YkiGKbJP59I/s1600/Screen%2Bshot%2B2011-11-27%2Bat%2B7.56.18%2BPM.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 234px;" src="http://3.bp.blogspot.com/--gMmKK3fEO8/TtI3Vgy4soI/AAAAAAAAAK0/YkiGKbJP59I/s320/Screen%2Bshot%2B2011-11-27%2Bat%2B7.56.18%2BPM.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679662922787762818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yah snickers itu. beberapa x saat pulang kantor kita tertangkap pulang bersama.km hanya tersenyum simpul,&amp; besoknya aku jadi bulan2an mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yah snickers itu. aku selalu berusaha pulang larut, cuma untuk menunggumu, dan mengantarmu pulang. sialnya, kamu tak pernah menolaknya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yah snickers itu. malam berikutnya, entah kapan tepatnya. aku menunggumu di pasaraya. lucu yah, seakan kita tak mau mereka tahu tentang ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yah snickers itu. entah dari mana kamu dapatkan, aku tak mau tahu. Namun yang paling penting... ini dari kamu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yah snickers itu. kamu menaruhnya tiba2 di atas mejaku... lalu pergi pulang sambil berbicara seadanya. "aku pulang..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yah snickers itu. apakah kamu masih ingat? berapa kali aku menembak kamu,&amp; sama sekali tidak ada jawaban yang jelas...aku ga gampang mnyerah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah snickers itu. Tak bersisa, begitu indah, begitu seru, begitu menyenangkan, begitu ramai, begitu melelahkan, begitu lucu, begitu sepi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah snickers itu. Kamu dan tempat baru, setiap pulang tak ada yg lebih seru dibandingkan menunggumu di parkiran belakang itu :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yah snickers itu. ingatkah saat kamu pindah kantor. bberapa barang kamu, pindah kemejaku. dan kamu tau, sekarang masih ada dimejaku yg baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yah snickers itu. aku tahu dulu temanku suka padamu. bahkan harus brtanya dulu padanya.aku benar2 bingung,tapi trnyata smua trasa dimudahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yah snickers itu. aku selalu binggung, kenapa kita bisa bersama? padahal km suka pasta, aku suka soto.sering kita harus mikir lama tuk makan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah snickers itu, sampai sekarang aku masih bertanya. Did I was special for you?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21 hari sebelum ulang tahun ku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatmawati. 00.15&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Foto: Flickr.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-472357679471706053?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/472357679471706053/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=472357679471706053' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/472357679471706053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/472357679471706053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2011/11/yah-snickers-itu.html' title='Yah, Snickers Itu'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/--gMmKK3fEO8/TtI3Vgy4soI/AAAAAAAAAK0/YkiGKbJP59I/s72-c/Screen%2Bshot%2B2011-11-27%2Bat%2B7.56.18%2BPM.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-3251627731581692079</id><published>2011-11-11T03:42:00.000-08:00</published><updated>2012-01-02T20:45:10.804-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poetwit'/><title type='text'>Burgerking untuk Kamu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-hHCcVR5o8sI/Ts4F-0DE4cI/AAAAAAAAAKc/PY5H9MAW1Pg/s1600/Screen%2Bshot%2B2011-11-21%2Bat%2B2.04.09%2BPM.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 232px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-hHCcVR5o8sI/Ts4F-0DE4cI/AAAAAAAAAKc/PY5H9MAW1Pg/s320/Screen%2Bshot%2B2011-11-21%2Bat%2B2.04.09%2BPM.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5678482756842348994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;burgerking untuk kamu. memang tersisa satu, cuma satu. Itu juga dari teman, lalu aku hanya ingat kamu. paling tidk skadar salam "aku disini"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;burgerking untuk kamu, sempat aku memberanikan 1-2 senyuman, lalu aku tarik kembali. aku malu, dan takut tak berbalas..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;burgerking untuk kamu, aku sempat pindah meja kerja. kamu tahu? yah di depan kurir2 bekerja. di situ aku melihat mu dari pagi hingga pulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;burgerking untuk kamu, pertama kali berdialog denganmu hanya melalui pesan instan di internet. Semakin menunduk saat kamu melewati mejaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;burgerking untuk kamu, mungkin kamu tidak sadar, aku selalu memperhatikan dirimu saat kamu melewati bilik meja team dunia maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;burgerking untuk kamu. sial ada teman kerja, wanita dan menyebalkan berteriak saat aku ingin memberikannya untuk mu " ciyeeeee, uhuyy!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;burgerking untuk kamu, saat kamu dan teman2 pergi ke bandung, aku sebenarnya ingin ikut tapi lagi2 cuma burger ini yg pertama kali menyapamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;burgerking untuk kamu, tahun baru 2010. kamu mengajakku untuk bergabung, kenapa aku begitu enggan? Aku takut untuk membuka pintu itu lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;burgerking untuk kamu, festival jazz itu, kita terpisah dengan 2 orang cerewet, aku menggenggam mu untuk pertama kalinya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;burgerking untuk kamu, untuk pertama kalinya aku ikut berkumpul dengan kamu dan teman2 kamu, aku diam tapi menyenangkan di beer garden itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;burgerking untuk kamu, untuk pertama kalinya aku mengantarmu pulang, dan kamu bercerita tentang seseorang yang sedang kamu dekati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;burgerking untuk kamu, saat funday kita semua bermain bowling. yah, aku mengangkat gitar listrik dari kost, tapi sama sekali tak km lihat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;burgerking untuk kamu, yah memang hanya untuk kamu. nanti kalau ada burgerking lagi mungkin cuma kamu yang aku ingat :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@jonokool&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatmawati, 27 Oct 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;foto: Istimewa :p&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-3251627731581692079?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/3251627731581692079/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=3251627731581692079' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/3251627731581692079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/3251627731581692079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2011/11/burgerking-untuk-kamu.html' title='Burgerking untuk Kamu'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-hHCcVR5o8sI/Ts4F-0DE4cI/AAAAAAAAAKc/PY5H9MAW1Pg/s72-c/Screen%2Bshot%2B2011-11-21%2Bat%2B2.04.09%2BPM.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-5396167823435537092</id><published>2011-11-11T03:25:00.000-08:00</published><updated>2012-01-02T20:45:31.494-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poetwit'/><title type='text'>Stasiun Tugu dan Kereta Bisnis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-TeGD_lK06Fk/Tr0GpVftenI/AAAAAAAAAJ8/LNIFLukqXjc/s1600/stasiun_tugu-jogja.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-TeGD_lK06Fk/Tr0GpVftenI/AAAAAAAAAJ8/LNIFLukqXjc/s320/stasiun_tugu-jogja.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5673698412771244658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stasiun tugu dan kereta bisnis. Biru yang tiada habis. Apa kabar mimpi yg mulai terkikis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stasiun tugu dan kereta bisnis. Senyum itu dulu begitu manis. Meski lelah dengan pedagang yg sangat berisik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stasiun tugu dan kereta bisnis. mengais tiket2 sisa yang hampir habis. Lalu kita berkata "cobalah sekali-kali kalau berani"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stasiun tugu dan kereta bisnis, dr awal saja sudah susah, ternyata pulangnya lebih susah. Kereta bisnis lbh mirip KRL jkt-bgr bonus kursi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stasiun tugu dan kereta bisnis. Menuju stasiun dengan tukang ojeg alumni Moto GP, dengan lelah orang jelek itu malah punya teman calo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stasiun tugu dan kereta bisnis. Aku kamu dan orang jelek pun sempat bingung. Pukul 6 sore masih di jalan menuju stasiun,apa kabar tiket itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stasiun tugu dan kereta bisnis. Headphone ala malioboro pun hanya bertahan sementara. Malah sekarang makin menjengkelkan selalu nyangkut2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stasiun tugu dan kereta bisnis. Satu per satu kita tidur bergantian. Yang dua pulas yang satu sibuk melihat barang2 bawaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stasiun tugu dan kereta bisnis, beberapa hari sebelum berangkat. Kita bertemu di kampus itu,kamu turun dr mobil,aku sibuk dengan dagangan itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stasiun tugu dan kereta bisnis. Ini kali pertama aku kerumah mu. Naik vespa tua, dan sempat mampir minum jahe hangat di alun2 pagi itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stasiun tugu dan kereta bisnis. Mimpi itu masih tertata rapih di kotak kertas oleh2 kita. Masih aku simpan rapat2 meski sobek2 saat perjalanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stasiun tugu dan kereta bisnis. Ini memang kali pertama aku pergi kerumahmu, lalu apa ini juga jadi yang terakhir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stasiun tugu dan kereta bisnis, sampai di sini cerita ttg perjalanan itu, sampai di sini, di stasiun Senen rel kereta ini pun habis&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Stasiun tugu dan kereta bisnis. Biar saja aku cuap2 di sini. Mumpung belum malu hidup dengan masa lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stasiun tugu dan kereta bisnis. Waktu itu lebih indah di bandingkan stasiun Gare De Lyon dan TGV kelas bisnis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@jonokool&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angkringan Fatmawati 26 Oct 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;foto: pemanisbuatan.wordpress.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-5396167823435537092?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/5396167823435537092/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=5396167823435537092' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/5396167823435537092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/5396167823435537092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2011/11/stasiun-tugu-dan-kereta-bisnis.html' title='Stasiun Tugu dan Kereta Bisnis'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-TeGD_lK06Fk/Tr0GpVftenI/AAAAAAAAAJ8/LNIFLukqXjc/s72-c/stasiun_tugu-jogja.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-24142376486517236</id><published>2011-08-27T06:40:00.000-07:00</published><updated>2012-01-02T20:45:46.668-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Biru!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-WdeS7HDJGhY/Tlj0XyTxZRI/AAAAAAAAAJg/GRKM1kX9uds/s1600/tree-in-light-blue.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-WdeS7HDJGhY/Tlj0XyTxZRI/AAAAAAAAAJg/GRKM1kX9uds/s320/tree-in-light-blue.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5645530822387787026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu, titik, spasi, kalimat…&lt;br /&gt;Mulai hilang, pergi tak pernah menyapa…&lt;br /&gt;Kekakuan berlalu…&lt;br /&gt;Tak bergerak dan atau malah malu-malu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini jalan buntu,&lt;br /&gt;Malam minggu yang biru,&lt;br /&gt;Buat apa harus menunggu?&lt;br /&gt;Biar pergi bila memang tak mau..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, August 27, 2011 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Photo: Google.co.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-24142376486517236?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/24142376486517236/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=24142376486517236' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/24142376486517236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/24142376486517236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2011/08/biru.html' title='Biru!'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-WdeS7HDJGhY/Tlj0XyTxZRI/AAAAAAAAAJg/GRKM1kX9uds/s72-c/tree-in-light-blue.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-4271288364258711239</id><published>2011-08-24T04:15:00.000-07:00</published><updated>2011-08-28T11:03:18.285-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seni dan Budaya'/><title type='text'>Ramadhan dan Kebaikan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-CLlM_2t1MWA/TlTdwNj3fEI/AAAAAAAAAJY/HZV4P-engEk/s1600/Ramadhan-1432H.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-CLlM_2t1MWA/TlTdwNj3fEI/AAAAAAAAAJY/HZV4P-engEk/s320/Ramadhan-1432H.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5644380053345631298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bulan Ramadhan atau banyak yang diantara kita yang menyebutnya bulan puasa merupakan bulan suci bagi umat muslim. Tak ayal bulan ini begitu dinantikan oleh teman-teman muslimin dah muslimah di seluruh dunia. Umumnya suasana bulan ini begitu berbeda dibandingkan bulan-bulan lainnya, sekilas suasana islami ataupun dekorasi timur tengah biasanya banyak mewarnai sudut-sudut kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, dimana mayoritas penduduknya adalah umat Islam begitu antusias merayakan datangnya bulan ini. Sejak kecil bahkan saya merasa bahwa bulan puasa adalah bulan yang paling banyak memiliki memori terindah. Buka puasa bersama keluarga, yang mungkin tanpa hadirnya bulan puasa kami sekeluarga sangat jarang makan bersama. Kemudian dilanjutkan dengan sahur bersama dan hal yang sampai sekarang masih saya rindukan, menunggu fajar sambil bermain di seputaran komplek rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas nostalgia indah setiap umat muslim saat bulan puasa, Allah SWT juga memerintahkan bahwa berlomba-lombalah kita dalam melakukan kebaikan. Meski kita juga harus melakukannya di bulan yang lain, tapi Allah menggandakan pahala atau berkah bila kita melakukan kebaikan di bulan ini. Maka tidak heran, banyak sumbangan-sumbangan terjadi dibulan ini, yang sayangnya malah merugikan sesama. Mereka berantrian hanya untuk mendapatkan beras atau sembako murah. Tua, muda, anak-anak menjadi korban buat mereka yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya banyak lembaga-lembaga yang memang sangat berkompeten untuk menyalurkan bantuan ini. Organisasi-organisasi yang sangat berpengalaman dalam memberikan bantuan yang tepat sasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan ramadhan ini, selaku masyarakat Jakarta pada umumnya, yang gemar mengakses berita-berita internet serta jejaring sosial yang ada, saya begitu bangga dengan berbagai gerakan yang juga  peduli terhadap sesama. Ada LG yang membantu dengan memberikan donasi berupa beras, ada Chocholatos yang juga memberikan sumbangan melalu situs jejaring  Bahkan Dove, salah satu produk untuk wanita juga melakukan kampanye donasi #realcare yang bekerja sama dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui hashtag #realcare Dove menyumbangkan donasi untuk ibu-ibu yang memiliki usaha kecil supaya mampu menafkahi keluarga dan mampu memberikan buah hati mereka pendidikan yang layak. Subhanallah, di bulan penuh rahmat ini, tidak hanya kita khususnya umat muslim, bahkan semua pihak berlomba-lomba untuk melakukan kebaikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang teman yang nampaknya tidak menyukai “gaya baru” sumbangan melalui sosial media yang dilakukan beberapa perusahaan di atas. Ia mengatakan bahwa umat menjadi lebih gampang untuk melakukan suumbangan. Hanya dengan follow ini itu, dan bahkan hanya “ngetwit” udah bisa nyumbang. Ini membuat mereka malas untuk berbuat kebaikan nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sama sekali tidak sependapat dengan opini itu, justru Allah SWT malah memberikan begitu banyak kemudahan untuk kita menjalankan ibadah termasuk berbuat baik kepada sesama. Masih ingatkah kita dengan peristiwa isra mi’raj dimana Rosulullah memohon untuk diberikan begitu banyak kemmudahan bagi umatnya untuk beribadah? Dengan begitu mudahnya kita membantu sesama justru menambah kebaikan buat mereka yang membutuhkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin yang ditekankan adalah bukan “gampangnya” melakukan ibadah atau kebaikan, tapi sudah begitu mudahnya kita di beri kesempatan untuk berbuat kebaikan di bulan ramadhan ini, lalu apa kita masih tidak mau melakunnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta  24 Ramadhan  1432H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Poto: astamediagroup.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-4271288364258711239?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/4271288364258711239/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=4271288364258711239' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/4271288364258711239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/4271288364258711239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2011/08/ramadhan-dan-kebaikan.html' title='Ramadhan dan Kebaikan'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-CLlM_2t1MWA/TlTdwNj3fEI/AAAAAAAAAJY/HZV4P-engEk/s72-c/Ramadhan-1432H.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-9181895282512728389</id><published>2011-08-21T12:44:00.000-07:00</published><updated>2011-08-21T13:03:12.801-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Prosa'/><title type='text'>Roller Coaster Raksasa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-_C-2js32OSE/TlFg8xguC3I/AAAAAAAAAJQ/4Mt0NQ-BuEg/s1600/roller-coaster.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-_C-2js32OSE/TlFg8xguC3I/AAAAAAAAAJQ/4Mt0NQ-BuEg/s320/roller-coaster.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5643398405270932338" /a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dubai 39 derajat.&lt;br /&gt;Satu ransel, satu tas punggung yang di taruh di depan (pemakaian yang tidak lazim, tapi mau bagaimana lagi sudah penuh satu punggung dengan separuh badan penuh pakain dan perbekalan), membuat sedikit sesak paru ini untuk menghisap udara padang pasir yang panas. Sempat mengintip tadi di atas sana, padang pasir aneh ini ternyata berada di atas laut. Membentuk seperti pulau-pulau kecil yang unik dan menyebar, tapi hanya pasir. Tidak ada batu, apalagi tanah meski ada sedikit pohon yang tampak dipaksakan untuk hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih di dalam sebuah ruang besar yang tampak begitu riweh dengan hiruk pikuk semua jenis manusia di dunia ini. Dari hitam sampai putih, dari bermata sipit hingga beralis tebal, dari bermata biru hingga berjenggot lebat. Seperti sebuah miniatur dunia kecil yang berdesak-desakan dalam sebuah ruang kecil. Sebentar tersadar dari pikiran yang menerawang jauh ini, aku sempat melirik lagi keluar jendela, begitu terang, begitu panas begitu kagum dengan manusia di luar sana yang dapat hidup di cuaca seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menunggu merupakan pekerjaan paling membosankan di seluruh dunia, benar, 4 jam terperangkap di miniatur dunia ini sambil menunggu burung jemputan itu menuju ke negeri nun jauh di sana. Sembari mengunyah roti yang baru saja di beli di toko bertuliskan huruf arab (maaf saya tidak sempat membaca nama toko tersebut, lagi pula kemampuan saya membaca tulisan arab tidak sehebat guru ngaji saya di Jakarta dulu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelah mulai menghinggapi mata ini, ribuan kilometer terlewati begitu saja. Jadi teringat peristiwa beberapa jam yang lalu, dimana roller coaster terbesar di dunia bekerja. “Subhanallah, Allahu Akbar…” teriak wanita di kursi belakang sambil berpegangan erat, mungkin hampir menjambak rambut ini. Beberapa tas sempat jatuh dari atas bagasi. Beberapa pramugari cantik memberikan aba-aba untuk tetap tenang. Gelas ini tumpah sedikit, namun masih berhasil saya kendalikan dengan kedua tangan yang semakin dingin saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman di samping ini entah seperti terlelap pulas atau pura-pura tidak merasakan kejadian itu. Pesawat terasa seperti turun beberapa meter dari ketinggian, bumi seakan menarik kami sekencang mungkin. Kaki ini sama sekali tak mampu merasakan lantai yang biasanya sangat ramah untuk dipijak. Hanya beberapa detik kejadian tadi padahal, tapi benar-benar roller coaster tergila yang pernah saya naiki. Gurun pasir ber”AC” ini begitu membuat diri ini bahagia, begitu membuat diri ini bernyanyi lepas, begitu membuat saya seperti orang yang hilang akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melompat kesana kemari, tanpa takut akan terjatuh, melihat kanan kiri tanpa ada hambatan atau dinding sempit yang menghalangi. “Yah ampunn… 7 jam gila, ga mau naik pesawat lagi…. Cukup ya Allah sampai Dubai ajah, ga perlu terus sampai Paris, Cannes or Milan… takut naik pesawat…” kata ku dalam hati sambil mencuci tangan ini biar tidak terus gemetar… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dubai, 19 June 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Photo: ngerumpi.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-9181895282512728389?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/9181895282512728389/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=9181895282512728389' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/9181895282512728389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/9181895282512728389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2011/08/roller-coaster-raksasa.html' title='Roller Coaster Raksasa'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-_C-2js32OSE/TlFg8xguC3I/AAAAAAAAAJQ/4Mt0NQ-BuEg/s72-c/roller-coaster.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-8354663008045168990</id><published>2009-08-14T10:40:00.000-07:00</published><updated>2009-08-14T11:01:29.754-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seni dan Budaya'/><title type='text'>The Art is available in Mall and Dept Store Now...</title><content type='html'>Jakarta Art Festival 2009 at Pacific Place “Indonesian Art Festival &amp; 50 M Hanging Art Work Installation” August 1-31. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seni, kadang cukup unik. Dia bisa ada dimana saja, dalam bentuk apa saja. Bahkan ketika orang lain bilang itu sampah, saya malah bilang itu indah. Seni dan isi kepala ini memang cukup abstrak.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SoWmMJBh8iI/AAAAAAAAAHY/fx0DqKAkNnk/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 318px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SoWmMJBh8iI/AAAAAAAAAHY/fx0DqKAkNnk/s320/4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369880858220163618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SoWmLpJ7iZI/AAAAAAAAAHQ/HE14hIo4s98/s1600-h/5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 306px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SoWmLpJ7iZI/AAAAAAAAAHQ/HE14hIo4s98/s320/5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369880849665460626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SoWmLES6ntI/AAAAAAAAAHI/Se5ADtPaOXk/s1600-h/8.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 318px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SoWmLES6ntI/AAAAAAAAAHI/Se5ADtPaOXk/s320/8.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369880839771037394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SoWjw1qEHpI/AAAAAAAAAHA/rdYAB6P53v8/s1600-h/13082009182.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SoWjw1qEHpI/AAAAAAAAAHA/rdYAB6P53v8/s320/13082009182.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369878190141742738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SoWjwnmjKxI/AAAAAAAAAG4/cZ2hKNK_dxc/s1600-h/13082009195.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SoWjwnmjKxI/AAAAAAAAAG4/cZ2hKNK_dxc/s320/13082009195.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369878186368903954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SoWjwBZRQBI/AAAAAAAAAGw/6d56M5ulTxg/s1600-h/13082009187.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SoWjwBZRQBI/AAAAAAAAAGw/6d56M5ulTxg/s320/13082009187.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369878176112656402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SoWjvpYwbhI/AAAAAAAAAGo/VVE1I8VTEfo/s1600-h/13082009188.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SoWjvpYwbhI/AAAAAAAAAGo/VVE1I8VTEfo/s320/13082009188.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369878169668054546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SoWjvHoe0EI/AAAAAAAAAGg/DXNRK2YBjWM/s1600-h/13082009193.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SoWjvHoe0EI/AAAAAAAAAGg/DXNRK2YBjWM/s320/13082009193.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369878160607203394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SoWiSo1IyWI/AAAAAAAAAGQ/Yq92rV7hyl0/s1600-h/13082009181.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SoWiSo1IyWI/AAAAAAAAAGQ/Yq92rV7hyl0/s320/13082009181.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369876571790821730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SoWi4FuivJI/AAAAAAAAAGY/z048EmwMbS8/s1600-h/13082009185.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SoWi4FuivJI/AAAAAAAAAGY/z048EmwMbS8/s320/13082009185.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369877215202950290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-8354663008045168990?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/8354663008045168990/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=8354663008045168990' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/8354663008045168990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/8354663008045168990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2009/08/art-is-available-in-mall-and-dept-store.html' title='The Art is available in Mall and Dept Store Now...'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SoWmMJBh8iI/AAAAAAAAAHY/fx0DqKAkNnk/s72-c/4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-5400804012708120494</id><published>2009-08-07T12:34:00.000-07:00</published><updated>2009-08-07T13:57:26.730-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Tanya Rintik Kepada Hujan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SnyU8cgQNrI/AAAAAAAAAF4/R0UvJCZioN4/s1600-h/night_sky.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SnyU8cgQNrI/AAAAAAAAAF4/R0UvJCZioN4/s320/night_sky.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5367328622083323570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Coba diam untuk menikmati dingin,&lt;br /&gt;Apa karena manifestasi Hujan, Rintik menjadi linglung?&lt;br /&gt;Hujan, biarlah Hujan dengan egonya yang bodoh,&lt;br /&gt;Melewati anak benua untuk mengejar mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba dengarkan suara Rintik si sejoli Hujan selama ini,&lt;br /&gt;"Hujan, apakah bintang masih bisa kamu lihat dari sini?" Tanya Rintik,&lt;br /&gt;"Kalau memang sudah tidak bisa kamu lihat, untuk apa terus kamu cari?" tambahnya&lt;br /&gt;Hujan menoleh ke arah Rintik, dan tersenyum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bintang memang sudah tidak dapat terlihat dengan jelas," sebut Hujan,&lt;br /&gt;"Namun, apakah jika kamu tidak dapat melihat bintang, itu berarti dia sudah tidak ada?" Tanya Hujan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rintik terdiam sejenak, dia menoleh pada Embun yang masih mendengarkan dengan seksama sedari tadi.&lt;br /&gt;Rintik bingung, dan menggelengkan kepala,&lt;br /&gt;"Apakah bintang yang kamu maksud ini Burung?" Tanya Hujan&lt;br /&gt;"Apakah aku salah tetap menyimpan sesuatu yang paling berharga dalam ingatan ini?" Tanya balik Hujan kepada Rintik,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Embun membisikan sesuatu kepada Rintik, "Jangan saat ini kau katakan pada Hujan, bahwa Burung sudah pergi bersama Malam tadi sore."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, 3.38 am&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-5400804012708120494?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/5400804012708120494/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=5400804012708120494' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/5400804012708120494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/5400804012708120494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2009/08/tanya-rintik-kepada-hujan.html' title='Tanya Rintik Kepada Hujan'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SnyU8cgQNrI/AAAAAAAAAF4/R0UvJCZioN4/s72-c/night_sky.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-1049251255183815183</id><published>2009-07-31T11:25:00.000-07:00</published><updated>2009-07-31T12:46:13.275-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Omong Kosong'/><title type='text'>Mie Rebus dan Telur Setengah Matang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SnNHlWunAiI/AAAAAAAAAFw/uqlpXTYRNJA/s1600-h/289495268_18f83bf27e_m.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 179px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SnNHlWunAiI/AAAAAAAAAFw/uqlpXTYRNJA/s320/289495268_18f83bf27e_m.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364710288210199074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apa sebenarnya yang manusia cari dalam hidup? Harta, selebritas, ilmu atau justru nafsu serta ego manusia itu sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat pukul 9.30 siang gelap ini telah berevolusi menjadi terang. Bising kendaraan bermotor dari balik jendela seakan menjewerku dan berteriak seenaknya, " &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Cuy&lt;/span&gt;! Sudah siang, bangun &lt;span style="font-style:italic;"&gt;donk&lt;/span&gt;!" Teriaknya begitu jelas di kuping kiri ini, tapi makin menghilang setelah melewati kepala lalu keluar melalui kuping kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kata orang, bangun pagi banyak rejeki, bangun siang, rejekinya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;udah&lt;/span&gt; hilang diambil orang," seru suara bising kendaraan bermotor itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aaah, setiap pagi mereka selalu menggangguku dengan filosofi-filosofi murahan itu," gumamku dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi coba kalau kita telisik lebih jauh, filosofi murahan itu bisa menggelitik pikiranku pagi ini. "Bangun pagi banyak rejeki, bangun siang rejekinya sudah hilang? Ah, masa sih? Bagaimana kalau kita memang kerjanya shift malam? Jadi yah memang dia hanya dapat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;fulus&lt;/span&gt; gara-gara kerja di malam hari" pikirku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru bangun tidur, tapi lamunanku sudah lebih jauh dari kamar mandi kost ku. Gara-gara knalpot Bajaj berisik tadi aku jadi teringat cerita seorang teman kuliahku dulu. " &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Gw&lt;/span&gt; lebih efektif bila bekerja di malam hari, apalagi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;after midnite&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Gw&lt;/span&gt; bisa lebih maksimal," jelasnya waktu itu. Cukup menarik apa yang telah dikatakannya itu, Aku sendiri malah sangat menikmati bekerja di malam hari. Ada sentuhan tersendiri saat harus bekerja pada malam hari. Suasana mistis, hening dan kelam cukup bisa membuat kepala ini semakin tenggelam bersama carut-marut pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu malam saat semua jalan terasa buntu ketika sedang mengerjakan sebuah tugas, aku mampir sebentar ke warung kopi yang masih berada di sekitar tempat kost ku. "Mie rebus dan telur setengah mateng kang," pintaku pada si empunya warung kopi ini. Tak berapa pesananku pun tiba, " silahken kang, seperti biasa mie rebus dan telur setengah matengnya," sebut si akang itu. "Tapi kang, kalau malem begadang terus, dan siang juga berangkat kerja, makannya cuma beginian apa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ga&lt;/span&gt; sayang sama umur?" Tanya si akang warung kopi sambil tersenyum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa bilang saya sayang sama umur? Saya cuma sayang sama Mie rebus dan telur setengah mateng ini, sayang kalau tidur nanti malah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ga&lt;/span&gt; bisa menikmati sajian ini dini hari. Sayang kalau tidur ga selesai semua kerjaan, sayang kalau tidur banyak waktu yang jadi sia-sia. Sayang kalau tidur &lt;span style="font-style:italic;"&gt;nggak&lt;/span&gt; bisa memaksimalkan semua kesempatan, sayang kalau tidur malah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;nggak&lt;/span&gt; mau bangun lagi," jawab ku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Loooh... dan jam 11 belum mandi! ini gmana??" Teriakku sekencang-kencangnya sambil membawa handuk dan perlengkapan mandi....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, 12th Dec 2008. 2,30 pm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-1049251255183815183?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/1049251255183815183/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=1049251255183815183' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/1049251255183815183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/1049251255183815183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2009/07/mie-rebus-dan-telur-setengah-matang.html' title='Mie Rebus dan Telur Setengah Matang'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SnNHlWunAiI/AAAAAAAAAFw/uqlpXTYRNJA/s72-c/289495268_18f83bf27e_m.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-2809823747514717996</id><published>2009-07-24T07:19:00.000-07:00</published><updated>2009-07-31T11:10:18.557-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Prosa'/><title type='text'>Kisah Burung Berteduh dari Hujan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SmqCVLUTXMI/AAAAAAAAAFA/DY7t4wRozQc/s1600-h/rain-girl.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 194px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SmqCVLUTXMI/AAAAAAAAAFA/DY7t4wRozQc/s320/rain-girl.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5362241606664805570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Photo: deadmansbones.wordpress.com&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu, Hujan masih terus bekerja. Padahal Dia sudah bekerja dari malam kemarin. Hasil kerjanya cukup menakutkan, ia berhasil mengelabui binatang-binatang di hutan karena beberapa jalan yang berlubang tertutup oleh air. Beberapa Ranting harus hanyut dibawa Sungai entah kemana. Hampir seluruh penghuni Hutan pun merasakan kerja keras Hujan, bahkan ada yang bilang Dia terlalu berlebihan hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang sebenarnya diinginkan Hujan. Toh cita-citanya untuk tetap menjaga Burung agar tidak terbang dan pergi jauh sudah sirna? Burung tidak mau terus-terusan diguyur Hujan sampai mati kedinginan. Bukan hanya kebebasanya yang dia cari, tapi juga bertahan hidup dari Udara dingin akibat Hujan. Burung telah pergi jauh bersama teman-temannya. Meninggalkan Hujan sendiri tanpa sedikit pun senyum yang ditinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang Hujan saat ini lakukan? Dia bekerja begitu keras hingga lupa waktu. Ia seperti bekerja tanpa tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku tidak bekerja saat ini, aku tidak marah, saat ini. Aku hanya mengikuti apa yang ayah lakukan, melakukan apa yang aku mau saat ini," jelas Hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu tahun kemudian, Burung kembali ke sangkar lamanya. Ia terlihat begitu kelelahan setelah mengarungi samudera bersama teman-temannya. Matanya mulai sayu, terlihat begitu lemas. Dua pasang garis lengkung hitam  di bawah matanya mulai setia menemaninya hari demi hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga pada suatu pagi dia menemukan Udara begitu panas, Langit begitu terang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemana Hujan? Dia yang selalu ingin mengguyurku dengan airnya itu?" Tanya Burung kepada Sungai dan Gunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukannya dia selalu ada di sekitarmu yah? Apakah kau tidak merasakannya? Hujan selalu ada menemanimu, tapi kali dia tidak bisa mengeluarkan air. Karena setelah kepergianmu, dia selalu menangis tanpa air mata. Kau akan begitu dekat merasakan kehadirannya saat Pagi tiba," Jelas Gunung...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemang, 25 July 2009. 10.42 Am&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-2809823747514717996?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/2809823747514717996/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=2809823747514717996' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/2809823747514717996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/2809823747514717996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2009/07/kisah-burung-berteduh-dari-hujan.html' title='Kisah Burung Berteduh dari Hujan'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SmqCVLUTXMI/AAAAAAAAAFA/DY7t4wRozQc/s72-c/rain-girl.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-7496807687739871618</id><published>2009-07-19T14:13:00.000-07:00</published><updated>2009-07-31T11:14:20.025-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Omong Kosong'/><title type='text'>Takut dengan Antusiasme</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SmOUYEGZfNI/AAAAAAAAAE4/PcwlGVqyaSE/s1600-h/DSC02102.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SmOUYEGZfNI/AAAAAAAAAE4/PcwlGVqyaSE/s320/DSC02102.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5360291122639371474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Di pinggir jalan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang teman yang sebenarnya terlihat sangat bahagia sekali. Terlepas dari semua beban yang ada dikepalanya, ia terlihat begitu bersemangat. Apa yang membuatnya begitu bersemangat? Hingga saat saya berkesempatan untuk sekadar &lt;span style="font-style:italic;"&gt;sharing&lt;/span&gt; dengan dia barulah ia bercerita panjang lebar. Semua berawal dari ketertarikan dirinya terhadap pekerjaannya. "Saya benar-benar begitu tertarik dengan bidang yang saya geluti saat ini, begitu dinamis dan sangat menantang," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senang mendengar kalimat tersebut keluar dari mulutnya, pria yang biasanya lebih banyak diam, dan sibuk dengan carut-marut kesibukannya dengan garis lengkung yang bukan hadir di bibirnya sebagai senyuman. Namun garis lengkung di dahinya yang selalu membuat wajahnya tampak seperti orang bingung. Benar saja, hampir sepanjang pembicaraan dia begitu antusias mengeluarkan teori-teori baru dan cukup menarik, meski dia tidak terlalu yakin karena memang ini masih terlalu baru juga baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang membuat saya tambah kagum adalah keputusannya yang begitu cepat juga untuk mengakhiri ketertarikannya ini. Dalam hitungan menit dia menjelaskan dua tema yang sama sekali jauh berbeda dengan intonasi yang sama-sama begitu tinggi. "Saya merasa harus segera menghentikan antusiame ini dalam waktu dekat, ingin sekali membunuh antusiasme ini, dan kembali ke manusia biasa yang jauh dari obsesi dan tantangan," tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut hemat saya, apa yang dijelaskannya ini sukar saya cerna. Seseorang yang begitu menyukai profesinya ini malah takut dengan antusiasmenya sendiri. "Bayangkan saat saya berada di rumah, di depan anak dan istri saya sendiri, yang ada di kepala ini hanya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;challenge, and how to make effective strategy for my job&lt;/span&gt;! lebih baik saya bikin tambak ikan di laut hahaha..." ucapnya sembari tertawa yang kemudian diiringi seruputan teh tubruk hangat di warung Mas Agus di pinggir jalan raya Solo-Jogja malam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketakutan teman saya itu memang masuk akal, terkadang keinginan yang terlalu berlebihan atau yang teman saya selalu bilang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kehausan akan Ilmu&lt;/span&gt; bisa jadi bumerang bagi kepalanya sendiri. Hingga meski hanya sebatas guyonan, dia mau melepaskan apa yang ada padanya untuk menjadi seorang petani tambak yang begitu jauh dari bidang pekerjaannya selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski telah berulang kali saya pikir memang cukup masuk akal, tapi sekali lagi sulit untuk mencernanya. Kenapa dia bisa berpikir seperti itu, apakah karena dia tidak mampu menerima tantangan itu semua? Tidak mampu membagi waktu dengan keluarga? Mau mencari pekerjaan yang tidak terlalu dinamis dan berubah dengan cepat seperti petani tambak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya takut dengan antusiasme ini, karena saya tidak tahu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;how to manage this enthusiasm&lt;/span&gt;", ungkapnya datar... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemang 20th July 2009, 4am WIB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-7496807687739871618?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/7496807687739871618/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=7496807687739871618' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/7496807687739871618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/7496807687739871618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2009/07/takut-dengan-antusiasme.html' title='Takut dengan Antusiasme'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SmOUYEGZfNI/AAAAAAAAAE4/PcwlGVqyaSE/s72-c/DSC02102.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-1733946554922123212</id><published>2009-06-19T14:32:00.000-07:00</published><updated>2009-07-31T11:15:05.903-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Masih Ada Memoar di Meja Itu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SjwF0uP_dII/AAAAAAAAAEw/1YeMNObsyoo/s1600-h/DSC02080.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SjwF0uP_dII/AAAAAAAAAEw/1YeMNObsyoo/s320/DSC02080.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349156860735747202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jalan Braga. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa aku begitu menikmati apa yang sudah aku alami sekarang?&lt;br /&gt;Kenapa rasa ini baru muncul saat ini, bukan kemarin-kemarin?&lt;br /&gt;Lalu kenapa aku malah menanyakannya sekarang?&lt;br /&gt;Dan, kenapa aku seperti orang linglung dalam keramaian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku coba merunut apa yang sebenarnya terjadi,&lt;br /&gt;Hari demi hari kuhitung, sebenarnya apa yang salah dengan kepala ini?&lt;br /&gt;Tidak ada malah, tapi kenapa aku merasakan sesuatu yang berbeda?&lt;br /&gt;Begitu menyenangkan dari sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, heh, seperti biasa. Aku selalu membantah apa yang sudah aku keluarkan sendiri.&lt;br /&gt;Seperti masih ada yang tertinggal sebagian di tempat itu.&lt;br /&gt;Sesuatu yang “rasanya” terlalu berat untuk menafikannya.&lt;br /&gt;Terlalu, cantik untuk aku hapus begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, memang bekas dokumen itu “sebenarnya” masih tertata rapih di meja itu,&lt;br /&gt;Masih dengan mudahnya aku baca kembali,&lt;br /&gt;Dan benar, masih ada memoar di meja itu&lt;br /&gt;Memoar terindah yang pernah aku buat di meja itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemang, 20th June 09. 04.30 am&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-1733946554922123212?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/1733946554922123212/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=1733946554922123212' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/1733946554922123212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/1733946554922123212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2009/06/masih-ada-memoar-di-meja-itu.html' title='Masih Ada Memoar di Meja Itu'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SjwF0uP_dII/AAAAAAAAAEw/1YeMNObsyoo/s72-c/DSC02080.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-8053068267448274832</id><published>2009-06-14T11:07:00.000-07:00</published><updated>2009-06-14T11:24:12.676-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Sunyi....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SjU_9aQqFhI/AAAAAAAAAEo/FVSg-3XlCJs/s1600-h/DSC02609.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SjU_9aQqFhI/AAAAAAAAAEo/FVSg-3XlCJs/s320/DSC02609.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347250456826091026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;" Masih ada sunyi di sini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SjU-uiSg17I/AAAAAAAAAEg/iu889uCT-ZU/s1600-h/DSC02599.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SjU-uiSg17I/AAAAAAAAAEg/iu889uCT-ZU/s320/DSC02599.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347249101771691954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Pintu untuk kamu, sunyi..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SjU-uetaYfI/AAAAAAAAAEY/HG8AerIvaK8/s1600-h/DSC02590.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SjU-uetaYfI/AAAAAAAAAEY/HG8AerIvaK8/s320/DSC02590.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347249100810772978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Aku masih bisa melihatmu di sini..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya ingin berteriak pada sunyi,"Aku ingin membawamu berlari sampai jauh, sampai aku lupa bahwa hanya ada kamu di dunia ini"...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemang, 15 June 09&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;01.15 am&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-8053068267448274832?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/8053068267448274832/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=8053068267448274832' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/8053068267448274832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/8053068267448274832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2009/06/sunyi.html' title='Sunyi....'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SjU_9aQqFhI/AAAAAAAAAEo/FVSg-3XlCJs/s72-c/DSC02609.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-3002598903620575056</id><published>2009-05-08T09:09:00.000-07:00</published><updated>2009-05-19T06:39:19.919-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Prosa'/><title type='text'>Hujan dan Burung</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SgRhgLE-HWI/AAAAAAAAAEQ/OMl4dhhNqR8/s1600-h/06075.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 239px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SgRhgLE-HWI/AAAAAAAAAEQ/OMl4dhhNqR8/s320/06075.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333495064070856034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tetesan air itu masih tetap sibuk dengan beberapa temannya. Bersenda gurau, tanpa beban meluncur dari satu daun ke daun lainnya. Dingin dan lembab pun tak ingin ketinggalan untuk ambil bagian dalam opera alam ini. Mereka saling berteriak dan tertawa satu sama lain. Sementara burung-burung masih diam termangu di sarang-sarang mereka sembari menghangatkan diri dan berharap udara kembali hangat secepatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku, iyah Aku begitu menyukai keadaan ini meski aku sudah tidak bekerja lagi. Aku, iyah Aku masih setia menikmati keadaan ini sehabis bekerja mengguyur alam semesta. Mungkin Aku harus istirahat barang sejenak, lalu siap memberikan siraman dingin buat kota-kota lain yang telah terbiasa diliputi asap mesin-mesin modern itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman-teman memanggilku Hujan, Aku satu dari anak ayahku yang paling aktif bekerja saat ini. Ayahku adalah Langit, beliau sering membandingkan ku dengan Salju, Angin dan Petir bahwa Aku adalah anak paling malas dan manja. Ah, sudahlah biarkan saja Ayah bicara seperti itu, toh aku senang dengan kondisiku saat ini. Apalagi saat aku bekerja, aku guyur alam semesta dengan seluruh kemampuanku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menikmati keadaan ini, hingga suatu hari ada salah satu penduduk bumi yang kerap kali protes kepadaku. Protes yang cukup keras, dan hampir membuatku mogok untuk bekerja lagi. Seseorang itu bernama Burung. Dia memprotesku dengan keras dan terang-terangan di depan saudara-saudaraku dan Ayahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku ingin hujan segera berhenti dari pekerjaannya sekarang jg!" Teriaknya lantang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Loh, kenapa?" Sahut ayahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gara-gara Hujan aku tidak bisa lagi bebas terbang kemanapun aku mau. Aku tidak bisa lagi berpetualang kesana kemari. Aku ingin bebas dari Hujan, aku sering diteriaki oleh Dingin dan Lembab. Hal ini bisa membuatku sakit!" Jelasnya dengan tegas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah kemudian menatap tajam ke arahku. Terlihat jelas bahwa dia memang tidak setuju dengan pernyataan protes dari Burung. Namun nampaknya dia ingin mengetahui jawabanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pledoi seperti apa yang akan kau berikan di forum ini Hujan?" Tanyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Justru Aku hanya ingin melindungi Burung," jawabku singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Melindungi apa maksudmu?" Tanya Ayah kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku ingin Burung selalu disitu, tidak kemana-kemana, tidak pergi jauh, dan aku akan selalu ada disisinya sehabis bekerja. Aku ingin dia selalu aman berada disekitarku, karena disana pasti akan ada banyak bahaya bila ia pergi seorang sendiri. Aku akan memberikan sisi terbaik dari hidup ini, yaitu ketika aku selesai bekerja, dan Hening mulai menyapa serta tetesan air mulai bercanda sedikit demi sedikit di atas daun-daun. Karena aku begitu mencintainya, meski aku tidak tahu apa yang ada di hatinya. Aku hanya mau dia disitu dan berharap selalu bisa ada di sisinya setiap saat." Jawabku pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta 8 May 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-3002598903620575056?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/3002598903620575056/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=3002598903620575056' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/3002598903620575056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/3002598903620575056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2009/05/hujan-dan-burung.html' title='Hujan dan Burung'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SgRhgLE-HWI/AAAAAAAAAEQ/OMl4dhhNqR8/s72-c/06075.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-4521790835238439678</id><published>2008-12-07T22:45:00.000-08:00</published><updated>2009-08-14T23:42:16.472-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seni dan Budaya'/><title type='text'>Satu Mimpi dari Jogja</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/STzUNqzWeUI/AAAAAAAAAD4/2xkGZFWDbZs/s1600-h/ENKA.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 242px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/STzUNqzWeUI/AAAAAAAAAD4/2xkGZFWDbZs/s320/ENKA.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277326194664438082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;ENKA dalam video klip LA Indie Fest 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Scene musik indie memang sedang melejit di awal tahun 2000-an. Namun bila diperhatikan, hampir semua genre yang diusung oleh band-band yang merasa dirinya indie ini sama. Nuansa retro dan britpop cukup kental di telinga masyarakat penikmat aliran musik ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beda dengan beberapa dekade sebelumnya, yang cukup banyak diwarnai oleh band-band yang mengusung musik cadas seperti Burgerkill, Pas Band dan lain lain. Di balik dominasi retro dan britpop dalam belantika musik indie Indonesia saat ini, lahir sebuah band indie baru yang cukup berani melakukan coup d'etat dari stereotipe genre yang ada. Berkiblat dari band-band legendaris besar seperti Metalica maupun almarhum RATM dan Creed, band indie baru ini mencoba mensinergikan semua kiblat itu menjadi sebuah harmonisasi baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ENKA, band asal jogja ini cukup keluar dari scene indie yang ada saat ini. Dipecundangi oleh trio mahasiswa Jakarta yang sedang merantau ilmu di kota pelajar ini mencoba sedikit berbicara dengan nuansa indie yang berbeda, Weii (vokal), Mbonk (gitar) dan Japra (Drum). ”Tujuan awal band ini sih sederhana, kita cuma mau ngumpulin beberapa single yang sudah ada menjadi sebuah mini album. Terus bisa di denger oleh teman-teman ajah sih,” ungkap Weii yang merupakan leader dari band ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang musikalitas, band ini memang cukup berani keluar dari jalur yang ada. Jauh dari hingar-bingar penampilan ala 70-an, jauh dari alunan nada manis minimalis khas britpop. ENKA muncul dengan nuansa modern rock tanpa meninggalkan unsur rock klasik yang tetap memuja dominasi lead gitar yang meliuk-liuk serta efek metal distorsi yang sarat terdengar di beberapa lagu mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mini album pertama yang (akhirnya) keluar pada bulan Agustus 2008, bertajuk Hope and Reality yang merupakan salah satu gambaran jiwa anak muda yang sedang bergejolak  menghadapi lembar demi lembar kehidupan. Mini album ini berisi lima lagu jagoan dan cukup didominasi oleh nuansa bising dan up beat ala musik rock pada umumnya. Namun, dalam beberapa lagu lain (masih dalam mini album ini) tidak melulu mengajak kita berjingkrakan. Falling, salah satu lagu ENKA yang cukup memberikan nuansa down beat serta dibumbui oleh petikan smooth gitar dari Mbonk terasa cukup harmonis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan Not The Savior, mix yang cukup unik antara almarhum RATM dengan Metalica jelas sekali ditonjolkan dalam lagu ini. Gebukan drum Japra cukup berbicara dalam lagu ini di antara empat lagu lainnya. Intro yang terdengar begitu kuat dan dominan. Namun pada bagian reff memiliki suasana yang berbeda, yang cukup dinamis dan tidak monoton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ”Who closed my eyes,&lt;br /&gt;  Who stopped my heart,&lt;br /&gt;  Nothing could done this&lt;br /&gt;  Except your mind,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah penggalan lirik dalam lagu Hope and Reality, sedikit memberikan pesan bahwa mereka masih muda dalam perjalanan panjang ini. Setidaknya satu mimpi baru sudah lahir dari Jogja hari ini. Terus berkarya ENKA.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mini Album Hope and Reality:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Leave Me Alone&lt;br /&gt;2. Not The Savior&lt;br /&gt;3. Falling&lt;br /&gt;4. Hope and Reality&lt;br /&gt;5. Wishing To The Life&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Link:&lt;br /&gt;http://www.sixteenhole.com/profile/ENKA&lt;br /&gt;http://www.myspace.com/enkatherebuild&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-4521790835238439678?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/4521790835238439678/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=4521790835238439678' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/4521790835238439678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/4521790835238439678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2008/12/satu-mimpi-dari-jogja.html' title='Satu Mimpi dari Jogja'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/STzUNqzWeUI/AAAAAAAAAD4/2xkGZFWDbZs/s72-c/ENKA.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-989841450286081784</id><published>2008-10-07T19:53:00.000-07:00</published><updated>2009-08-14T23:39:12.813-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seni dan Budaya'/><title type='text'>Musik tidak melulu harus laku dijual</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SOwhvN371II/AAAAAAAAADw/V5baqKUwdAk/s1600-h/sore2.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SOwhvN371II/AAAAAAAAADw/V5baqKUwdAk/s320/sore2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5254611960296363138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sore dalam salah satu konsernya di Blizt Megaplex Jakarta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah lagu yang lo bikin masih kedengaran komersil men,” ketus seorang teman saat mendengarkan demo lagu itu. “Iya, mungkin hanya lagu ini yang cukup komersil, tapi lainnya idealis semua kok,” jelas teman saya yang lain si pemilik lagu demo tersebut. Menggelitik sekali percakapan ini dibenak saya. Mungkin beberapa tahun lalu kita sempat berada pada fase di mana musik harus laku untuk dijual. Tapi perlahan -tidak tahu pasti atau tidak- mindset kita sudah berubah. Musik tidak melulu harus laku dijual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, memang sekarang musik sudah tidak laku dijual, tapi sangat laku dibajak. Tidak heran label-label besar mulai panik, dan melakukan berbagai cara untuk mengatasi permasalahan pembajakan ini. Terlepas dari laku atau tidak laku, scene indie mulai tumbuh lagi di akhir tahun 2000. Kalau bisa kita telaah lebih jauh, apa yang sebenarnya melatarbelakangi musik indie ini begitu tumbuh pesat seperti jamur setelah hujan? “Simple sih, kita ga perlu mikirin konsep yang berat-berat, bikin ajah, nikmatin ajah, mau laku syukur ga yah lo dah bisa bikin lagu ‘kan,” jawab beberapa teman dari komunitas musik indie, yang ternyata masih satu kampus juga dengan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didukung dengan teknologi yang ramah komunitas seperti internet, serta fasilitas web berbasis jejaring sosial pertemanan seperti myspace, blog, friendster bahkan facebook yang menjadi tren baru sanggup membawa komunitas ini menjadi lebih bernyanyi. Bahkan dari pergulatan dunia maya ini beberpa band indie telah berhasil mentas di berbagai negara, seperti Everybody Loves Irene (ELI) yang beberapa waktu lalu mengadakan konser di Singapura, bahkan White Shoes and The Couple Company pun baru-baru ini berhasil mentas di negeri Paman Sam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dibandingkan dengan perjuangan salah satu dedengkot musik indie bandung -yang mungkin bisa dibilang nasional juga- Pure Saturday harus bersusah payah di tahun 1995 yang akhirnya dapat menelurkan sebuah album perdana. Banyak pengamat mengatakan ini merupakan sebuah perjudian. Meski langkah nekat ini bisa dibilang berhasil meski tidak setinggi penjualan band-band label besar seperti Basejam atau Dewa19 di saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Seiring perjalanan, musik indie pun sempat turun pamor, hingga segerombolan anak muda mulai membangkitkan kembali scene ini yang sempat vakum terlibas musik-musik yang lebih familiar di telinga masyarakat Indonesia. Segerembolan anak muda dengan ciri khas masing-masing, yang bisa dikatakan era indie tahun 2000-an lebih berwarna, yang tidak melulu beraoma Britpop maupun Britrock yang biasa digembar-gemborkan oleh The Cure, Oasis, Manic  Street Preacher, Blur atau The Cardigan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka sekarang lebih berwarna, Sebut saja Sore, dan White shoes and The Couple Company. Cukup keluar dari unsur upbeat. Terkesan lebih manis, meski masih ada keseragaman dengan banyak mengambil sound old school, dan nuansa vintage, baik dari lagu, fesyen, maupun aksi mereka di atas panggung. Bahkan band indie bergenre yang keluar dari “peradaban” telinga genre indie yang lain, Homogenic berhasil masuk nominasi Best Contemporer Artist di AMI Awards 2004. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan justru di sini sebenarnya  daya jual dan daya tarik musisi dari scene indie, penampilan yang benar-benar berbeda, loyalitas fans yang luar biasa, meski untuk pangsa pasar yang terbatas. Musik memang bahasa yang paling universal, dia bisa berbicara apa saja, meski tidak laku dijual, tapi tetap enak didengar, setidaknya bagi penciptanya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 4 Oktober 2008, 16.00 WIB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-989841450286081784?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/989841450286081784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=989841450286081784' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/989841450286081784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/989841450286081784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2008/10/musik-tidak-melulu-harus-laku-dijual.html' title='Musik tidak melulu harus laku dijual'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SOwhvN371II/AAAAAAAAADw/V5baqKUwdAk/s72-c/sore2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-5778879918966587881</id><published>2008-10-02T10:54:00.000-07:00</published><updated>2008-10-02T11:56:29.417-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Sisakan Cintamu Untuk ku Hari Ini</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SOUXZQjh-WI/AAAAAAAAADo/RN8s5ddhUrs/s1600-h/251909YEhd_w.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SOUXZQjh-WI/AAAAAAAAADo/RN8s5ddhUrs/s320/251909YEhd_w.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5252630263105714530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sumber foto: worth1000.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunyi selalu setia bersamaku satu minggu terakhir ini.&lt;br /&gt;Hening yang senantiasa tidak mau pergi dari hadapanku.&lt;br /&gt;Apakah ini memang sudah garis hidupku?&lt;br /&gt;Bersua dengan mimpi dan imaji?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semestinya kunang-kunang itu masih bersamaku,&lt;br /&gt;Kata orang dia bisa menyala dalam gelap&lt;br /&gt;Dan juga berlari dalam gelap,&lt;br /&gt;Tapi apakah mungkin dapat menemukan tujuannya dalam gelap pula?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunyi yang tidak hanya menyerang seluruh rutinitas ini&lt;br /&gt;Tapi sunyi pula yang memiliki andil dalam keputusan-keputusan hidupku.&lt;br /&gt;Sunyi yang datang setelah kunang-kunang itu pergi,&lt;br /&gt;Sunyi yang selalu menyadarkanku bahwa kunang-kunang itu tidak ada lagi saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerimis mulai turun dari tiang langit,&lt;br /&gt;Tanpa sedikitpun keraguan, ia menghujam bumi tanpa belas kasih,&lt;br /&gt;Sunyi pun mulai berlarian dari satu sisi ke sisi yang lain,&lt;br /&gt;Tanpa malu aku marayu, “Sunyi, sisakan cintamu untukku hari ini saja,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunyi tersenyum, berteriak, dan tertawa,&lt;br /&gt;Sunyi berlari, melompat dan terbang,&lt;br /&gt;Sunyi,” Aku akan menyisakan cinta ini untuk mu hari ini saja,”&lt;br /&gt;“Tapi aku hanya sunyi, bukan kunang-kunang,” bisiknya lembut di telingaku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekasi, 2 Oktober 2008, 14.05 WIB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-5778879918966587881?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/5778879918966587881/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=5778879918966587881' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/5778879918966587881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/5778879918966587881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2008/10/sisakan-cintamu-untuk-ku-hari-ini.html' title='Sisakan Cintamu Untuk ku Hari Ini'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SOUXZQjh-WI/AAAAAAAAADo/RN8s5ddhUrs/s72-c/251909YEhd_w.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-5442384442430816902</id><published>2008-10-01T10:58:00.000-07:00</published><updated>2008-10-01T11:18:43.779-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Omong Kosong'/><title type='text'>Kemampuan Saya Hanya Sampai di Sini Pak!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SOO9BCF_tJI/AAAAAAAAADg/UK5isEJQoV8/s1600-h/stack_books.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SOO9BCF_tJI/AAAAAAAAADg/UK5isEJQoV8/s320/stack_books.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5252249415883666578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber foto: www.stockphotography.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau mau dibilang siapa yang paling lambat dalam bekerja, bisa dibilang itu gw Ndie,” ungkap seorang teman sekantor saat menanggapi semua cerita saya tentang pekerjaan.  “Kalau dibilang paling susah nangkep tugas-tugas baru yah gw juga. Bisa dibilang gw paling katrolah di divisi ini,” jelasnya. “Tapi gw ga mau nyerah begitu ajah, gw ga mau kalah men, gw cowo!,” tegasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sempat berpikir lama mendengar pernyataan tersebut, yang keluar begitu deras seperti tak mengenal kompromi. Memang saat itu saya sedang sedikit banyak mengeluh mengenai beban pekerjaan sehari-hari, yang mau tak mau harus ditangani dengan cepat. Dan ketika itu saya mulai berpikir bahwa bila kita tidak dapat mengikuti siklus ini, bukankah hanya malah menjadi beban?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beban? Yah, itu yang terus menerus saya pikirkan setiap hari. Saya merasa kemampuan yang ada pada diri ini tidak terlalu banyak membantu. Malah bisa membahayakan pekerjaan. Misalnya, ada suatu kasus pekerjaan beberapa waktu lalu, yang seharusnya bisa diselesaikan dalam 1 bulan, tapi hanya dapat saya selesaikan dalam satu setengah bulan. Lagi-lagi selalu terngiang dalam pikiran ini, seorang pekerja professional tidak akan bisa mentolerir keterlambatan sedikitpun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, benar saja. Di saat itu saya seperti menjadi beban dalam tugas ini. Saya tidak ingin bersembunyi di balik ketidakmampuan otak ini dalam menangani sebuah pekerjaan. Bukan juga karena saya masih baru di bidang ini atau bukan karena pekerjaannya terlalu sulit. Hanya memang saya telah menjelma menjadi sebongkah karang besar di tengah lautan, dan dalam hitungan waktu karang ini siap menenggelamkan kapal sebesar apapun yang akan melintasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi pak, saya harus mengerjakan juga ini dan itu, semuanya perlu waktu, sehari cuma 24 jam, jadi cukup berat bagi saya,” jelas saya dalam sebuah diskusi internal dengan  seorang atasan. “I don’t care, kamu harus segala menyelesaikannya, dan harus sempurna besok,” tegas atasan tadi. Yah memang segalanya harus selalu sempurna. No body perfect terasa menjadi frase klise dalam kasus ini. Semua harus sempurna, karena kita profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar, di sini saya mulai menemukan benang merahnya. Profesionalisme mulai saya benturkan dengan karang besar ini, tinggal menunggu waktu, bisa-bisa divisi ini gulung tikar. Sampai di titik inilah saya mulai bercerita panjang lebar dengan temanku tadi. Namun, seperti yang telah dijelaskan di atas, kita tidak bisa menyerah begitu saja. Semua butuh proses, dan jangan pernah menganggap diri kamu tidak bisa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bukan karena kamu tidak mampu sehingga kamu menjadi beban, ada feel dalam menyelesaikan sesuatu. Hubungan sesama manusia juga berpengaruh, rasa nyaman benar-benar cukup menentukan kualitas dari hasil kejar kita. Tapi bukankah kita harus keluar dari comfort zone kita untuk memperoleh hasil yang maksimal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehehe… jadi bertele-tele begini yah, beban, saya benturkan profesionalisme, kemudian saya benturkan lagi pada proses, lalu dibenturkan lagi dengan struggle untuk tidak mudah menyerah. Malah sekarang dibenturkan lagi dengan comfort zone. Bisa-bisa benjol kepala ini kebentur terus-terusan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang teman berkata, hidup ini seperti buku, ada buku-buku politik atau filsafat yang sangat berat dan tidak mudah untuk dicerna. Lalu ada buku yang ringan-ringan saja, mudah dicerna dan sangat populer. Dan sayangnya buku-buku ringan ini yang paling digemari. Kalau kita hanya membaca buku-buku yang ringan hanya sedikit pelajaran kehidupan yang akan kita mengerti. Dan sampai titik ini ada parameter "hantu" yang mengatakan “kemampuan saya hanya sampai di sini pak!”  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekasi, 2 Oktober 2008, 01.00 WIB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-5442384442430816902?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/5442384442430816902/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=5442384442430816902' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/5442384442430816902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/5442384442430816902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2008/10/kemampuan-saya-hanya-sampai-di-sini-pak.html' title='Kemampuan Saya Hanya Sampai di Sini Pak!'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SOO9BCF_tJI/AAAAAAAAADg/UK5isEJQoV8/s72-c/stack_books.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-5182266728623489767</id><published>2008-09-13T01:06:00.000-07:00</published><updated>2012-01-02T20:49:01.469-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Prosa'/><title type='text'>Tentang Hujan di Luar Jendela</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SMt549zH1vI/AAAAAAAAAC4/xTwuqqIfyT4/s1600-h/Wordpress-umbrella-rain.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SMt549zH1vI/AAAAAAAAAC4/xTwuqqIfyT4/s320/Wordpress-umbrella-rain.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245420210571695858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari tepat di atas kepalaku, debu-debu jalan bercampur dengan hawa panas ini begitu menusuk napasku. Kerikil jalan beraspal hitam itu beterbangan karena polah mesin lusuh yang sedang mengejar nafsunya. Rerumputan sudah tak hijau lagi, got-got telah mengering, penuh sampah dan sangat menjijikan. Aroma bau busuk mengiringi perjalananku melintasi lembah penderitaan yang sebentar lagi akan dipenuhi oleh pengemis-pengemis yang terus saja bertambah di tempat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sudah tidak dapat lagi melihat keindahan di tempat ini, hanya ada bangunan-bangunan tua, yang dihiasi tulisan-tulisan penuh kemuakan terhadap pemerintah. Corat-coret anak muda tentang idola-idola mereka, dan poster-poster tuan pejabat korup yang saat ini sedang meminta belas kasiha kepada rakyat untuk memilihnya.&lt;br /&gt;Setiap hari aku harus melewati jalan ini. Jalan yang sudah lama tidak diperhatikan lagi oleh orang-orang sekitar, yang telalu sibuk dengan kebutuhannya masing-masing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat pukul satu siang Aku harus kembali ke pompa bensin itu lagi, untuk melakukan kegiatan sehari-hari sebagai buruh operator pompa bensin. Tak habis pikir Aku menjalaninya, bau bensin yang begitu menyengat, deru mesin-mesin beroda yang amat bising, dan panas matahari yang saban hari tidak pernah mau mengampuniku barang sedikit pun untuk memberikan kesejukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa bahagianya kupikir, jika saja Aku yang berada di dalam sebuah mobil mewah itu. Mobil dengan pendingin ruangan yang membuatku dapat tertidur lelap di dalamnya. Dengan kursi besar nan empuk serta aroma harum yang begitu menyenangkan dan kemudian membeli bensin di pompa bensin ini. Mungkin itu hanya sebatas mimpi bagiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rutinitas ini begitu menjemukan, seorang buruh yang hanya mampu menghidupi dirinya sendiri, dan tinggal bertiga dalam sebuah kotak yang luasnya tak lebih dari dua kali tiga meter. Mungkin ini memang sudah menjadi jalan hidupku. Terkadang Aku bingung dengan teman-teman sesama buruh yang bekerja di pabrik sebelah itu. Mereka begitu gigih memperjuangkan –yang katanya—hak-hak mereka. Padahal kita tahu, untuk saat ini kita benar-benar tidak dapat berbuat apa-apa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misbakhul misalnya, begitu bersemangat saat mengajak teman-teman yang lain yang kebetulan sekontrakan denganku untuk melakukan demontrasi yang katanya lagi untuk kesejahteraan kita. Namun beberapa bulan kemudian dia tidak dipekerjakan lagi dengan alas an yang bermacam-macam. Kemudian berlanjut ke teman-teman dekatnya, lalu seiring berjalannya waktu tak terdengar lagi demontrasi-demontrasi seperti waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan, kebingunganku bukan tanpa alasan, Aku tidak ingin menjadi susah saat sudah susah. Sudahlah, Aku terima nasib ini, Aku tidak mau melakukan apa-apa lagi. Kecuali tuan-tuan pejabat kita yang terhormat mau sedikit bersusah-susah memikirkan nasib kelas bawah seperti Aku ini. Doni, teman sekamarku, tak pernah mau menerima nasih sebagai buruh murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jon, kamu gak boleh pasrah sama nasib mu yang hanya seorang buruh pompa bensin. Kamu harus berjuang demi hidup kamu. Supaya bisa hidup layak sebagai manusia!” Dengan berapi-api Doni menasehatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukannya Aku menyerah pada nasib, tapi hmm…, Aku ikhlas dengan apa yang telah Aku dapatkan,” jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pemikiran seperti inilah yang membuat orang kelas bawah seperti kita gak akan pernah naik kelas, mentalisme kuli!,” bentaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yah tapi, hmm…, habis mau bagaimana lagi? Sudah untung Aku bisa makan dan minum serta masih punya tempat berteduh. Tapi mungkin kau pun ada benarnya Don, tapi hmm…, Aku tidak apa-apa seperti inilah,” kilahku tanpa bermaksud melawannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itu hakmu untuk berpendapat dan memiliki keputusan seperti itu, tapi Aku yakin kau pun sebenarnya juga memiliki mimpi-mimpi besar. Dan Aku yakin bahwa Aku akan mampu menggerarakan teman-teman untuk membela hak-haknya yang tertindas dan mengejar mimpi-mimpi mereka,” jawabnya lantang dan keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pembicaran itu Aku semakin mengenal Doni. Ia mulai membaca buku-buku tebal, selebaran-selebaran aneh yang susah Aku cerna. Doni mulai jarang pulang dan sangat sibuk dengan urusan-urusan anehnya, ditambah lagi ia sering lembur untuk menambah setoran kredit motornya yang belum lunas. Sudah hampir dua bulan Doni tidak pulang, Aku dan Ijul semakin cemas, pakaiannya masih penuh di lemari. Buku-buku barunya masih tersusun rapih di rak dekat televisi, namun tidak ada tanda-tanda dia akan pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan di luar jendela, pergantian musim telah dimulai. Rerumputan mulai tumbuh lagi, tanah merah yang selama ini retak dan kering kini becek dan membuatku harus memakai kantong plastik untuk membungkus sepatuku agar tidak kotor. Got-got yang kemarin kering, sekarang penuh oleh air keruh yang sebentar-sebentar terhenti alirannya oleh sampah yang mengapung di pinggirnya. Rintik air hujan yang terus membenturkan dirinya pada seng-seng berkarat yang telah setia melindungiku selama ini, kini semakin deras dari hari-hari kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan di luar jendela, hingga tidak ada lagi hujan di luar jendela aku belum bertemu dengan Doni sahabatku, teman satu kontrakanku. Sedang apa ia sekarang? Sibukkah? Atau justru ia lupa dengan tempat kontrakannya? Aku tak habis pikir, untuk apa ia pergi selama ini tanpa memberitahu kami, tanpa membawa barang-barangnya yang masih tertinggal di kontrakan. Atau mungkin ia sudah bertemu dengan tuan pejabat di kelas atas dan bersenang-senang dengan mimpinya tanpa mengajak kami yang hanya memiliki mentalisme kuli?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok, Midnite July 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber foto: Wordpress.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-5182266728623489767?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/5182266728623489767/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=5182266728623489767' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/5182266728623489767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/5182266728623489767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2008/09/tentang-hujan-di-luar-jendela.html' title='Tentang Hujan di Luar Jendela'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SMt549zH1vI/AAAAAAAAAC4/xTwuqqIfyT4/s72-c/Wordpress-umbrella-rain.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-3149257435747552480</id><published>2008-09-06T09:36:00.000-07:00</published><updated>2008-09-06T09:48:19.313-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Prosa'/><title type='text'>Mencari Sunyi yang Telah Pergi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SMK0KhydUbI/AAAAAAAAACo/yBYQFKV_cHE/s1600-h/church_child_shhh.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SMK0KhydUbI/AAAAAAAAACo/yBYQFKV_cHE/s320/church_child_shhh.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242951009174376882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber foto: www.sschurchofchrist.org&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada satupun di dunia ini yang tidak pernah tidak bergerak. Semua berputar dari titik satu ke titik yang lain. Begitu mengalir seperti air, begitu ringan seperti debu yang terbawa oleh angin. Dan begitu cepat hilang seperti pucuk api di atas bara perapian. Satu gerombolan gajah liar pun senantiasa berpindah dari suatu padang ke padang yang lain tatkala musim kemarau tiba, hanya untuk mencari setetes air pelepas dahaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detik jam dinding kuno di kamarku pun terus berputar, dan baru akan berhenti ketika baterainya sudah habis. Namun, mengapa justru otak ini yang malah berhenti? Di antara semua sisi dunia terus bergerak dan berputar? Terus berlari tanpa lelah sepanjang hari tanpa pernah mau kembali ke masa sebelumnya? Sedangkan imaji yang ada di otak ini justru sangat bertolak belakang. Sangat tidak beraturan, terkadang dapat melompat 2-3 langkah ke depan, terkadang justru berhenti di tempat, atau sempat beberapa waktu lalu mundur tiga langkah ke belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu hari, Aku merasa bahwa semuanya sempat berhenti sesaat, tak ada yang bergerak sama sekali. Semuanya terdiam, tak ada yang berbicara sepatah kata pun, bergerak sedikit pun, bahkan bernapas pun tidak sama sekali. Semuanya tampak mematung, tak berkedip, terdiam pada tempatnya masing-masing. Begitu hening, sunyi, tenang dan membisu. Bahkan jam dinding kuno itu pun tidak mampu menggeser jarumnya sedetik pun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa semua terdiam dan membisu seperti ini?,” tanyaku dalam hati. &lt;br /&gt;“Sudah bosankah semua isi dunia untuk selalu bergerak dan berubah? Sudah lelahkah mereka semua dengan kedinamisan yang senantiasa begitu fluktuatif?,” tanyaku tak habis pikir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lalu, apa untungnya mereka semua terdiam? Apakah ini sebuah pemogokan masal yang biasa terjadi di pabrik-pabrik yang selalu dipenuhi oleh buruh-buruh yang bisa dibayar murah? Atau ini merupakan sebuah kelelahan mereka terhadap perjalanan waktu?,” pikirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan-pertanyaan yang tak pernah mau berhenti akan kebingungan ini terus mendesakku. Seumur hidupku belum pernah mengalami keanehan ini. Semua berhenti, bahkan kerikil jalanan yang terhempas oleh ban mobil angkutan umum itupun tampak dengan jelas seperti berhenti di udara. Air di pancuran itu pun seperti membeku, tak bergerak sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak biasanya kota ini seperti ini. Benar-benar 180 derajat berkebalikan dari biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hay….Kenapa semuanya diam…?,” teriakku sekuat tenaga. Tapi, jangan ‘kan ada yang menjawab teriakanku tadi, malah gema yang senantiasa bersautan dari kejauhan. &lt;br /&gt;“Bisu ‘kah kalian? Kenapa semuanya malah mematung? Apakah kalian tidak bekerja hari ini?,” Teriakku untuk kedua kalinya. Lagi-lagi tidak ada yang menjawab teriakanku lagi. Kota yang biasanya begitu sibuk, berisik, dan memuakan kini berubah menjadi senyap dan bahkan mengerikan. Tak ada interaksi sesama manusia di sini. Mereka mematung, dalam bentuk terakhir dari aktivitas mereka. Ada yang sedang mengetik di ruang kantornya, ada yang sedang memberhentikan taksi di jalan, bahkan ada yang senang berlari mengejar angkutan kota. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah tiga jam aku berputar-putar di kota ini, dari gedung ke gedung, jalan ke jalan, Mal ke mal, tak ada satu benda pun yang bergerak. Bahkan matahari pun seperti berhenti tepat di atas kepalaku. Lalu apa yang sebenarnya terjadi? Namun terkadang menyenangkan dengan kondisi seperti ini, ketika hiruk pikuk kota yang mengerikan berhenti sejenak. Ketika semua pekerja berhenti sebentar dari rutinitas yang memuakan. Begitu menyenangkan membuat semua ini dapat terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat di depanku ada seorang gadis cantik, dengan stelan kemeja kantor yang sangat serasi dengan lekuk tubuhnya. Wangi parfumnya pun sampai tercium dari jarak yang cukup jauh. Dengan rambut yang tidak begitu panjang, senyumnya tanpak begitu manis setiap pagi kala bertemu di depan pintu kantor yang memang kebetulan biasa bertemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia begitu sederhana, begitu tenang, bahkan begitu sunyi bagi diriku yang sudah cukup lama mengenalnya. Semisal dia sadar saat ini, mungkin situasi membisu ini akan sangat menyenangkan bagi dia. Dan begitu juga diriku, kenapa kenikmatan ini hanya aku yang merasakan? Gadis cantik itupun seharusnya berhak untuk merasakannya, gadis yang memang senantiasa mencari sunyi yang telah pergi dari kota yang berisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok, 6 September 2008, 23.25 WIB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-3149257435747552480?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/3149257435747552480/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=3149257435747552480' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/3149257435747552480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/3149257435747552480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2008/09/mencari-sunyi-yang-telah-pergi.html' title='Mencari Sunyi yang Telah Pergi'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SMK0KhydUbI/AAAAAAAAACo/yBYQFKV_cHE/s72-c/church_child_shhh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-6750524794503635351</id><published>2008-08-23T10:27:00.000-07:00</published><updated>2008-09-14T02:02:17.616-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Untuk Satu Ayu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SLBJapOyyFI/AAAAAAAAACY/wQM6QC3Mb3c/s1600-h/angel-clasped-hands.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SLBJapOyyFI/AAAAAAAAACY/wQM6QC3Mb3c/s320/angel-clasped-hands.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5237767088725215314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sumber foto: www.craigmod.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk satu embun yang tidak akan pernah mengering dihantam terik&lt;br /&gt;untuk satu panas yang tak pernah mau luluh oleh dinginnya kutub&lt;br /&gt;untuk satu kata yang tak mau hilang menggambarkan indahnya hatimu&lt;br /&gt;untuk satu cinta yang tak akan pernah hilang dari senyummu&lt;br /&gt;untuk satu ayu, yang memang begitu indah di atas semua keajaiban yang pernah ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok, 24 Agustus 2008, 23.55 WIB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-6750524794503635351?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/6750524794503635351/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=6750524794503635351' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/6750524794503635351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/6750524794503635351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2008/08/untuk-satu-ayu.html' title='Untuk Satu Ayu'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SLBJapOyyFI/AAAAAAAAACY/wQM6QC3Mb3c/s72-c/angel-clasped-hands.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-8062160383048788902</id><published>2008-08-23T10:16:00.000-07:00</published><updated>2008-08-23T10:26:16.407-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Prosa'/><title type='text'>Ketika Aku Berjalan sendiri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SLBHoMoXLnI/AAAAAAAAACQ/b_2Ma9m_HBA/s1600-h/Broken-Heart.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SLBHoMoXLnI/AAAAAAAAACQ/b_2Ma9m_HBA/s320/Broken-Heart.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5237765122542743154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sumber foto: www.gaiaonline.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keheningan malam, kesunyian merambat masuk ke jantungku. Tetesan air hujan masih terdengar dengan jelas dari dalam kamarku. Dinginnya malam setelah hujan yang begitu deras hampir sepanjang sore ini begitu menusuk tulangku. Hingga aku tak sanggup mandi hari ini. Pikiranku masih diselimuti pertanyaan-pertanyaan yang hingga kini belum bisa terjawab, terlalu banyak beban yang harus kupikul . Begitu banyak filosofi-filosofi rumit yang harus kucerna. Terlalu munafik untuk mengatakan bahwa aku baik-baik saja detik ini. Persetan dengan kenangan, persetan dengan tangisan dan persetan dengan kehancuranku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bertemu dengannya di sebuah Universitas terkemuka di Jakarta, ketika itu sedang diadakan pertunjukan musik. Aku mengenalnya dari seorang teman kampu. Sebut saja dia Tamara, entah berapa lama kami berbicara, namun yang pasti Aku merasa begitu nyaman berbicara dengannya. Tanpa kami sadari ternyata pertunjukan musik itu telah berlalu begitu cepatnya, ini di luar maksudku, seharusnya aku menikmati pertunjukan musik itu, namun aku malah bertemu wanita cantik dan malah hanya berbicara dengannya. Begitu lama percakapan kami hingga akhirnya tepat pada pukul sembilan malam. Akhirnya aku mengantarnya pulang kebetulan waktu itu aku membawa motor RXking kesangan adikku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapi hari kami berhubungan, aku merasa semakin dekat dengannya. Tamara begitu mudah membiusku dengan perhatian-perhatiannya. Kata-katanya yang membuatku merasa selalu terbius dengan mudah. Hingga pada suatu hari, aku merasa melompat dari lantai kesembilan gedung rektorat Universitas Negeri Indonesia (UNI) pada hari Senin, tangga 2 Januari 2006 puku 12.05 WIB. Aku melihatnya dengan mata dan kepalaku sendiri, Tamara, pujaan hatiku berjalan dengan pria lain, dan yang lebih gila lagi mereka bergandengan tangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari-hari berikutnya aku masih tetap berhubungan dengannya, kami masih sms-an, masih sering bertemu. Setelah kejadian itu seorang teman kostku memberikan wejangan-wejangan berat, yang memiliki unsur penderitaan yang begitu mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu itu bodoh ‘Bert!,”cetus temanku itu, oh iya namaku adalah Bertrand, aku mahasiswa UNI Fakultas Sastra.&lt;br /&gt;“Maksud kamu?’” tanyaku dengan penuh kebingungan.&lt;br /&gt;“Begini loh temanku yang bodoh atau pura-pura bodoh. Si Tamara itu memang sudah putus sama pacarnya, namun dia ga bisa dengan mudah ngelupain mantannya itu,” jelasnya berapi-api.&lt;br /&gt;“Lah, yang pentingkan dia sudah putus, itu urusanku, biar aku sendiri yang bikin dia melupakan  mantannya itu, lihat saja nanti!’” timpalku tidak kalah bersemangat.&lt;br /&gt;“Oke kalau begitu mau kamu, tapi apa yang kamu  lakukan sekarang? Kamu berusaha agar dia bisa melupakan mantannya, sementara apa yang telah kamu lakukan itu memalukan bagi seorang lelaki!,” temanku mulai menceramahiku dengan nada yang cukup tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu melakukan hal itu tanpa sadar atau tidak sadar sama sekali? Tempo hari kamu mengantarnya ke PIM 2, hanya agar ia bsa bertemu dengan mantannya, apa itu gak tolol? Atau kamu ingin melakukan itu hanya untuk mencari simpati dia?,” ia mulai menyerangku dengan pertanyaan-pertanyaan yang semakin membuatku bingung.&lt;br /&gt;“Yah aku sih hanya bermaksud bahwa aku mau melakukan apa saja hanya untuk membuat Tamara tersenyum, cuma itu kok, gak ada yang lain,” jawabku spontan, tanpa berpikir sama sekali&lt;br /&gt;“Serius?,” tanya temaanku lagi&lt;br /&gt;“Beneran, cuma itu aja, walaupun dia akhirnya balikan sama mantannya juga ga papa, setidaknya aku pernah dekat sama dia, punya banyak kenangan indah sama dia, kadang cinta ga harus memiliki, dan yang pasti ga bisa dipaksakan men,” aku menjawab dengan penuh kayakinan, namun dibalik itu semua masih tersimpan keraguankan perasaanku sendiri. Meskipun aku bisa berkata demikian, namun ada sebagian sisi jiwa ini yang melakukan pemberontakan. Satu sisi itu terus mengatakan bahwa aku hanya akan terus menyiksa diriku terus-menerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masih ada ya manusia seperti kamu? Tapi aku sarankan sebagai temanmu, sudahlah, aku takut kalau kamu seperti itu terus, akan berbahaya bagi dirimu sendiri,” tambahnya.&lt;br /&gt;“Ketika aku mencintai seseorang, aku ingin ini adalah sebuah perasaan cinta yang tulus, mencintai tanpa harus mendapatkan balasan, orang lain boleh bilang aku munafik, tapi itu yang aku rasakan,” Aku tak tahu harus berkata apa-apa lagi, dan temanku pun tersenyum lalu pergi dalam keheningan malam.&lt;br /&gt;Satu bulan kemudian aku mendengar bahwa Tamara kembali menjalin cinta dengan mantannya. Entah apa yang pernah aku katakan dengan temanku dulu, tetapi benar adanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan yang sudah terlanjur besar ini begitu sulit ku taklukan. Aku begitu hancur, begitu hampa, begitu sakit. Ketika aku harus berjalan sendiri, dengan impian-impian kosong. Hingga pada akhirnya aku mengerti bahwa terlalu naïf di dunia ini melihat cinta seperti yang aku kira, namun aku tidak menyalahkan kalau ada manusia seperti diriku.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku harus berjalan sendiri, tidak harus selalu melihat ke belakang, dan juga tidak “terlalu” jauh melihat ke depan, hidup ini terlalu singkat untuk disia-siakan. Ketika aku harus berjalan sendiri, aku harus benar-benar tahu kapan aku harus berjalan sendiri. Terima kasih untuk Tamara, mungkin ini belum waktuku mendapatkan mimpi itu. Dan aku akan selalu mengingat dirimu, tidak hanya hari kemarin, hari ini, atau lusa, namun selamanya. Dan aku tidak akan pernah menyesal pernah mencintaimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok, 14 Februari 2006, 23.40 WIB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-8062160383048788902?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/8062160383048788902/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=8062160383048788902' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/8062160383048788902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/8062160383048788902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2008/08/ketika-aku-berjalan-sendiri.html' title='Ketika Aku Berjalan sendiri'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SLBHoMoXLnI/AAAAAAAAACQ/b_2Ma9m_HBA/s72-c/Broken-Heart.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-2971344052217235737</id><published>2008-08-18T02:00:00.000-07:00</published><updated>2008-08-18T02:10:10.720-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Catatan Awal Seorang Buruh Tinta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SKk8Tt-fJJI/AAAAAAAAACI/5ydacDfNpjs/s1600-h/IMG_0080.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SKk8Tt-fJJI/AAAAAAAAACI/5ydacDfNpjs/s320/IMG_0080.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5235782351251776658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, setelah sekian lama berjuang dengan studi yang melelahkan, aku kini telah terdampar di pantai penuh tinta yang gelap dan berliku. Huh, semuanya hampir tak terpikirkan. Merambat pelan, seperti keong yang memanggul cangkang di pundaknya.&lt;br /&gt;Mudah-mudahan aku akan kuat menghadapi teriknya matahari berita, keringnya gurun halaman kertas, atau bahkan curamnya jurang informasi yang seakan tak mau berdamai dengan mikroba jahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hah, habis sudah keringat ini. Untuk satu tujuan yang tak akan pernah usang. Kata demi kata telah tertuang dalam gumpalan malam pekat yang tak teratur. Hebusan nafas ku, berbau busuk akan cerita orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu titik mulai dilewati, koma pun hampir tak terhiraukan. Sanggupkah aku melawati fase hidup yang banyak dibilang orang adalah halaman pertama dari hidup yang sesungguhnya? Atau mungkin dari sinilah aku mulai menemukan rangkaian kata dalam paragraf hidup seorang buruh tinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelapa Gading, 20 Mei 2007, 02.00 WIB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-2971344052217235737?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/2971344052217235737/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=2971344052217235737' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/2971344052217235737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/2971344052217235737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2008/08/akhirnya-setelah-sekian-lama-berjuang.html' title='Catatan Awal Seorang Buruh Tinta'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SKk8Tt-fJJI/AAAAAAAAACI/5ydacDfNpjs/s72-c/IMG_0080.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-8275723460512747846</id><published>2008-08-18T01:55:00.000-07:00</published><updated>2008-08-18T02:00:22.326-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Perempuan-perempuanku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SKk5npvq80I/AAAAAAAAAB4/bNrfSRj6MXo/s1600-h/IMG_0173.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SKk5npvq80I/AAAAAAAAAB4/bNrfSRj6MXo/s320/IMG_0173.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5235779395178394434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirimu ada atas rusuk Adam.&lt;br /&gt;Apakah karena Adam kau bisa?&lt;br /&gt;Aku tak mengerti tentang perempuan.&lt;br /&gt;Ia hidup di bawah bayangan.&lt;br /&gt;Tanpa pernah menjadi tubuh utuh,&lt;br /&gt;bahkan untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;Perempuan-perempuanku.&lt;br /&gt;        Yang selalu hidup tersisihkan.&lt;br /&gt;        Yang selalu dipandang sebelah mata.&lt;br /&gt;        Yang selalu menjadi penduduk kelas dua.&lt;br /&gt;        Yang selalu hadir untuk dipimpin.&lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;Perempuan-perempuanku.&lt;br /&gt;        Aku memandangmu lebih megah dari gunung.&lt;br /&gt;        Aku memandangmu labih luas dari lautan.&lt;br /&gt;        Aku memandangmu lebih kuat dari gedung-gedung pencakar langit pun&lt;br /&gt;        Aku memandangmu lebih cantik dari surga.&lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;Perempuan-perempuanku.&lt;br /&gt;        Dari ibu sampai abu.&lt;br /&gt;        Dari air mata hingga suka.&lt;br /&gt;        Dari surga sampai neraka.&lt;br /&gt;        Dari tinta hingga jelaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, benar.&lt;br /&gt;Aku memang memujamu.&lt;br /&gt;                                                   &lt;br /&gt;                                                                 Depok 5 Oktober 2006.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-8275723460512747846?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/8275723460512747846/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=8275723460512747846' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/8275723460512747846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/8275723460512747846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2008/08/perempuan-perempuanku.html' title='Perempuan-perempuanku'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SKk5npvq80I/AAAAAAAAAB4/bNrfSRj6MXo/s72-c/IMG_0173.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-411746817213800273</id><published>2008-08-16T08:31:00.000-07:00</published><updated>2008-08-16T09:18:56.781-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Omong Kosong'/><title type='text'>Pertarungan Hidup</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SKb1co50bAI/AAAAAAAAABw/WaLBMZP-TVs/s1600-h/IMG_0157.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SKb1co50bAI/AAAAAAAAABw/WaLBMZP-TVs/s320/IMG_0157.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5235141489229851650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Pekerjaan memang tidak pernah ada habisnya, sampai matipun kamu tidak akan lepas dari pekerjaan itu. Kecuali kamu sendiri yang mampu mengatur mana pekerjaan dan mana sisi lain dari kehidupanmu!” Celoteh seorang sahabat ketika mendengar keluhanku akibat pekerjaan yang menumpuk akhir-akhir ini. Ada benarnya juga dia berkata seperti itu, namun aku kembali menerawang dalam lamunanku, “pernah kah aku bepikir sampai kapan batas sebuah pekerjaan selesai atau tidak?” tanyaku dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap sisi kehidupan memang memiliki kesibukannya sendiri-sendiri, tukang sapu di jalan pun cukup sibuk dengan pekerjaannya, bahkan mungkin dia mengambil “side job” sebagai pedagang asongan. Bahkan untuk ukuran anak SD pun memiliki kesibukannya sendiri, pulang sekolah ia harus makan, tidur siang, bersosialisasi dengan teman seusianya, hingga sebelum tidur pun ia harus mengerjakan tugas-tugas sekolah. Itu belum ditambah tugas-tugas bagi mereka yang mengikuti les di luar sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat ini pun, sebagai seorang karyawan di salah satu media agency di Ibukota, saya belum memiliki parameter apa sebuah profesi dikatakan begitu sibuk, atau mungkin paling sibuk. Apakah dengan kapasitas pekerjaan yang tinggi? Frekuensi tugas-tugas maupun pekerjaan yang begitu cepat. Atau kualitas pekerjaan yang memerlukan kinerja berpikir lebih berat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Duh, di pekerjaan yang baru ini, meski sangat menantang, namun cukup berat sekali,” keluh seorang teman suatu hari di saat istirahat makan siang. “Yah udahlah resign ajah, pusing amat mikirnya, kalau ga sanggup resign ajah, jangan maksain, hasilnya malah ga bagus buat kinerja perusahaan, dan diri kamu sendiri,” salah satu teman yang lain langsung membalas keluhan tersebut. Hahaha, tawaku dalam hati memperhatikan percakapan mereka. Ini memang benar-benar dunia baru bagiku, mungkin temanku yang menyuruh resign itu sudah cukup bosan dengan keluhan-keluhan yang biasa ia dengarkan sesama rekan karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa aku mengerti pola pikirnya, namun sepertinya bukan itu yang diinginkan temanku yang mengeluh tadi. Tampak kekecewaan terlihat dari raut wajahnya manakala langsung mendengar komentar tersebut. Tidak semua keluhan ditujukan untuk mencari simpati. Tidak semua keluhan akibat menyesali sebuah pilihan. Terkadang keluhan adalah bentuk dari ekpresi atau ungkapan seseorang tentang kondisinya saat ini, bukan untuk mencari simpati, tapi sekadar berbagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang mengatakan bahwa keluhan itu malah menyebabkan sesuatu yang berbau negatif. Benar juga, dengan catatan keluhan tersebut bersifat terus-menerus dan tenggelam dalam keluhan itu sendiri. Namun ada kalanya kita melihat keluhan sebagai bentuk evaluasi diri, bentuk penyempurnaan pertarungan kehidupan. Tanpa keluhan, kita tidak tahu kapasitas diri yang terkadang terlupakan oleh keinginan atau obsesi yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluhan merupakan sisi lain dari pertarungan hidup.Seperti  pertarungan pertama kali seorang jabang bayi menyentuh udara kehidupan, hingga menutup mata menemui Sang Pencipta (saya batasi pembicaraan ini dalam ruang lingkup kehidupan duniawi). Sang bayi kecil pun harus menangis manakala ia baru dilahirkan. Apakah itu keluhan? Atau kebingungan? Yang pasti ia sedang beradaptasi dan bertarung menghadapi dunia yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seorang anak gagal meraih peringkat pertama dikelasnya, dia tampak murung, menyendiri, bukankah itu sebuah keluhan juga. Keluhan hasil pertarungannya yang berat melawan cita-cita? Pertarungan itu mau tidak mau harus kita lakukan. Ketika salah seorang teman menanyakan mengenai pertarungan ini apakah kita harus menghadapinya, atau menghindarinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama kita masih bisa mengeluh, kita tidak mungkin menghindari pertarungan. Tapi apakah benar pernyataan itu. Setiap sisi kehidupan-seperti yang telah saya bilang-memiliki kesibukannya sendiri-sendiri. Pertarungan hidup merupakan bagian dari kesibukan itu, dan keluhan merupakan bagian dari pertarungan hidup itu. Semua tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Kalau kamu takut mengeluh, jangan bertarung, kalau kamu takut bertarung jangan mencari kesibukan. Kalau kamu takut kesibukan diam saja, sampai ajal menyapa dan saya pikir di sana pasti akan lebih banyak kesibukan, pertarungan dan bahkan keluhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekasi, 16 Agustus 2008, 14.00 WIB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-411746817213800273?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/411746817213800273/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=411746817213800273' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/411746817213800273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/411746817213800273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2008/08/pertarungan-hidup.html' title='Pertarungan Hidup'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SKb1co50bAI/AAAAAAAAABw/WaLBMZP-TVs/s72-c/IMG_0157.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-560542860226435274</id><published>2008-08-12T06:09:00.000-07:00</published><updated>2009-08-14T23:41:02.391-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Prosa'/><title type='text'>Secangkir Kopi dari Surga</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SKGMNj2wpoI/AAAAAAAAABo/kXIlIh6SAmc/s1600-h/IMG_0067.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SKGMNj2wpoI/AAAAAAAAABo/kXIlIh6SAmc/s320/IMG_0067.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5233618406572336770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspal hitam terus mengikis roda-roda kehidupan  kota metropolitan. Membakar setiap asa yang melewatinya, mendidihkan setiap peluh yang berjatuhan hanya dalam hitungan detik. Teriakan kuda-kuda besi memekikan gendang telinga para pencari asa di pinggir-pinggir jalan. Terik, begitu kejam mengeringkan setiap air semangat yang kutelan setiap gelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-satu asap hitam menyesakan aliran udara dalam paru-paru ini. Tak ada lagi tempat berteduh di tengah jalan berpasir dan berdebu ini. Setiap langkah terasa berat, dan perih. Entah apa yang membuat kota ini begitu tidak bersahabat untuk disinggahi. Aroma kebusukan semakin menyengat, tidak hanya di tempat-tempat sampah yang tidak terurus, tapi juga di gedung-gedung pemerintahan di sebelahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang harus aku tulis siang ini? Pembunuhankah? Pencuriankah? Atau kasus mutilasi yang sedang “in” belakangan ini. Aku sudah muak dengan hal-hal negatif yang terus digembar-gemborkan di setiap media massa akhir-akhir ini. Tidak adakah kehidupan yang lebih indah barang sedikit pun. Tapi justru hal seperti inilah yang membuat sebuah berita begitu digemari. Benar-benar telah terjadi kekacauan dalam pikiran masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita-berita sakit seperti ini ternyata membuat jumlah oplah menjadi cukup meningkat dengan signifikan. Berita-berita sakit ini menjadi pergunjingan pelbagai pihak, dari segelintir operator pompa bensin hingga beberapa bangkir papan atas yang selalu menghitung pergerakan Dollar setiap harinya.  Apakah berita-berita sakit ini juga bisa merepresentasikan keadaan masyarakat yang sakit juga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergulatanku dengan berita memang telah dimulai sejak duduk dibangku SMA. Kemudian saat dibangku kuliah aku terus mengembangkan minatku dengan membuat sebuah majalah kampus. Namun semua itu telah berlalu, setelah lulus dari perguruan tinggi aku memasuki dunia yang lebih liar, lebih kejam dan lebih buas. Dalam hitungan detik senyum bisa berubah menjadi amarah, dalam beberapa detik kemudian bisa menjadi amuk. Yah amuk, amuk akan kekotoran kehidupan yang baru terlihat dengan begitu nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lulus kuliah, aku melamar di sebuah surat kabar harian nasional untuk menjadi seorang wartawan, atau aku dan beberapa kawan seprofesi menyebutnya buruh tinta. Tidak beberapa lama lamaranku diterima di sebuah surat kabar harian ibukota sebut saja Harian Kritis. Pertama kali ditugaskan, aku membantu sebuah rubrik yang cukup keras, yaitu kriminal dan metropolitan. Karena tugas inilah aku begitu dekat dengan dunia kriminalitas ibukota. Bahkan sebusuknya seorang pembunuh, ada yang lebih busuk lagi, yaitu mereka yang melakukan korupsi di atas tanah busuk ini. Mual jika terus menerus memikirkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke masyarakat yang sakit, jadi teringat akan dialogku dengan seorang rekan buruh tinta yang lain. Sebut saja dia dengan nama Akher, laki-laki kurus, dengan rabut belah tengah ala tahun 90-an awal, dan stelan pakaian yang berantakan. Akher, memang teman seperjuanganku baik di bangku kuliah maupun di dunia perburuhan tinta. Selalu setia dengan rokok yang tak pernah berhenti dia bakar di depan mulutnya itu. &lt;br /&gt;“Masyarakat memang sedang sakit, tapi kita jangan ikut-ikutan sakit. Kita di sini hanya menyampaikan fakta yang ada, nggak perlu ditutup-tutupi, apa adanya saja, toh mereka sudah tahu mana yang benar dan mana yang salah,” jelasnya saat kita berdua sedang minum kopi di warung tegal tepat di depan sebuah markas kepolisian di wilayah Jakarta Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan justru berita busuk seperti ini yang saat ini sangat digemari masyarakat, bisa meningkatkan oplah kita ‘kan?,” desak Akher kepadaku. “Jadi menurutmu, kita harus menulis semua kebusukan itu mentah-mentah kepada masyarakat?,” tanyaku padanya. &lt;br /&gt;“Tidak juga seperti itu, tapi kita melihat semua kenyataan tanpa ditutup-tutupi,” jelas Akher sambil menghisap asap rokok lebih dalam. “Tanpa sensor maksudmu?,” tanyaku langsung tanpa berpikir panjang. “Kita tidak bisa menutupi sebuah kebusukan kawan, apa adanya saja, aku tidak mau kebebasan pers yang semu, kalau dia salah katakan salah, kalau dia busuk yah katakan busuk, bahkan kalau istrimu selingkuh yah katakana selingkuh,” jelasnya diiringi tawa yang menyebalkan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berpikir sejenak, kepala ini penuh penolakan tentang semua argumen yang barusan dilontarkan dari mulut Akher bagai senapan mesin yang dalam hitungan detik telah mengeluarkan berpuluh-puluh timah panas dari moncongnya. Apakah kebebasan pers ini begitu terbuka, begitu transparan atau bahkan begitu telanjang? Tidak ada lagi kontrol sosial? Tidak ada lagi pertimbangan kebutuhan berita? Semuanya di lempar ke publik mentah-mentah begitu saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gus, kenapa diam saja? Bagaimana menurutmu tentang pendapatku tadi?,” sentak Akher membangunkanku dari pikiran-pikiran penuh keraguan ini. “Aku jadi punya pertanyaan besar dikepalaku saat ini ‘Kher, bukankah kita juga memerlukan kontrol sosial dalam setiap pemberitaan, kita harus kembali menelaah mana yang pantas maupun tidak pantas ‘kan?,” tanyaku. “Apa parameter “pantas” dan “tidak pantas” itu menurutmu ‘Gus?,” tanyanya tanpa bepikir panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar sekali dugaanku, hingga dititik ini aku mulai ragu-ragu dengan pendapatku sendiri. “Parameter itu adalah hati nurani ‘Kher, kamu bisa membuat sebuah peristiwa begitu telanjang di depan publik, tapi coba kamu pikir, apakah kamu “memang” memiliki hati nurani untuk bisa menelanjangi setiap peristiwa yang kamu lihat?,” jawabku perlahan sambil berusaha mencari referensi baru mengenai perdebatan ini. “Kalau parameternya adalah hati nurani, tidak ada peristiwa busuk seperti ini, jangankan peristiwa ini dapat tercium oleh kita, dimulai saja belum!,” jelas Akher sambil menyeruput segelas kopi kental panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itu benar ‘Kher, jika semua berdasarkan hati nurani, tidak akan seperti tanah air kita yang tercinta ini, jika semua berdasarkan hati nurani, tidak akan ada kemaksiatan di sekitar kita, tidak ada korupsi terhadap uang rakyat. Bahkan jika kita memang masih memiliki hati nurani, kita tidak akan sampai hati melakukan wawancara kepada keluarga korban pembunuhan yang masih berkabung setelah keluarganya dibantai dalam semalam,” jawabku pelan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya, meski hati nurani ini mulai diabaikan kita masih berterima kasih bahwa masih ada orang-orang  yang memikirkannya.  “Jika satu orang saja memikirkan hati nurani ini, layaknya aku meminum secangkir kopi dari surga,” kataku kepada Akher yang kembali membakar batang rokoknya yang kelima siang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekasi, 12 Agustus 2008, 01.00 WIB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-560542860226435274?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/560542860226435274/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=560542860226435274' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/560542860226435274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/560542860226435274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2008/08/secangkir-kopi-dari-surga.html' title='Secangkir Kopi dari Surga'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SKGMNj2wpoI/AAAAAAAAABo/kXIlIh6SAmc/s72-c/IMG_0067.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-492616039577139238</id><published>2008-08-10T19:17:00.000-07:00</published><updated>2009-08-14T23:40:10.696-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Operet Pinggir Jalan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ-hehftruI/AAAAAAAAABg/uIwK94nCVQk/s1600-h/IMG_0349.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ-hehftruI/AAAAAAAAABg/uIwK94nCVQk/s320/IMG_0349.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5233078837787340514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duduk, menunggu sambil melepas lelah,&lt;br /&gt;Tak terasa hari ini hampir berakhir,&lt;br /&gt;Seluruh waktu telah hampir ku lahab hari ini,&lt;br /&gt;Tinggal beberapa jam tersisa untuk kembali berjumpa dengan mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara wajah kusam penumpang bis kota ini, masih tertinggal satu, dua senyuman,&lt;br /&gt;Senyum hasil dialog kocak dua orang seniman jalanan,&lt;br /&gt;Berusaha menyambung satu garis kehidupan,&lt;br /&gt;Dengan operet pinggir jalan yang seadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari pada kau jadi mantuku, lebih baik kau jadi penjaga makam keluargaku,” seru seniman jalanan yang lebih tua sambil tertawa.&lt;br /&gt;“Loh, kenapa ‘Beh?” jawab seniman yang lebih muda.&lt;br /&gt;“Karena wajahmu lebih mengerikan dari semua isi makam keluargaku, hahaha…” Jawab seniman yang lebih tua itu.&lt;br /&gt;“Yaah Babeh, masa tampang seperti Andy Lau begini disamain sama penghuni kuburan!” jawab seniman muda dengan sedikit meminta rasa iba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sepenggal dialog jalanan,&lt;br /&gt;Cukup membuat sebuah senyuman mampir di wajahku,&lt;br /&gt;Cukup membuat beberapa orang di bis ini bangun dari tidurnya,&lt;br /&gt;Cukup membuat perut kedua seniman itu makan untuk hari ini saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekasi, 11 Agustus 2008, 00.01. WIB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-492616039577139238?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/492616039577139238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=492616039577139238' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/492616039577139238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/492616039577139238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2008/08/operet-pinggir-jalan.html' title='Operet Pinggir Jalan'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ-hehftruI/AAAAAAAAABg/uIwK94nCVQk/s72-c/IMG_0349.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-8737139314316618327</id><published>2008-08-10T19:12:00.000-07:00</published><updated>2009-08-14T23:41:22.812-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Mengeluh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ-g5CDjAUI/AAAAAAAAABY/zDUfkZ7e7v8/s1600-h/IMG_0143.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ-g5CDjAUI/AAAAAAAAABY/zDUfkZ7e7v8/s320/IMG_0143.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5233078193692541250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Embun mulai mengering,&lt;br /&gt;Hawa dingin perlahan mulai menghilangkan wujudnya,&lt;br /&gt;Kerak tanah merah sudah terlihat dengan jelas,&lt;br /&gt;Tapi aku masih bertarung dengan mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala ini terasa berat setiap pagi,&lt;br /&gt;Ada beban sebesar gunung menimpa kepala ini,&lt;br /&gt;Beban yang selalu setia menemani,&lt;br /&gt;Beban yang tak terasa hampir membunuhku setiap pagi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kerutinitas yang sangat memuakan,&lt;br /&gt;Dengan sejuta beban tidak dapat dicerna,&lt;br /&gt;Apa sebenarnya yang aku cari?&lt;br /&gt;Kenikmatan sesaat atau malah kematian sesaat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bosan aku dengan keluh sebenarnya,&lt;br /&gt;Tapi, apakah ini takdirku untuk selalu mengeluh?&lt;br /&gt;Bahkan saat tertawa pun aku sempat mengeluh,&lt;br /&gt;“Tawa ini begitu kering dan menyebalkan,” keluhku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halim, 10 Agustus 2008, 22.00 WIB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-8737139314316618327?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/8737139314316618327/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=8737139314316618327' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/8737139314316618327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/8737139314316618327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2008/08/mengeluh.html' title='Mengeluh'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ-g5CDjAUI/AAAAAAAAABY/zDUfkZ7e7v8/s72-c/IMG_0143.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-9214405691439277921</id><published>2008-08-10T06:47:00.000-07:00</published><updated>2008-08-10T07:33:19.767-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Buta atau Bisu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ77CouRSJI/AAAAAAAAAA8/bj9_iPyTCY4/s1600-h/IMG_0972.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ77CouRSJI/AAAAAAAAAA8/bj9_iPyTCY4/s320/IMG_0972.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5232895839760894098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Satu perjalanan baru telah dimulai&lt;br /&gt;Ada senang, ada sedih&lt;br /&gt;Ada patah, ada getir&lt;br /&gt;Ada senyum, ada iri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya tidak ada yang beraturan&lt;br /&gt;Jalan dengan sendiri-sendiri&lt;br /&gt;Dia bisa pilih A, dan aku bisa pilih B&lt;br /&gt;Semua terserah perutnya masing-masing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, terserah, mau buta silahkan&lt;br /&gt;Mau bisu silahkan,&lt;br /&gt;Hidup hanya sekali, &lt;br /&gt;Just do ur best…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekasi, 10 Agustus 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-9214405691439277921?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/9214405691439277921/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=9214405691439277921' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/9214405691439277921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/9214405691439277921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2008/08/buta-atau-bisu.html' title='Buta atau Bisu'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ77CouRSJI/AAAAAAAAAA8/bj9_iPyTCY4/s72-c/IMG_0972.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-569265647524650957</id><published>2008-08-09T04:55:00.001-07:00</published><updated>2008-08-09T04:55:24.450-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Tentang Bintang dan Lampu Jalan</title><content type='html'>Bintang itu terjatuh lagi,&lt;br /&gt;Tapi tampaknya ia sudah mulai terbiasa.&lt;br /&gt;Karena aku, hingga saat ini belum melihatnya menangis!&lt;br /&gt;Aah.. mungkin ia malu kepadaku,&lt;br /&gt;Atau justru dia takut kepadaku?&lt;br /&gt;Atau malah, dia memang sudah tidak bisa menangis lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku selalu memperhatikan bintang itu dari kejauhan,&lt;br /&gt;Terkadang ia berlari dengan riang,&lt;br /&gt;Terkadang dia kikuk dengan bintang yang lain,&lt;br /&gt;Dan kadang-kadang pula ia menjauh dari bintang-bintang yang lain juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini bintang itu lebih dekat denganku,&lt;br /&gt;Lebih indah,&lt;br /&gt;Lebih memesona,&lt;br /&gt;Lebih terang,&lt;br /&gt;Dan aku seperti mau diajaknya kelangit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, … dia tetap sebuah bintang, &lt;br /&gt;Sementara aku hanya lampu jalan di tengah kota yang telah terlelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16.15 WIB&lt;br /&gt;Boulevard, 5 November 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-569265647524650957?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/569265647524650957/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=569265647524650957' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/569265647524650957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/569265647524650957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2008/08/tentang-bintang-dan-lampu-jalan.html' title='Tentang Bintang dan Lampu Jalan'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-6667513764152492870</id><published>2008-08-09T04:54:00.001-07:00</published><updated>2008-08-09T04:54:53.683-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Tak Ada Salam Perpisahan</title><content type='html'>Untuk Resthiana, sahabat yang terlupakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada salam perpisahan, &lt;br /&gt;Meski waktu begitu singkat,&lt;br /&gt;  (kau malah bercerita tentang sebuah dongeng yang begitu indah untuk dilukiskan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada salam perpisahan,&lt;br /&gt;Meski  jarak tak lagi dekat,&lt;br /&gt;  (kau malah bercerita tentang ujian yang tak kunjung selesai dan memuakkan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada salam perpisahan,&lt;br /&gt;Karena cinta begitu pekat,&lt;br /&gt;  (meski tubuhku menggigil karena kehilangan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekasi,&lt;br /&gt;24 Juli 2002, 00.05 WIB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-6667513764152492870?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/6667513764152492870/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=6667513764152492870' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/6667513764152492870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/6667513764152492870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2008/08/tak-ada-salam-perpisahan.html' title='Tak Ada Salam Perpisahan'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-6830455215199060883</id><published>2008-08-09T04:53:00.004-07:00</published><updated>2008-08-10T07:42:40.951-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Suaraku Lebih Mahal dari Senyum Busuk Itu!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ7-VCvJiPI/AAAAAAAAABM/Sx_AhlO2yl4/s1600-h/IMG_0083.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ7-VCvJiPI/AAAAAAAAABM/Sx_AhlO2yl4/s400/IMG_0083.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5232899454516431090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada rasa yang berat hari ini,&lt;br /&gt;Begitu berat hingga mengucap sepatah kata pun begitu sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafasku mulai tak beraturan,&lt;br /&gt;Seluruh rongga tubuh seakan mampat oleh beban ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, hari ini benar-benar begitu menyedihkan&lt;br /&gt;Saat suara di hati harus dikeluarkan&lt;br /&gt;Tapi malah terbentur oleh dinding etika dan urusan perut!&lt;br /&gt;Yah, siapa yang tidak mau kenyang hari ini kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, apakah urusan perut dan keluarga harus menjadi tembok kebenaran?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gila! Suara hati sudah mati,&lt;br /&gt;Persetan dengan kata hati,&lt;br /&gt;Ketika semua yang berlagak sok suci dibalik komersialisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya tidak melulu komersialisasi,&lt;br /&gt;Sekadar sesuap nasi dan sedikit kesejahteraan bukan?&lt;br /&gt;Justru itu yang sangat murah!&lt;br /&gt;Kata hati hanya seharga dengan sesuap nasi dan segelintir rupiah!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-6830455215199060883?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/6830455215199060883/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=6830455215199060883' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/6830455215199060883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/6830455215199060883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2008/08/suaraku-lebih-mahal-dari-senyum-busuk.html' title='Suaraku Lebih Mahal dari Senyum Busuk Itu!'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ7-VCvJiPI/AAAAAAAAABM/Sx_AhlO2yl4/s72-c/IMG_0083.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-6532342234051688339</id><published>2008-08-09T04:53:00.003-07:00</published><updated>2008-08-09T04:53:49.153-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Sedihku Akan Cinta</title><content type='html'>Tertabrak mati sampai tak tersisa,&lt;br /&gt;Retak tak berdetak ‘tuk terluka,&lt;br /&gt;Apakah mati bisa mengobati?&lt;br /&gt;Hingga diam tak bercaci?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi hitam yang tak mau menyatu dengan putih,&lt;br /&gt;Karena kini aku harus tertatih,&lt;br /&gt;Dengan kepala yang terbelah dua,&lt;br /&gt;Seperti digigit ular berbisa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matiku akan jiwa,&lt;br /&gt;Hancurku akan rasa,&lt;br /&gt;Butaku akan mata,&lt;br /&gt;Sedihku akan cinta,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok,&lt;br /&gt;12 Juni 2005, 11.35 WIB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-6532342234051688339?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/6532342234051688339/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=6532342234051688339' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/6532342234051688339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/6532342234051688339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2008/08/sedihku-akan-cinta.html' title='Sedihku Akan Cinta'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-652903865648708272</id><published>2008-08-09T04:53:00.001-07:00</published><updated>2008-08-09T04:53:18.039-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Sampai Di Sini Mimpiku Malam Ini</title><content type='html'>Berhalusinasi itu memang mudah,&lt;br /&gt;Tapi begitu sulit untuk mengalkulasi,&lt;br /&gt;Bermimpi itu memang begitu indah,&lt;br /&gt;Tapi kenyataan tak segampang imajinasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlari kesana-kemari dengan dengan penuh asa,&lt;br /&gt;Menyeka peluh dengan tawa,&lt;br /&gt;Melompati setiap lubang  tanpa nestapa,&lt;br /&gt;Seperti kelinci yang selalu melompat tanpa mengerti kenapa dia selalu melompat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini asa mulai tercemar,&lt;br /&gt;Sudah tidak putih seperti beberapa waktu lalu,&lt;br /&gt;Semakin kotor, seperti tubuh yang penuh luka memar,&lt;br /&gt;Satu demi satu kembali menjadi jalan yang semu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, hanya sampai di sini mimpiku malam ini,&lt;br /&gt;Seperti biasa tak bertepi,&lt;br /&gt;Mengambang di tengah danau yang sepi,&lt;br /&gt;Tanpa menemukan satu arah pun yang pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku bertanya kepada angin,&lt;br /&gt;Untuk siapa ku bawa perahu ini?&lt;br /&gt;Untuk apa aku mengayuh dayung sejauh ini?&lt;br /&gt;Lalu angin menjawab: “Untuk menikmati sedasi sejenak dari karya terindah yang Tuhan pernah ciptakan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekasi,&lt;br /&gt;9 January 2008, 22.45 WIB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-652903865648708272?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/652903865648708272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=652903865648708272' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/652903865648708272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/652903865648708272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2008/08/sampai-di-sini-mimpiku-malam-ini.html' title='Sampai Di Sini Mimpiku Malam Ini'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-305966358947722924</id><published>2008-08-09T04:52:00.001-07:00</published><updated>2008-08-09T04:52:47.000-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Resthi</title><content type='html'>Ah, resthi..&lt;br /&gt;Cinta begitu sederhana,&lt;br /&gt;Seperti rumput yang tumbuh di halaman,&lt;br /&gt;Seperti pelangi yang hadir setelah hujan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekasi,&lt;br /&gt;24 Juli 2002, 00.10 WIB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-305966358947722924?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/305966358947722924/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=305966358947722924' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/305966358947722924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/305966358947722924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2008/08/resthi.html' title='Resthi'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-6638268242870958813</id><published>2008-08-09T04:51:00.002-07:00</published><updated>2008-08-09T04:52:18.273-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Rasa Aneh</title><content type='html'>Hay, rasa yang aneh…&lt;br /&gt;Kita berjumpa lagi, setelah kuhindari kau bertahun-tahun&lt;br /&gt;Kita bercengkrama lagi, setelah kau kukubur hidup-hidup&lt;br /&gt;Kita bersapa lagi, setelah kau ku asingkan ke pulau terjauh di otakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau memang rasa yang paling aneh dan menyebalkan.&lt;br /&gt;Kenapa kau datang di saat aku sedang meluruskan kembali garis garis hidupku&lt;br /&gt;Kupikir kamu memang benar-benar telah hilang,&lt;br /&gt;Dan ha, ha, ha…kamu ternyata masih tetap ada.&lt;br /&gt;Kamu ternyata bersembunyi di villi-villi ususku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, bahkan sampah pun masih bisa tercium baunya dari kejauhan&lt;br /&gt;Kenapa kamu tidak,&lt;br /&gt;Kamu seperti penyakit akut yang tiba-tiba datang begitu saja,&lt;br /&gt;Dan yang lebih mengerikan adalah, kamu mulai merusak hidupku lagi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa aneh, tak lelah kah kau menusuk ku dengan belati jorok mu itu?&lt;br /&gt;Menusuk ku tepat di ulu hati lemah ini.&lt;br /&gt;Menusuk tepat di jantung kehidupan ini.&lt;br /&gt;Menusuk tepat di otak-otak yang sedang menyusun satu-satunya harapan indah esok hari!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa aneh, aku muak dengan dirimu,&lt;br /&gt;Aku lelah terus bertarung denganmu,&lt;br /&gt;Tak puas kah kah kau menyakitiku?&lt;br /&gt;Dengan senyum busuk itu, kau coba merayuku untuk terus terbang hingga langit ke tujuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantai Anyer, &lt;br /&gt;8 march o8, Banten 3.40 am&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-6638268242870958813?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/6638268242870958813/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=6638268242870958813' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/6638268242870958813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/6638268242870958813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2008/08/rasa-aneh.html' title='Rasa Aneh'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-4267812495504632504</id><published>2008-08-09T04:51:00.001-07:00</published><updated>2008-08-09T04:51:44.196-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Rantai Putus Tak Tersisa</title><content type='html'>Segenggam luka kan kubawa pergi,&lt;br /&gt;Sekotak mimpi kan ku buang lagi,&lt;br /&gt;Setetes senyum telah menjauhi,&lt;br /&gt;Sebutir pasir kenangan pun tinggal sendiri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai jiwa yang sepi,&lt;br /&gt;Senyumku sebatas mimpi,&lt;br /&gt;Butaku tak bertepi,&lt;br /&gt;Jasadku tak terkaruniai,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup ini hanya sementara,&lt;br /&gt;Tak bisakah gerbangmu terbuka?&lt;br /&gt;Walau hanya sedetik saja?&lt;br /&gt;Walau hanya nafasmu juga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patahmu akan senyumku,&lt;br /&gt;Getirmu akan gelakku,&lt;br /&gt;Tangismu akan diamku,&lt;br /&gt;Rapuhmu akan jalanku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mati putih tak bertanda,&lt;br /&gt;Engkau dating tak bersapa,&lt;br /&gt;Dengan diam menutup mata,&lt;br /&gt;Kau bukan temanku selamanya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inikah kebenaran sejati?&lt;br /&gt;Tentang persahabatan yang tak dimengerti?&lt;br /&gt;Tentang kepalsuan yang begitu hina?&lt;br /&gt;Tentang rantai putus tak tersisa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok,&lt;br /&gt;15 Juni 2005, 23.54 WIB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-4267812495504632504?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/4267812495504632504/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=4267812495504632504' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/4267812495504632504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/4267812495504632504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2008/08/rantai-putus-tak-tersisa.html' title='Rantai Putus Tak Tersisa'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-5960841755428897271</id><published>2008-08-09T04:50:00.001-07:00</published><updated>2008-08-09T04:50:59.030-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Pertanyaan</title><content type='html'>Adakah yang salah tentang pertanyaan hati?&lt;br /&gt;Ketika rasa sudah mulai tersesat dalam sisi kehidupan,&lt;br /&gt;Adakah yang salah tentang pertanyaan hidup?&lt;br /&gt;Ketika hembusan nafas terengah-engah dalam menapaki kenyataan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan, &lt;br /&gt;Selalu hadir dalam setiap dimensi ruang,&lt;br /&gt;Tak peduli kaya, miskin, jenius atau idiot sekalipun,&lt;br /&gt;Selalu mengikuti sang tuan seperti bayangan hitam di tanah kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, yang harus diterjemahkan saat ini,&lt;br /&gt;Apakah pertanyaan selalui ditemani oleh jawaban?&lt;br /&gt;Apakah pertanyaan memang selalu melekat dengan jawaban?&lt;br /&gt;Atau memang dia tidak ditakdirkan untuk selalu berdampingan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang, pertanyaan begitu sulit untuk diungkapkan&lt;br /&gt;Begitu pelik hingga harus berteriak untuk mengeluarkannya&lt;br /&gt;Tapi apakah kita tidak mampu membuat sebuah pertanyaan yang sederhana?&lt;br /&gt;Dengan jawaban yang juga sederhana, bahkan tanpa harus berpikir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekasi, 11 Maret 2008, 9.30 am&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-5960841755428897271?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/5960841755428897271/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=5960841755428897271' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/5960841755428897271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/5960841755428897271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2008/08/pertanyaan.html' title='Pertanyaan'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-3924323250904042398</id><published>2008-08-09T04:49:00.002-07:00</published><updated>2008-08-09T04:50:12.857-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Mimpi</title><content type='html'>Dingin pagi hampir tak ternikmati,&lt;br /&gt;Senyap malam hampir selalu meluap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…huh,  siklus hidup sudah mulai berganti,&lt;br /&gt; Satu periode waktu sedang dilalui,&lt;br /&gt; Realita hidup pecandu mimpi semakin sunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…sstt, tenangkan dirimu satu detik saja!&lt;br /&gt; Lalui saja penggaris mimpimu dengan tegak!&lt;br /&gt; Langkahi saja setiap kata dengan kalimat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dengan tertawa,&lt;br /&gt;Kita jalani mimpi, sambil sekadar bercanda dengan Tuhan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boulevard, &lt;br /&gt;5 November 2007, 15.10 WIB.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-3924323250904042398?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/3924323250904042398/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=3924323250904042398' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/3924323250904042398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/3924323250904042398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2008/08/mimpi.html' title='Mimpi'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-4277062993032991378</id><published>2008-08-09T04:49:00.001-07:00</published><updated>2008-08-09T04:49:38.549-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Malam Ini</title><content type='html'>Aku tidak bisa tidur malam ini,&lt;br /&gt;Mataku memerah dan sedikit berair,&lt;br /&gt;Tanganku mulai terasa lelah, &lt;br /&gt;Karena terlalu banyak yang kutulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupingku pun terasa panas,&lt;br /&gt;Karena terlalu lama mendengar radio yang memainkan lagu-lagu Jepang,&lt;br /&gt;Yang bahkan aku tidak mengetahui sama sekali artinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekasi,&lt;br /&gt;24 Juli 2002, 00.34 WIB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-4277062993032991378?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/4277062993032991378/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=4277062993032991378' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/4277062993032991378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/4277062993032991378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2008/08/malam-ini.html' title='Malam Ini'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-8750861518172025231</id><published>2008-08-09T04:48:00.002-07:00</published><updated>2008-08-09T04:49:07.755-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Kupu-kupu tak bersayap</title><content type='html'>Malam ini begitu dingin,&lt;br /&gt;Begitu sunyi, &lt;br /&gt;Begitu gelap,&lt;br /&gt;Dan begitu melelahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berulang kali aku bangun dari tempat tidur ini,&lt;br /&gt;Seperti terusik oleh dentuman meriam besar yang tidak tahu ada di mana,&lt;br /&gt;Berputar-putar dalam labirin mimpi yang tak terjangkau,&lt;br /&gt;Tidak hanya otak ini yang lelah, tapi perasaan ini pun lelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku seperti kupu-kupu tak bersayap,&lt;br /&gt;Jauh dari keindahan yang senantiasa menemaninya,&lt;br /&gt;Jauh dari kebebasan untuk terbang kemanapun ia inginkan,&lt;br /&gt;Jauh dari harapan yang senantiasa membawanya bersama kelopak-kelopak bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupu-kupu ini mulai menghitam, &lt;br /&gt;Kering,&lt;br /&gt;Mengigil,&lt;br /&gt;Menjerit tanpa suara,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupu-kupu ini mulai menangis,&lt;br /&gt;Untuk apa dia hidup,&lt;br /&gt;Untuk apa dia terbaring di bumi,&lt;br /&gt;Untuk apa dia terus menatap angkasa luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ia masih pantas disebut kupu-kupu,&lt;br /&gt;Tanpa sayap dipundaknya,&lt;br /&gt;Masih kah ada harapan untuk sekadar melihat kelopak bunga lagi?&lt;br /&gt;Untuk sekadar bermain dengan asa, meski ia sadar tak ada yang mampu memberinya asa selain sayap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekasi, 11 Maret 2008, 1.30 am&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-8750861518172025231?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/8750861518172025231/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=8750861518172025231' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/8750861518172025231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/8750861518172025231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2008/08/kupu-kupu-tak-bersayap_09.html' title='Kupu-kupu tak bersayap'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-3326269996179611493</id><published>2008-08-09T04:48:00.001-07:00</published><updated>2008-08-09T04:48:22.347-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Ketika Aku Harus Tersenyum</title><content type='html'>Aku harus tersenyum,&lt;br /&gt;Ketika semuanya meninggalkanku,&lt;br /&gt;Ketika semuanya menyakitiku,&lt;br /&gt;Ketika semuanya mencibirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku harus tersenyum,&lt;br /&gt; Ketika aku jatuh tuk kesekian kalinya,&lt;br /&gt; Ketika aku menangis untuk kesekian kalinya,&lt;br /&gt; Ketika aku menderita untuk kesekian kalinya,&lt;br /&gt; Ketika aku terluka untuk kesekian kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku harus tersenyum,&lt;br /&gt; Ketika semua harus berakhir,&lt;br /&gt; Ketika perpisahan jalan akhirnya,&lt;br /&gt; Ketika pengorbananlah yang selalu dilakukan,&lt;br /&gt;Ketika kenyataan pahit tak dapat terelakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku harus tersenyum,&lt;br /&gt; Bukan karena aku sok tegar,&lt;br /&gt; Bukan karena aku sok pahlawan,&lt;br /&gt; Bukan karena aku ingin lari dari itu semua,&lt;br /&gt; Dan bukan karena aku seorang pecundang, atau mungkin juga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku harus tersenyum,&lt;br /&gt; Karena hanya itu yang bisa kulakukan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok,&lt;br /&gt;13 Maret 2005, 22.11 WIB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-3326269996179611493?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/3326269996179611493/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=3326269996179611493' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/3326269996179611493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/3326269996179611493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2008/08/ketika-aku-harus-tersenyum.html' title='Ketika Aku Harus Tersenyum'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-6307564494155342882</id><published>2008-08-09T04:46:00.000-07:00</published><updated>2008-08-09T04:47:38.323-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Jalan Kemang</title><content type='html'>Ini hari aku melintas jalan itu lagi,&lt;br /&gt;Sama sekali tidak ada yang berubah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gedung-gedung megah tetap berdiri dengan angkuh.&lt;br /&gt;Toko-toko besar tetap menatapku dengan sinis.&lt;br /&gt;Kafe-kafe cantik tetap terjaga untuk siap mengebiri para pelanggannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan ini sering aku lalui, hampir setiap malam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir tiap garis putihnya aku hapal,&lt;br /&gt;Hampir tiap trotoarnya ada luka,&lt;br /&gt;Hampir tiap persimpangannya ada gelak tawa,&lt;br /&gt;Dan hampir tiap lampu jalannya ada teriakan sunyi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kabar kawan lama?&lt;br /&gt;Hari ini kita bertemu lagi,&lt;br /&gt;Hanya kita berdua, kau yang senatiasa tak jenuh oleh hilir mudiknya kendaraan,&lt;br /&gt;Dan aku yang selalu menunggu di sisi tubuhmu,&lt;br /&gt;Yah, seperti dulu lagi, kau dan aku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kembali untuk sekadar menyapa,&lt;br /&gt;Masih ingatkah kau kala aku terjatuh di depan toko buku itu dua tahun lalu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23.25 WIB&lt;br /&gt;Bekasi, 7 November 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-6307564494155342882?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/6307564494155342882/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=6307564494155342882' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/6307564494155342882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/6307564494155342882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2008/08/jalan-kemang.html' title='Jalan Kemang'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-177973224333091420</id><published>2008-08-09T04:45:00.000-07:00</published><updated>2008-08-09T04:46:38.628-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Kata dan Tanya</title><content type='html'>Aku bertanya kepada dingin,&lt;br /&gt;Apakah aku bisa memecah batu dengan kata?&lt;br /&gt;Aku bertanya kepada panas,&lt;br /&gt;Apakah aku bisa mematahkan besi dengan titik dan koma?&lt;br /&gt;Aku bertanya kepada air,&lt;br /&gt;Apakah aku bisa mengeringkan laut dengan frase?&lt;br /&gt;Dan aku bertanya kepada api,&lt;br /&gt;Apakah aku bisa membanjiri matahari dengan cerita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang bisa aku lakukan?&lt;br /&gt;Untuk satu siklus fana hanya dengan kertas dan tinta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bingung dengan waktu,&lt;br /&gt;Aku bingung dengan pertanyaan-pertanyaan mendasar,&lt;br /&gt;Aku bingung dengan jawaban-jawaban klise,&lt;br /&gt;Dan, aku bingung untuk apa aku bertanya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boulevard,&lt;br /&gt;6 November 2007, 15.45 WIB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-177973224333091420?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/177973224333091420/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=177973224333091420' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/177973224333091420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/177973224333091420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2008/08/kata-dan-tanya.html' title='Kata dan Tanya'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-8320658258442043746</id><published>2008-08-09T04:44:00.000-07:00</published><updated>2008-08-09T04:45:53.786-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Hujan di Luar Jendela</title><content type='html'>Hujan di luar jendela,&lt;br /&gt;Aku pernah membuat sebuah cerita pendek dengan kalimat di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aah…&lt;br /&gt;Malas aku membahasnya,&lt;br /&gt;Semua sudah hilang, &lt;br /&gt;Hanya membuang energi saja memikirkannya,&lt;br /&gt;Sia-sia belaka!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, tidak ada lagi hujan di luar jendela!&lt;br /&gt;Yang ada hanya hujan di wajahnya,&lt;br /&gt;Yang tak mau berganti dengan kemarau..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekasi,&lt;br /&gt;5 November 2007, 23.35 WIB.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-8320658258442043746?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/8320658258442043746/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=8320658258442043746' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/8320658258442043746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/8320658258442043746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2008/08/hujan-di-luar-jendela.html' title='Hujan di Luar Jendela'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-4366866824503380088</id><published>2008-08-09T04:43:00.001-07:00</published><updated>2008-08-09T04:43:58.360-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Hanya Sebentar Di Sini</title><content type='html'>Hanya sebentar di sini,&lt;br /&gt;Melihat apa yang pernah terjadi,&lt;br /&gt;Lalu sedikit mengingat waktu itu,&lt;br /&gt;Kemudian pergi lagi dari sini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sebentar di sini,&lt;br /&gt;Merasakan apa yang dulu telah dilakukan,&lt;br /&gt;Mengulang kata demi kata yang pernah terucapkan,&lt;br /&gt;Lalu menghapus kembali hingga tak berbekas,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sebentar di sini,&lt;br /&gt;Mencari  kembali apa yang dulu pernah terpecah,&lt;br /&gt;Menyusun lagi lembar demi lembar kisah yang sempat tertulis,&lt;br /&gt;Lalu melipatnya lagi sampai rapih di rak paling dalam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sebentar di sini,&lt;br /&gt;Menertawai apa yang waktu itu begitu indah,&lt;br /&gt;Mendirikan kembali rumah-rumah tua yang sempat begitu nyaman didiami,&lt;br /&gt;Lalu merobohkannya kembali, karena memang sudah tidak ada penghuninya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sebentar di sini,&lt;br /&gt;Kembali tersenyum sejenak,&lt;br /&gt;Kembali memeluk sebentar,&lt;br /&gt;Kembali bersandar sedetik,&lt;br /&gt;Lalu berlari lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekasi, November 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-4366866824503380088?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/4366866824503380088/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=4366866824503380088' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/4366866824503380088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/4366866824503380088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2008/08/hanya-sebentar-di-sini.html' title='Hanya Sebentar Di Sini'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-8808743281002174067</id><published>2008-08-09T04:39:00.000-07:00</published><updated>2008-08-09T04:41:18.756-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Dongeng Tentang Kota</title><content type='html'>Kota ini belum berubah,&lt;br /&gt;Keheningannya tetap saja menghantui,&lt;br /&gt;Bisingnya pun masih tetap menenangkan.&lt;br /&gt;Sudah lama aku tak menginjakkan kaki di sini,&lt;br /&gt;Guratan cerita lama kembali hadir,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aah.., kisah itu seharusnya sudah mati ditelan kota tua ini!&lt;br /&gt;Dan seharusnya juga parau teriakan kenangan itu lenyap tertimpa bangunan-bangunan baru!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, saat ini aku benar-benar menikmatinya dinginnya dinding kota,&lt;br /&gt;Aku begitu terlelap dalam baris usang sudut-sudut kota,&lt;br /&gt;Dan benar saja aku tak bisa lepas barang sedikit pun dari dongeng tentang kota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, 7 November 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-8808743281002174067?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/8808743281002174067/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=8808743281002174067' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/8808743281002174067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/8808743281002174067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2008/08/dongeng-tentang-kota.html' title='Dongeng Tentang Kota'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-8969171198023353913</id><published>2008-08-09T04:37:00.001-07:00</published><updated>2008-08-09T04:37:52.032-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Bait Terakhir dalam Mimpi</title><content type='html'>Aku larut dalam kantuk,&lt;br /&gt;Melihat malam dalam kekosongan,&lt;br /&gt;Hening, senyap, seperti garis lurus tak putus&lt;br /&gt;Entah merenung atau melamun di pojok dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpikir untuk merajut hidup ternyata tidak gampang,&lt;br /&gt;Asa terus bersalaman dengan peluh tanpa tujuan,&lt;br /&gt;Hanya berputar dalam lingkaran tak berbentuk,&lt;br /&gt;Berteriak tanpa suara di tengah sabana bintang-bintang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini saatnya aku meletakkan jejak pada bayang cakrawala,&lt;br /&gt;Menyambung satu demi satu titik tanpa koma,&lt;br /&gt;Membariskan serpihan kata yang seakan bertautan,&lt;br /&gt;Untuk sekadar mendapatkan kesenangan atau malah kegundahan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haruskah aku mendirikan menara dari pasir?&lt;br /&gt;Haruskah aku merentangkan jembatan dari pohon-pohon yang telah bertumbangan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, aku tidak yakin akan persepsi-persepsi indah di depan,&lt;br /&gt;Lalu apa yang harus aku perbuat dengan rangkaian aksara tak bertuan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan sudah hampir menyapa bumi saat ini,&lt;br /&gt;Tapi aku tetap saja melihat kubah hitam hampir di semua penglihatanku,&lt;br /&gt;Bahkan mahluk malam sudah mulai kelelahan menjelajah pikirannya,&lt;br /&gt;Namun hingga waktu telah berganti menjadi terang,&lt;br /&gt;Belum juga aku menemukan bait terakhir dalam mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekasi,&lt;br /&gt;22 Desember 2007. 23.22 WIB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-8969171198023353913?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/8969171198023353913/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=8969171198023353913' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/8969171198023353913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/8969171198023353913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2008/08/bait-terakhir-dalam-mimpi.html' title='Bait Terakhir dalam Mimpi'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-4677708564237576394</id><published>2008-08-09T04:36:00.001-07:00</published><updated>2008-08-09T04:36:56.842-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Aku Ingin Menulis Tentang Rasa Sakit Akibat Cinta dan Perpisahan</title><content type='html'>Apa yang terjadi ketika rasa bersatu dengan kertas?&lt;br /&gt;Kertas putih yang polos dibenturkan dengan rasa yang sangat abstrak,&lt;br /&gt;Ditambahkan dengan tinta sebagai pengukir kehidupan,&lt;br /&gt;Apakah mungkin kertas dan tinta akan menjadi sebuah kehidupan hanya dengan rasa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, rasa memang benar-benar abstrak,&lt;br /&gt;Bahkan sangat egois dan berperilaku seenaknya sendiri.&lt;br /&gt;Kadang, rasa ini memerintahkan tinta untuk menulis yang senang-senang&lt;br /&gt;Dan ada kalanya juga memaksa tinta untuk menulis yang sedih melulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, apakah aku bisa menguasai rasa ini,&lt;br /&gt;Memerintahkan rasa sesuai keinginanku,&lt;br /&gt;Karena akhir-akhir ini, rasa telah mengontrolku 24 jam,&lt;br /&gt;Tanpa rasa, aku hanya seperti seonggok daging tak bernyawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin menulis tentang rasa sakit akibat cinta dan perpisahan,&lt;br /&gt;Aku ingin menulis tentang rasa suka akibat cinta dan pertemuan,&lt;br /&gt;Aku ingin menulis tentang rasa biasa saja akibat cinta yang basi dan kebosanan,&lt;br /&gt;Aku ingin menulis tentang rasa ini dan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mau aku yang mengendalikan rasa ini terhadap kertas dan tintaku,&lt;br /&gt;Itu hakku untuk menulis,&lt;br /&gt;Bukan keinginan si rasa yang angkuh ini,&lt;br /&gt;Ahh… Aku mau rasa ini tahu apa yang ingin ku lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekasi, 12 April 2008, 00.50 pagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-4677708564237576394?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/4677708564237576394/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=4677708564237576394' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/4677708564237576394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/4677708564237576394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2008/08/aku-ingin-menulis-tentang-rasa-sakit.html' title='Aku Ingin Menulis Tentang Rasa Sakit Akibat Cinta dan Perpisahan'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-6089981647659657394</id><published>2008-08-09T04:35:00.001-07:00</published><updated>2008-08-09T04:35:56.889-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Aku Benci Otak Ini!</title><content type='html'>Aku seperti berjalan di sela-sela pohon pinus tanpa tujuan,&lt;br /&gt;Bergerak ke segala arah, hanya mengikuti sampai di mana kaki ini menapak,&lt;br /&gt;Tapi semakin aku terus melangkah, kakiku terasa berat tuk diangkat lagi,&lt;br /&gt;Mungkin ini akhir dari semua perjalanan, atau mungkin aku yang sudah tidak kuat lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hah, sekarang sudah larut, tapi bahkan kelopak mata ini pun tak mau diajak kompromi,&lt;br /&gt;Otak ini terus bergerak ke sana ke sini, entah apa maunya?&lt;br /&gt;Sudah gila kah perasaan ini, sudah hilang kah akal pikiran ini?&lt;br /&gt;Bila ini terus menerus terjadi, bisa mati muda aku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan, aku hanya ingin tenang malam ini,&lt;br /&gt;Aku hanya ingin bisa beristirahat, tanpa harus ditinggalkan oleh pikiran yang membabi buta mengajakku berpetualang ditengah dinginnya mimpi.&lt;br /&gt;Tuhan, aku hanya ingin sejuk malam ini,&lt;br /&gt;Aku hanya ingin bisa mematikan kegundahanku sejenak, tanpa harus carut-marut dengan teka-teki labirin yang menyebalkan.&lt;br /&gt;Tuhan, aku hanya ingin bahagia malam ini&lt;br /&gt;Aku hanya ingin bisa merantai otak ini, tanpa harus memenjarakannya, mengurungnya kuat-kuat seakan-akan dia mau lari dari kepalaku yang sepi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, aku benci otak ini,&lt;br /&gt;Aku benci dengan pikiran-pikiran yang tak bisa diam,&lt;br /&gt;Mimpi-mimpi yang memang seharusnya tak boleh hadir saat ini,&lt;br /&gt;Otak ini terus memaksaku untuk terus berbincang dengan asaku,&lt;br /&gt;Terus bertanya dengan buku hitam tentang takdir dan dosa.&lt;br /&gt;Terus berputar-putar seperti tidak bosan-bosannya matahari muncul di pagi hari,&lt;br /&gt;Terus berlari-lari seperti tidak bosan-bosannya waktu berlari tanpa lelah,&lt;br /&gt;Terus tertawa seperti tidak bosan-bosannya setan menertawai manusia yang selalu melakukan dosa-dosa,&lt;br /&gt;Terus menangis seperti tidak bosan-bosan bencana merusak rantai kebahagiaan penduduk bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat kan, otak ini pun tidak pernah berhenti untuk sekadar mati suri!&lt;br /&gt;Mungkin harus aku tenggelamkan saja otak ini di tengah lautan pasifik,&lt;br /&gt;Atau mungkin aku tabrak saja otak ini dengan mobil, &lt;br /&gt;Sekencang-kencangnya badai membelah lautan,&lt;br /&gt;Dan mungkin aku diamkan saja sampai ia sendiri bosan berseteru dengan diriku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekasi,&lt;br /&gt;24 Desember 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-6089981647659657394?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/6089981647659657394/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=6089981647659657394' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/6089981647659657394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/6089981647659657394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2008/08/aku-benci-otak-ini.html' title='Aku Benci Otak Ini!'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-72500733901993578</id><published>2008-08-09T04:13:00.000-07:00</published><updated>2008-08-09T04:34:06.799-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Ada Sapa di Pintu Lift</title><content type='html'>Hampir terpanggang oleh sang raja hari,&lt;br /&gt;Aku mencoba berlari dengan detik,&lt;br /&gt;Huh, keringat ini pun tak mampu mendinginkan jantungku,&lt;br /&gt;Terus berdetak, semakin kencang, dan agak membuatku khawatir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di sebuah lorong kotor dalam waktu yang tidak bertepatan dengan rutinitas,&lt;br /&gt;Penuh sesak dijejali dengan kuda-kuda besi lusuh tak bertuan, &lt;br /&gt;Seakan sedang menikmati ketenangan setelah dipecut dari pagi buta,&lt;br /&gt;Dengan tergesa-gesa, aku melangkah  lorong gelap dan kusam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sapa pagi itu di pintu lift,&lt;br /&gt;Dia begitu sederhana dengan senyumnya,&lt;br /&gt;Tak perlu pakaian mewah ataupun pernak-pernik yang lain.&lt;br /&gt;Senyum itu telah membuat pagi ku menjadi lebih indah dalam hitungan detik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah..mungkin dia hanya basa-basi tadi,&lt;br /&gt;Di dalam lift kami membisu,  &lt;br /&gt;Seperti kursi yang disinggahi lalat, &lt;br /&gt;Diam dan bergeming.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, entah aku yang bodoh,&lt;br /&gt;Atau memang begitu apatis terhadap semua itu,&lt;br /&gt;Sapa itu singgah lagi di telingaku,&lt;br /&gt;Satu garis lengkung terbuka, membuka keindahan di pagi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lapangan Banteng, 5 April 2008, 09.00 pagi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-72500733901993578?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/72500733901993578/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=72500733901993578' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/72500733901993578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/72500733901993578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2008/08/ada-sapa-di-pintu-lift.html' title='Ada Sapa di Pintu Lift'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-365406521312070051</id><published>2008-08-09T03:25:00.001-07:00</published><updated>2009-08-11T10:15:53.174-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Prosa'/><title type='text'>Sisa Hidup Kemarin</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SoGnQSFCbkI/AAAAAAAAAGA/NBdEAnPOkHA/s1600-h/5274491-lg.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 255px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SoGnQSFCbkI/AAAAAAAAAGA/NBdEAnPOkHA/s320/5274491-lg.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368756128975056450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tak ada yang berubah dari tahun ke tahun, bulan ke bulan bahkan detik ke detik. Semua terasa konstan, nyaris tak ada perubahan yang berarti selain harga bensin yang terus bergerak bertolak belakang dengan dengan apa yang aku makan beberapa hari ke depan. Hidup di dunia ini memang susah-susah gampang, kadang bila lagi mujur, aku bisa makan tiga kali sehari. Tapi jangan harap kalau pancaroba telah merusak tatanan nasib bagus ku, sekali makan sehari saja sudah untung.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Aku memang besar dari keluarga yang bisa dibilang sangat payah. Pergi dari tanah kelahiran untuk menimba ilmu di Ibukota, dengan modal yang lumayan memprihatinkan bahkan aku pikir ini seperti terjun bebas. Sering aku mengeluh, mampukah aku mendapatkan apa yang aku cita-citakan selama ini? Sementaraurusan perut tak pernah mau diajak kompromi. “Huh, lelah rasanya mengeluh tanpa hasil seperti ini, buang-buang energi saja,” pikirku dalam hati.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sudah dua hari ini aku tidak bisa tidur, pikiranku larut akan tugas-tugas kuliah yang menumpuk, buku-buku perpustakaan yang belum sempat dikembalikan, serta utang-utang makan hari kemarin di warung tegal itu. Sekarang sudah pukul 3 pagi, mata ini tidak mau diajak kompromi, pikiran ini tidak mau terdiam, seperti terbang ke dalam mimpi dan terus berhalusinasi. Tapi aku harus tidur, karena besok aku sudah harus berangkat kuliah pukul 7 pagi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Entah kenapa, aku masih tidak bisa tidur juga. Pikiranku terus berputar-putar tak menentu, seperti labirin yang tak berujung. Kadang-kadang ingin menulis, kadang mengoceh kepada poto-poto bisu tak bersahabat. Malah kadang ingin buang air, tapi tidak mau keluar-keluar! “Hah, kenapa ini, tugas-tugas kuliah seperti ingin membuat logika ku menjadi keblinger! Beban kehidupanku membuat aku tidak lagi merasakan ketenangan,” tanyaku kepada poto sahabat-sahabat ku. Tapi mereka tetap diam, namun terlihat seperti ingin mengejek ku mungkin karena aku tidak bisa buang air malam ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Coba kalau dipikir, bulan saja sudah mulai muak memperhatikan ku dari tadi, kini dia sudah mulai meninggalkanku. Tapi untuk apa aku membicarakan dia, toh aku juga tidak membutuhkan dia!,”&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;ketusku kepada buku-buku perpustakaan jelek itu. Aku mulai meluruskan pikiran-pikiranku, menjadi sebuah garis lurus yang mudah-mudahan tidak akan putus. Namun semakin aku meluruskan pikiran itu, aku semakin berputar-putar pada titik-titik disekitarnya.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;“Aduh, jangankan tidur, menenangkan diri saja aku tidak bisa. Bisa-bisa aku tidak kuliah lagi besok, atau mungkin seperti biasa, aku akan terlelap manakala mahaguru asik menggurui mahasiswanya,” lagi-lagi aku mengeluh.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Aku jadi teringat peristiwa tadi siang, aku mampir ke tempat Senja, teman kuliah ku yang juga satu kampung, karena kami sama-sama dari Semarang. Aku bermaksud meminjam beberapa buku catatan sejarah politik Eropa Timur. Dengan senang hati, tidak hanya dia meminjamkan beberapa buku kusamnya itu, namun juga memberikan pencerahan kepadaku mengenai busuknya politik itu, tidak hanya jahat, tapi juga mengerikan. “Kamu tahu jan, bahwasanya politik itu sungguh menyebalkan, dia tidak mengenal lokasi, dimensi, waktu, ras, bahkan agama. Politik itu busuk, sebusuk ketika buah yang telah kau makan mendekam di dalam lambungmu beberapa waktu,” jelas Senja berapi-api.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Hujan, hujan…, kenapa persoalan mendasar seperti itu saja kau tidak tahu,” sindirnya sambil sedikit menyengir seakan mau mendorong ku ke dalam sebuah jurang yang berisi orang-orang idiot bertumpuk-tumpuk di dalamnya. Sebenarnya aku sudah mengetahui tentang logika anehnya mengenai politik universal. Namun yang tidak aku mengerti mengapa sudah tahu busuk namun dia tetap mempelajarinya. Mungkin menurutku dia menyukai hal-hal yang berbau busuk. “Kalau aku, mending buah itu busuk di dalam dari pada busuk di luar, maksudnya busuk karena aku cerna daripada didiamkan malah busuk sendiri, mubazir itu mah,” selorohku sedikit bercanda.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Aku kembali dari ingatan tadi siang, menuju pukul 4 dini hari. Masih saja berkutat dengan ingatan-ingatan menjengkelkan, tanpa tahu kapan aku bisa beristirahat dengan tenang. Bagaimana kalau aku menyibukan otakku untuk berdebat dengan diriku sendiri, baik, aku bertanya sekarang, ”mengapa aku harus menikmati hidup tanpa ketidakjelasan?” Aku tidak menginginkan keadaan ini, tapi aku tetap menjalaninya. Kita ambil contoh malam ini, aku tidak mau melelahkan diri dengan pikiran-pikiran liar yang terkadang dapat membuatku terperangkap sendiri. Aku hanya ingin tidur malam ini, tapi otak ini terlalu liar untuk kujinakan barang sejenak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sebenarnya aku tidak mau ini terus berlanjut. Bebanku setiap detik bertambah berkali-kali lipat, tanpa terlihat. “Bagaimana jika aku mencari Tuhan, aku dengar Dia tahu segalanya, Dia bisa menjawab semua pertanyaan-pertanyaan kotorku,” gumamku dalam hati. Hanya ada satu cara untuk menjelaskan semua ini, aku memang harus bertemu dengan-Nya. Dan aku tahu bagaimana caranya untuk bertemu dengan-Nya. Kupotong nadi ini tepat sebelum adzan subuh, sebelum teman-temanku terbangun. Dan ketika bertemu Dia pertama kali yang akan aku tanyakan,”Sisa hidup kemarin itu busuk, apa aku memang pantas mendapatkannya Tuhan?” &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-365406521312070051?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/365406521312070051/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=365406521312070051' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/365406521312070051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/365406521312070051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2008/08/sisa-hidup-kemarin.html' title='Sisa Hidup Kemarin'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SoGnQSFCbkI/AAAAAAAAAGA/NBdEAnPOkHA/s72-c/5274491-lg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-2247630310827977115</id><published>2008-08-09T03:22:00.000-07:00</published><updated>2008-08-12T06:24:56.698-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Prosa'/><title type='text'>Kupu-kupu Tak Bersayap</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ10JeP1WNI/AAAAAAAAAAU/AX0be3vEk6A/s1600-h/2184659210031594039eYCexV_fs.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ10JeP1WNI/AAAAAAAAAAU/AX0be3vEk6A/s200/2184659210031594039eYCexV_fs.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5232466048161503442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah kamu tahu berapa tinggi monas?,” tertulis dalam inbox sms ku, baru saja. “Siapa nih?, “ pikirku sebelum sempat aku balas sms itu. Aku benar-benar penasaran, saat ini sudah pukul 9 malam. Aku mulai bingung, jangan-jangan dia memang butuh informasi ini? Tapi mengapa aku yang dia pilih? Dan yang pasti, saat ini aku juga tidak tahu berapa tinggi monas! “ Jangankan tinggi monas, harga tiket masuk monas saja aku tidak tau,” kataku dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan pendek ini dikirim oleh seseorang yang sama sekali tidak aku kenal. Aku semakin penasaran, jangan-jangan dia benar-benar membutuhkan informasi ini. Tapi bagaimana aku dapat mengetahui jawaban dari pertanyaan itu. “Kamu kenapa si fa? Dari tadi lihat hape terus? Bukannya di tonton tuh film, bagus tau..,” tegur Vienna yang nampaknya mulai terusik olehku. Aku tetap bergeming memandangi kotak oval berwarna hitam yang memiliki layar kecil yang menyimpan begitu banyak pertannyaan. “Siapa sih dia? Sepertinya dia benar-benar membutuhkan informasi ini? Tapi terus..?,” aku semakin kehabisan kata-kata untuk merangkai pertanyaan demi pertanyaan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan pendek ini semakin menggelitik perhatianku. Film yang sedang diputar pada layar yang memiliki tinggi hampir setinggi rumahku pun aku acuh kan. “Bagaimana bila kubalas sms ini, tapi apa yang harus aku tulis? Maaf anda salah sambung, atau maaf, aku tidak tau, atau…?,” keraguan mulai meliputi seluruh isi kepala ini. Aku benar-benar ragu malam ini, ada ketidakyakinan akan segala tindakan yang sedang aku pikirkan. “Kamu dapat sms yah, dari siapa fa? Coba sini aku lihat,” tukas Vienna. Dengan cekatan, jari-jari lentiknya menyambar hapeku, kemudian mengutak-atik seenak hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu tau siapa yang mengirim pesan pendek ini?,” tanya Vienna padaku. Aku menggelengkan kepala tanpa mengeluarkan sepatah katapun dari mulutku. “Ah, paling orang iseng, sudah gak usah digubris, diam kan saja fa, “ pintanya kepadaku. Namun aku masih terdiam, kemudian ku ambil kembali hape itu dari tangannya. Rasa penasaran masih merambat erat di sekitar wajahku, “maaf aku tidak tahu, siapa ini?” Dan pesan itu menuju seseorang misterius yang bertanya tentang hal membingungkan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terbangun saat matahari telah lelah melihat bumi dan meninggalkannya. Yah, sekarang sudah pukul 19.00, Magrib sudah hampir lewat, untung saja belum masuk saat sholat Isya. Bergegas aku mengambil wudhu, dan melaksanakan sholat. Di dalam pikiranku masih berputar-putar tentang pesan pendek yang kuterima semalam. Tak ada balasan lagi darinya, mungkin benar apa yang dikatakan Vienna, “mungkin ini hanya sms nyasar, …”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tok-tok…,” tepat pukul 11 malam hape ku berbunyi. “Duh, siapa yang mengirimkan pesan pendek malam-malam seperti ini?,” tanyaku dalam hati. “Kutipan hari ini: Mimpi adalah jawaban dari pertanyaan yang belum kita ketahui untuk ditanyakan,” tulis pesan pendek itu. Yah, lagi-lagi dari seseorang yang tidak dikenal itu. Aku semakin bingung, apa maksud dari semua ini? Untuk apa ia lakukan ini semua?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sigap aku bangun dari tempat tidur kamar kostku. Dengan perasaan bingung, aku menuju kamar Vienna yang tepat berhadapan dengan kamarku. “Vin… dia sms lagi..,” dengan terengah-engah aku menghampirinya. “Syifa, kamu kenapa? Tenang deh, ada apa sih?,” tanya Vienna sambil menenangkanku. “Dia sms lagi, lihat nih!,” sambil menyodorkan hape hitamku pada Vienna. “Apa sih maunya dia, dibales ga ada respons?,” tanyaku. “Hemm, lucu juga nih smsnya, kalau dia wanita, pasti baik sekali, tapi kalau dia laki-laki, hem, hehehe..” Vienna malah tertawa setelah membaca sms itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sebulan ini dia terus mengirimkan pesan pendek. Dan semuanya selalu diawali dengan “kutipan hari ini.” Ada perasaan senang saat menerima pesan itu, bukan saja menambah motivasiku dalam hidup. Namun juga merasa bahwa ada orang lain, meski tidak aku kenal tetapi selalu memperhatikanku. Setiap sms yang ia kirim selalu aku balas, namun tidak pernah ada komunikasi secara langsung dari dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, terkadang ada rasa penasaran besar yang tidak mau lepas dari kepalaku. Penasaran yang lebih dari sebulan ini terus menusuk sisi kesadaranku. “Siapa dia? Untuk apa dia lakukan ini semua? Dan kenapa harus aku?”&lt;br /&gt;Hingga tepat hari ke 57 sejak ia pertama kali mengirimkan pesan pendek terus menerus ini, ia merubah bentuk sms itu. “Apa yang akan kamu lakukan pada seekor kupu-kupu tanpa sayap?,” tulis sms itu. Apa maksudnya dia menulis itu, tanyaku dalam hati. Dia semakin misterius, apakah harus ku balas. Apa yang harus aku lakukan pada seekor kupu-kupu tanpa sayap? Yang aku tahu, itu sama saja membunuh sang kupu-kupu. Setengah hidup kupu-kupu itu telah hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setengah hidup kupu-kupu itu telah hilang, dan apa yang ku lakukan? Menyelimutinya dan merawatnya bersamaku,” tulis sms yang kubalas padanya. Dia tidak menjawab, tapi tepat pukul 00.00 WIB dia menelponku. Aku panik, takut, bingung, penasaran, gundah, dan sejuta rasa tidak menyenangkan menusukku saat ini. Apa yang harus aku lakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku kupu-kupu tak bersayap itu, dan kau sekuntum bunga yang seharusnya aku hampiri, tapi tanpa sayap apa yang bisa aku lakukan,” sebut seorang pria bersuara berat, agak tersendat dan mungkin berusia sekitar 20-30-an tahun. Aku benar-benar terdiam, “aku tidak tahu apa maumu, dalam 2 bulan terakhir kau sudah menghampiriku meski tanpa sayap. Apakah kau memang hanya bergantung dengan sayap mu atau kau punya sayap baru di hatimu yang seharusnya lebih kuat mengantar mu pada sekuntum bunga,” jawabku. Dan menjadi akhir hubunganku dengan kupu-kupu tak bersayap, yang kurasa sedang tersesat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-2247630310827977115?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/2247630310827977115/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=2247630310827977115' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/2247630310827977115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/2247630310827977115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2008/08/kupu-kupu-tak-bersayap.html' title='Kupu-kupu Tak Bersayap'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ10JeP1WNI/AAAAAAAAAAU/AX0be3vEk6A/s72-c/2184659210031594039eYCexV_fs.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-635607905699755195</id><published>2008-08-09T03:12:00.000-07:00</published><updated>2008-08-09T03:16:16.898-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Prosa'/><title type='text'>Anya dan Si Idiot</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Rintik masih tidak mau bersahabat dengan diriku hingga malam ini. Terus membasahi setangah tubuhku yang semakin menggigil diterpa hawa dingin trotoar ini. Rasa lelah mulai merangkak lambat sampai ke persendian di seluruh tubuh. Sepatu ini pun sudah basah, karena sering bercengkrama dengan kubangan yang semakin ramai dijumpai. Hewan-hewan malam mulai melindungi diri dari hawa dingin terkutuk ini. Hening malam mulai mencekam, suara kendaraan hanya terdengar sayup-sayup dari kejauhan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sekarang sudah pukul satu pagi. Aku masih berkeliaran di trotoar kampus yang begitu mencintai alam, terlihat dari begitu banyaknya pohon yang ditanam di lahan kosong ini. Pikiranku masih tertinggal jauh di rumah Annya, teman wanita ku, yang baru saja aku ajak pergi. Kami memang sudah lama mengenal satu sama lain sejak SMA. Dan kami pun masuk ke sebuah perguruan tinggi yang sama, bahkan fakultas yang sama juga, Fakultas Sastra.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ketika pertama kali duduk di bangku kuliah, aku dan Annya tidak terlalu dekat. Kami jarang berbicara, hanya sekadar menegur, bahwa kami memang sudah mengenal sejak lama. Terkadang kami berpapasan, namun hanya saling menyapa dan tersenyum basa-basi. Setidaknya saat itu dia adalah kekasih temanku, Aleksey. Apalagi, di awal masa kuliah, aku tidak banyak memperhatikan mahluk lawan jenis, sehingga Annya benar-benar luput dari perhatianku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Annya, adalah gadis yang cantik. Banyak teman-temanku yang menyukainya, “Coba kau lihat Annya, semakin hari ia semakin memesona, betul ‘kan?,” kata Sergey meyakinkan. Aku tidak menggubris ucapannya pada waktu itu. Namun, aku sempat berpikir, Annya memang cantik, baik, ceria, dan yang hampir tak mampu dicerna oleh otakku adalah, dia selalu tersenyum. Bahkan sepanjang hari, seperti tidak memiliki beban hidup sama sekali.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Aku mulai mengenal lebih dekat dengan Annya justru ketika aku sedang menyukai gadis lain. Yang tidak lain adalah sahabat Annya. Aku mulai berbincang-bincang dengannya. Bagaimana tidak, gadis yang kudekati itu selalu bermain dengannya. Hampir setiap hari mereka bersama, dan mau tidak mau aku mulai dekat juga dengan Annya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hingga pada akhirnya, Natalya, gadis yang kucintai itu menjawab semua doaku selama ini. Semakin dekat aku dengan Natalya, semakin aku mencintainya. Ia begitu sederhana, begitu ceria, begitu sempurna. Dan begitu pula dengan Annya, aku semakin sering berbicara dengannya. Karena mereka memang bersahabat, aku semakin mengenal Natalya berkat cerita-cerita yang dikatakan Annya. Kadang, banyak cerita-cerita yang sama sekali aku belum tahu, tapi terkadang ada beberapa cerita yang sepatutnya aku tidak dengar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Suatu hari, aku dan Natalya bertengkar hebat. Yang akhirnya kami memutuskan untuk berpisah. Hari itu aku begitu emosi, tidak mampu berpikir jernih. Seluruh isi kepalaku dipenuhi dengan kebencian, sumpah serapah, cacian, bahkan beberapa pikiran kotor yang tidak pantas. Natalya benar-benar berubah setelah dia mengenal Dimitri. Ia lebih sering berbohong, terlalu sering menuntut, dan setiap sesuatu yang aku lakukan tidak pernah benar. “Aku tidak mau bertemu kamu hari ini, aku sedang sibuk, menyiapkan bahan-bahan untuk ujian besok,” ketus Natalya waktu itu. Padahal aku tahu, besok ia tidak ada ujian sama sekali. Sikapnya mulai berubah, dan aku sudah tidak tahan lagi. Semua ini harus berakhir. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Semenjak kami berpisah, aku mulai jauh dari Natalya, bahkan aku sudah sama sekali tidak berhubungan juga dengan Annya. Setelah beberapa bulan aku mendengar kabar bahwa Annya sudah berpisah dengan Aleksey. Aku mulai menghubungi Annya, karena kupikir, mungkin aku dapat menghiburnya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Annya, sudah lama kita tidak berbicara, kemana saja dirimu?,” tanyaku saat aku menemuinya di perpustakaan Fakultas.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Hey Pavel, tumben kamu ke perpustakaan, angin apa yang membawamu ketempat paling membosankan ini?,” tanya Annya sambil memegang buku besar ensiklopedi Eropa Timur. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Kenapa kau malah bertanya kembali? Aku memang mencarimu tadi, ada yang ingin aku bicarakan kepadamu,” ujarku dengan sedikit memelankan suara, karena memang suasana di tempat ini begitu tenang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Tampaknya kau akan berbicara tentang sesuatu yang penting sekali, sampai-sampai kau mencariku hingga ke tempat yang paling tidak kau inginkan ini, hahaha..,” balasnya sambil sedikit mengejekku, karena memang aku paling malas untuk pergi ke perpustakaan. Di tempat ini suasananya begitu memuakkan, mereka yang sering ke tempat ini terlalu asik dengan kepentingan pribadi masing-masing. Yang seakan-akan terbuai dengan dunia baru di dalam genggaman mereka. Dalam tiap-tiap lembar waktu, dalam tiap bab-bab kehidupan yang hanya bisa mereka perhatikan tanpa melakukan sesuatu apapun.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Aku dan Annya semakin dekat, kami sering berbicara, bahkan tidak jarang aku mengajaknya plesiran ke tengah kota. Aku menemukan kembali hidupku setelah beberapa waktu lalu berserakan di tengah jalan. Annya benar-benar membuatku kembali dari hibernasi terhadap kebahagiaan. Dan hari ini aku baru saja dari rumahnya, setelah seharian melihat-lihat sudut-sudut kota tua yang memang menjadi kegemaran kami berdua. Yah, hari ini aku benar-benar seperti dilahirkan kembali.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hingga pada langkah terakhir menuju tempat kostku, aku terhentak. Aku tidak boleh meneruskan kebahagiaan bodoh ini. Annya begitu perhatian kepadaku, bahkan hari ini dia pun begitu manja kepadaku. “Ini sebuah kekeliruan besar! Kesalahan seorang anak manusia yang merasa sudah bangun dari hibernasinya!,” pikirku dalam hati. Ada pertanyaan besar dalam diriku, “Apa yang sebenarnya aku lakukan? Untuk apa aku melakukan ini semua?” Aku harus menjauhi ini semua, aku tidak mau hidup dalam perasaan ini. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Aku mulai melakukan percakapan dengan pikiranku,” coba kau tanya pada dirimu sendiri, apa yang dimaksud dengan kebahagiaan? Selalu tersenyum atau sebuah situasi di mana kau benar-benar nyaman?” Aku mulai tidak mengerti, saat ini aku merasa bahagia. Tapi tidak beberapa lama aku merasakan ada sesuatu kerinduan. Kerinduan akan suatu kondisi di mana hampir setiap hari aku benar-benar menikmatinya. Kesendirian, kehilangan, rasa sakit, yang benar-benar setia menyapaku setiap hari itu mulai hilang. “Kemana mereka? Aku benar-benar rindu dengan mereka!,” tanyaku dalam hati. Aku mulai mencari-cari mereka, “bersembunyikah mereka di antara relung-relung gelap otakku? Atau mulai tergusur oleh keceriaan dan kebahagiaan ini?” &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sekarang sudah pukul empat pagi. Aku begitu bodoh meninggalkan rasa sakit itu untuk bertemu sebuah kebahagiaan. Aku begitu tolol meninggalkan kesendirian ini untuk menyapa sebuah keceriaan. “Benar, aku harus mengakhiri kebahagiaan ini secepatnya, aku harus menemukan kembali rasa sakit dan kehilangan itu, “ ujarku dalam hati. Aku benar-benar seorang pengkhianat, aku meninggalkan mereka yang selama ini begitu setia kepadaku, begitu perhatiaan kepadaku. Aku merasa tak lebih rendah dari anjing kurap yang menggigit majikannya setelah diberi makan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dan pagi ini aku sudah memutuskan untuk mencari penderitaan itu. Karena aku yakin tidak ada yang lebih nyata di dunia ini selain penderitaan. Tidak ada di dunia ini yang begitu setia kepadaku selain rasa sakit. Dan tidak ada yang lebih nyaman bagiku selain kesendirian, menikmati setiap detik waktu dengan kehilangan. Aku begitu idiot untuk melupakan ini semua untuk sebuah kebahagiaan yang hanya akan mati seperti bara yang tersiram air hujan. Seperti abu yang terbang tertiup angin. Seperti es yang meleleh karena terik matahari. Kebahagian itu tidak sekekal penderitaan. Karena hidup memang selalu di sapa oleh rasa sakit, kehilangan, dan penderitaan. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-635607905699755195?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/635607905699755195/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=635607905699755195' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/635607905699755195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/635607905699755195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2008/08/anya-dan-si-idiot.html' title='Anya dan Si Idiot'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1753909201921940625.post-9025725341621109767</id><published>2008-08-09T02:12:00.000-07:00</published><updated>2008-08-31T03:40:45.318-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Prosa'/><title type='text'>Aku, Waktu dan Kursi Dorong</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SLp1IPi8p2I/AAAAAAAAACg/tc0fRn7PtW0/s1600-h/152578081_bba0ec5be2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SLp1IPi8p2I/AAAAAAAAACg/tc0fRn7PtW0/s320/152578081_bba0ec5be2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5240629900871509858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FR" style="mso-ansi-language:FR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Perjalanan waktu berjalan seperti biasa, namun mengapa terasa begitu cepat bagiku. Seperti tak mau berhenti barang sedetik pun. Mungkin dia akan berhenti, kalau saja jam itu rusak, karena aku memang membelinya di Pasar Rumput beberapa waktu yang lalu. Dan walaupun telah berhenti, tapi itu hanya waktu yang ada di tanganku saja. Bukan waktu yang ada di muka bumi ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Berbicara masalah waktu yang terus berputar, terkadang aku merasa putus asa mengapa jalan hidupku tidak sesuai dengan waktu. Bayangkan saja, saat waktu terus memilin kehidupan setiap detik, setiap menit, setiap jam bahkan abad, aku hanya terdiam memandangi jam butut yang tak mau menyala lagi. “Sudah bebal tampaknya jam ini, berkali-kali ku hina dengan sumpah serapah pun dia tetap tak berkutik. Sudah tuli rupanya waktu ini?” Aku mengumpat sekeras hati. Hah, aku bahkan mulai berkeringat saat ini karena waktu yang tidak mau berubah itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Aku tidak kehabisan akal, coba ku bongkar pasang waktu ini, mulai dari mengganti talinya, yang sebelumnya dari kulit palsu yang kusam, kini lebih bagus karena sudah ku cat. Tapi tetap saja tidak mau bergerak barang sedetik pun. “Aneh, apa maunya waktu ini, mengapa dia menjadi begitu manja! Sebentar, bagaimana bila waktu yang saat ini sudah melingkar di tangan kiriku akan kupindahkan ke tangan kanan ku, mudah-mudahan dia sudah mau bergerak-gerak,” gumamku sambil tersenyum.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hey, aku mulai panik, mengapa waktu ini terus membandel. Aku mulai kehabisan ide untuk membuatnya sekadar bergerak, atau mungkin bergeser dari angka satu ke angka dua. “Apa beratnya bergeser dari angka satu ke angka dua, jaraknya tdak sampai satu kilometer &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;? Bahkan aku tidak menyuruhnya berlari, hanya sedikit bergeser,” pikir ku menjadi-jadi. Aku melihat ke arah waktu yang lebih besar, mungkin dengan diameter sekitar 30 cm, dan terletak tepat di atas meja komputerku. Saat ini sudah pukul 10 pagi, dan aku masih sibuk dengan waktu kecil di tangan yang tak tahu diri ini. Sementara beberapa teman di kamar sebelah sudah berangkat untuk mengikis kas perusahaan dengan beban-beban konyol mereka. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sebenarnya hari ini aku berencana untuk pelesir ke daerah &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, atau mungkin aku bias berjalan-jalan sampai Pasar Baru. Namun aku tak akan pernah keluar dari rumah persegi ini sampai benar-benar waktuku berputar. “Bagaimana aku bisa melihat waktu nanti, kalau waktu yang paling dekat dengan mataku saja tidak mau diajak bekerja sama,” gerutuku dalam hati. &lt;span lang="FR" style="mso-ansi-language: FR"&gt;Udara di Cikini semakin panas, peluh mulai membanjiri sekujur tubuhku. Padahal, ada plat besi yang terkurung di sangkarnya terus menerus berputar ke arahku untuk menghembuskan udara, yang tampak telah tercemar asap angkot di luar sana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FR" style="mso-ansi-language:FR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FR" style="mso-ansi-language:FR"&gt;Aku tinggal di tempat yang tidak lebih dari separuh halte bus, penuh sesak dengan perabotan kusam yang bisa aku kumpulkan dari Pasar Rumput. Hmm, berbicara tentang Pasar Rumput, aku punya banyak pengalaman di sana. Suatu pagi yang dingin, hah agak berlebihan tampaknya menggambarkan Jakarta terasa dingin di pagi hari. Bahkan di malam hari saja, aku harus melepaskan kaus saat menjelang tidur, benar-benar Jakarta begitu panas saat ini. Kembali ke Pasar Rumput, Jakarta yang telah terinvasi oleh mal-mal modern, tetap tidak menggetarkan hatiku untuk selalu setia berbelanja di pasar ini. Pagi itu, aku menemukan sebuah kursi dorong yang biasa digunakan oleh mereka yang tak mampu berjalan serta sebuah jam tangan. Entah ada faktor mistis apa yang membuatku begitu tertarik untuk membeli dua benda usang ini. Meski bekas, ternyata kursi dorong ini masih mampu berfungsi sebagaimana mestinya. Begitu juga dengan jam kulit, yang sebenarnya tidak jelas kulit asli atau palsu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FR" style="mso-ansi-language:FR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FR" style="mso-ansi-language:FR"&gt;Kadang aku berpikir, mungkin ini yang biasa di sebut orang cinta pada pandangan pertama. Sekali melihat, aku langsung lemas, terpedaya, seakan ada sebuah dorongan besar yang memaksaku untuk memilikinya. “Lihat kursi ini, begitu unik sekali, aku akan menjadikannya sebagai kursi kerjaku, lalu coba perhatikan jam ini, meski kusam tapi dia masih bias berputar, aku begitu terkesan oleh perjuangan jam ini melawan waktunya sendiri,” kataku dalam hati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FR" style="mso-ansi-language:FR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FR" style="mso-ansi-language:FR"&gt;Kemudian, setelah menyelesaikan transaksi yang berlangsung cukup alot, aku menghentikan bajaj yang sebelumnya berjalan lambat di dekatku. “Mas, kalau sampai stasiun Cikini berapa yah?” tanyaku pada supir bajaj yang terlihat tidak bersahabat, peluh yang membanjiri seluruh raut wajahnya, serta handuk kotor yang melingkari sebagian lehernya. &lt;/span&gt;Dengan pandangan yang seakan-akan ingin menelanku bulat-bulat ia memberikan jawaban, &lt;span lang="EN-GB" style="mso-ansi-language: EN-GB"&gt;“&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; belas ribu gmana? Udah murah tuh,” selorohnya dengan suara berat, dan tampak bermalas-malas meladeniku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="mso-ansi-language:EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="mso-ansi-language:EN-GB"&gt;“Ah, ‘&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt; dekat, &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; ribu aja yah,” lanjutku sedikit memohon, tapi memang sebenarnya aku hanya mau membayar sebesar itu. Aku berpura-pura mengambil duit di dalam kantong bolong yang sebenarnya tidak ada apa-apa selain aku bisa memegang pahaku sendiri tanpa hambatan kain dari celanaku. “ah, situ &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; bawa barang, tambah berat, ya udah kalau sepuluh ribu kita angkut dah,” jelasnya lantang, dan aku pikir agak terkesan memaksa, dan ia seperti terburu-buru sekali. Padahal diskusi kita belum selesai mengenai ketetapan harga ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="mso-ansi-language:EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="mso-ansi-language:EN-GB"&gt;“Oke, tujuh ribu &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; ratus, saya mau, kalau tidak ya sudah saya cari bajaj yang lain,” putusku memaksa. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="mso-ansi-language:EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="mso-ansi-language:EN-GB"&gt;Yah itulah kenapa akhirnya aku ditakdirkan bertemu dengan waktu yang ternyata saat ini tidak mau berdiri menjadi waktu yang sebenarnya. Saat ini dengan berulang kali aku memperhatikan arloji ini dari atas kursi dorong kesayangan dia tetap tidak mau berubah. Sebentar, setelah kuperhatikan lebih jauh, aku ternyata mirip dengan waktu ini, sama-sama keras kepala, pendiam, setia. Untuk kata setia, selama ini waktu tersebut yang selalu menemaniku, dan memang aku juga begitu setia dengannya. Terkadang aku berpikir bahwa kami memang ditakdirkan untuk selalu bersama betul &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="mso-ansi-language:EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="mso-ansi-language:EN-GB"&gt;Kalau saja waktu itu tahu, kenapa hingga saat ini aku tidak mau menggantinya, yah karena dia memang cinta pertamaku bersama dengan kursi dorong ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="mso-ansi-language:EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1753909201921940625-9025725341621109767?l=satuluka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satuluka.blogspot.com/feeds/9025725341621109767/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1753909201921940625&amp;postID=9025725341621109767' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/9025725341621109767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1753909201921940625/posts/default/9025725341621109767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satuluka.blogspot.com/2008/08/aku-waktu-dan-kursi-dorong.html' title='Aku, Waktu dan Kursi Dorong'/><author><name>Satu Luka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16438539650157871408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SJ705ROBjoI/AAAAAAAAAA0/rSXLB_4xHtw/s1600-R/Lonelyness.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2hksyHGrNd0/SLp1IPi8p2I/AAAAAAAAACg/tc0fRn7PtW0/s72-c/152578081_bba0ec5be2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
